
Di Mall
Dimas masih bingung dengan apa yang di inginkan Sarah sebenarnya.
"Sayang sebenarnya mau beli apa hm?" Tanya Dimas lagi
"Hmm, mau beli pakaian dalam boleh" Jawab Sarah akhirnya dengan suara berbisik
Mendengar apa yang di inginkan oleh Sang istri kecilnya, membuat Dimas langsung meremang dan tersenyum .
"Oh Oke, sekarang kita ke toko nya ya, sekalian beli baju dinas nya" Ucap Dimas
"Emang ada Chagi di toko itu baju dinas, dan juga untuk apa baju dinas lah Sarah dan Chagikan bukan pegawai negeri sipil"
"Nanti kamu tau sayang apa itu kegunaan dari baju dinas untuk pasangan suami istri seperti kita" Ucap Dimas dalam hati.
"Ih Chagi ngapain ya senyum-senyum gitu?" Tanya Sarah
"Tidak apa-apa Sayang, Abang hanya bahagia melihat kamu bahagia dan tersenyum tentunya"
"Hmm, ya sudah yok ke tokonya"
"let's go baby"
Dimas berjalan bersama Sarah menuju toko yang memang khusus menjual pakaian dalam di sana
Sesampai di depan toko, Sarah langsung berjalan masuk dan Dimas hanya mengikuti ke mana arah Sarah berjalan.
"Bagus yang mana ya" gumanan Sarah Sambil memilih pakaian segi tiga itu.
Dimas hanya tersenyum mendengar gumaman kecil dari Sarah
Dimas langsung memanggil seorang perempuan yang menjadi pelayan toko tersebut
"Permisi Mba Saya mau minta tolong ambilkan pakaian dalam perempuan yang Sekali tarik langsung terbuka" Ucap Dimas santai
Mendengar penuturan dari Dimas, sang pelayan langsung mengerti apa yang di maksud oleh Dimas tersebut
Tidak dengan Sarah yang sedikit bingung apa maksudnya suaminya mau membeli pakaian dalam yang kualitas nya jelek dan mudah di rusakkan itu
"Chagi, kenapa beli nya yang mudah di sobek, emang pakaian dalam itu mau di sobek sobek gitu?" Tanya Sarah dengan wajah polos nya
"Sayang, ku akan mengerti nantinya" Jawab Dimas tersenyum menggoda
"Terserah lah yang bayar juga Chagi" Ucap Sarah pasrah
Setelah beberapa saat kemudian sang pelayan membawakan pesanan yang Dimas inginkan
"Mari Tuan, mau belikan untuk adiknya atau istrinya?" Tanya pelayan toko
"Untuk istri nya lah Mba, Chagi tidak ada Adik perempuan di Indonesia" Jawab Sarah langsung dengan suara sedikit keras
"Maaf Nona, Saya tidak bermaksud apa-apa, Saya Mohon maaf sebelumnya" Ucap pelayan toko dengan rasa takut, karena ia bisa melihat jika seorang laki-laki yang ada di hadapannya bukanlah sembarang orang
"Sudah tidak apa-apa, bungkus semuanya" Ucap Dimas menengahinya
"Baik Tuan"
__ADS_1
Sarah masih dengan wajah cemberut
"Sayang kenapa hm?"
"Betek, apa Sarah tidak pantas ya menjadi istri nya Chagi?"
"Kenapa berpikir seperti itu hmm?"
"Lah mba nya berpikiran Sarah adiknya Chagi"
"Wajar dong sayang, karena pernikahan kita belum di publikasikan"
"Tapi tidak gitu juga"
"Baiklah Sayang, dia yang salah. Sekarang kamu mau beli apa lagi?"
"Udah ah, Sarah Uda nggak mood"
"Bagaimana jika setelah ini kita ke tempat ayah dan ibu?"
"Hmm"
Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Sarah yang ngambek
Setelah beberapa saat kemudian, semua belanja milik Sarah sudah berada di tangan para Mafioso, sebelum keluar dari toko pakaian dalam tersebut, Dimas melirik ke arah beberapa baju dinas yang mana menurut Dimas itu sangat cocok jika Sarah yang memakai nya.
Tanpa Sarah sadari, Dimas sudah membeli beberapa baju dinas untuknya.
Dimas dan Sarah berjalan menuju toko pakaian Muslimah yang mana di sanalah Ibu,Ayah dan Aisyah berada
Sesampai di toko
"beli mukenah, gamis dan juga jilbab yuk. eh adalagi beli beberapa baju potongan dan rok" Jawab Aisyah
"Bagus deh, apa masih ada yang ingin di beli?"
"Udah deh Yuk, dah banyak soalnya"
"Ya sudah jika sudah tidak ada lagi"
Karena semua nya sudah selesai belanja, mereka memutuskan untuk pulang. Supaya sampai rumah tidak terlalu Sore.
Namun sebelum itu mereka berhenti dulu untuk shalat Dzuhur di masjid raya kota Jambi.
Setelah selesai shalat baru mereka melanjutkan perjalanan pulang.
Sedangkan di Jogja
Di perusahaan Zain Group
Zain dan Riki baru saja keluar dari mushallah dan menuju kembali ke ruang kerjanya mereka.
di lift
"Bos, Dimas dan Sarah dua hari lagi kembali ke Jogja?"
"Iya, oh ya Rik ada kabar dari Mafioso A bahwa ada beberapa orang yang selalu mengamati gerak gerik dari Dimas dan Sarah terutama pada Sarah" Jelas Zain
__ADS_1
"Apa masih orang yang sama bos?"
"Benar, karena dia belum tau siapa kita dan juga Aku rasa ia tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan apa yang di inginkan nya"
"Jadi rencana kedepannya bagaimana Bos?, Apa lagi Sarah Minggu depan sudah harus sekolah?"
"Untuk sementara biarlah Sarah sekolah seperti layaknya anak SMA pada umumnya, tapi tetap saja harus di perketat penjagaan di sekitar nya. dan kamu utus Jeki (Mafioso black Lion pintar dalam bela diri dan hacker handal, Umur setahun lebih tua dari Sarah )untuk sekolah bersama dengan Sarah nanti" Tutur Zain
"Baik Bos, apa Dimas sudah tau tentang ini?".
"Belum, tetapi Dimas harus setuju demi keamanan Sarah dan kenyamanan kita semua dan juga Jeki sudah kita anggap sebagai adik kita sendiri "
"Baik Bos"
"Hmm"
"Oh ya bos, ada beberapa pihak kampus yang ingin mendapatkan izin untuk mahasiswa program magang di perusahaan Zain Group"
"Boleh saja, tapi sebelum di perbolehkan mereka magang. Kamu harus seleksi mereka baik dari segi latar belakang dan juga tata Krama nya. Aku tidak ingin ada hal tidak di inginkan nanti nya"
"Baik Bos, "
"Satu lagi, hanya ada 3 orang Masing-masing kampus"
"Siap Bos"
"Bagus"
Setelah selesai pembicaraan kini life sudah sampai di lantai atas.
Zain dan Riki berjalan keluar dari lift dan menuju ruang kerja masing-masing.
Kembali ke Jambi
Di Mobil
Aisyah selama perjalanan pulang ke rumah hanya tidur karena Aisyah termasuk orang yang mabok jika berlama-lama dalam mobil. Hal itulah yang membuat Aisyah lebih baik tidur dari pada terjaga dalam perjalanan
Sedangkan Sarah yang penasaran dengan apa yang ada di tangan Dimas berupa kresek
"Chagi ini apa?" tanya Sarah sambil mengambil isi kresek tersebut
"Baju dinas kamu sayang" Jawab Dimas sambil tersenyum menggoda
"Ini apaan kok seperti jaring ikan" Ucap Sarah pelan karena takut nya Ibu dan Ayah serta Aisyah tau apa yang mereka berdua bicarakan
"memang seperti itu sayang, "
"Terus untuk apa ini?, tidak mungkin kan di pakai?"
"Tentu saja di pakai Sayang oleh mu nantinya"
"Beneran dong chagi, masa iya Sarah harus menggunakan jaring ikan ini"
"Apa kamu tidak ingin dapat pahala lebih Sayang?"
"Iya mau tapi kan nggak harus pakai ginian"..
__ADS_1
"Oh berati tidaklah usah pakai ini langsung polos aja ya?" Goda Sarah dengan mengedipkan sebelah matanya
Sarah yang mendengar ucapan dari Dimas langsung memerah pipinya karena malu. Walaupun Sarah tidak tau itu tapi dia adalah perempuan yang sudah menjadi istri dan itu sudah menjadi kewajiban baginya.