Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Keberangkatan ke Jambi


__ADS_3

Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa hari ini Anam dan Nisa akan berangkat ke Jambi.


*Flash back Sehari sebelum nya*


Di mension Zain


Semuanya sedang berkumpul di ruang tamu beserta si kembar yang berada di gendongan sang Oma, Opa dan Uncle Riki.


"Dim, Sekarang coba telpon Sarah, Ini dan Abi mau bicara dengan nya"Ujar Nisa


"Baik Umi" Jawab Dimas. Setelah menjawab Dimas langsung mengambil Hp nya di atas meja dan menelpon Sarah.


Drttt drrtt..


Nada dering hp tersambung namun belum diangkat.


Setelah beberapa kali di coba oleh Dimas akhirnya telponpun di angkat sang pemilik nomor.


"Assalamualaikum Bang" Ucap Sarah ketika mengangkat telepon dari Dimas


"Wa'alaikumussalam Sayang, lagi apa?"


"Tidak ada bang, maaf baru angkat tadi Sarah lagi di dapur"


"Tidak apa-apa sayang, Ini Umi dan Abi mau bicara dengan mu"


"Ada Umi dan Abi po bang di Jogja?"


"Iya Sayang, Ya sudah abng kasih ke Umi ya hp nya?"


"Ya bang"


Akhirnya handphone Dimas beralih pada Nisa dan Anam, sedangkan si kembar di kembalikan pada Zain dan Cahaya.


"Assalamu'alaikum, umi" Ucap Sarah ketika melihat Nisa yang memegang HP tersebut.


"Wa'alaikumussalam Sayang"


"Apa kabar Umi dan Abi?" Tanya Sarah


"Alhamdulillah sehat Sayang, oh ya Umi dan Abi besok pagi akan ke Jambi sekaligus ada yang mau Umi bicarakan dengan Ibu dan Ayah."


"Oh gitu, Sarah tunggu kedatangan Umi dan Abi dengan tangan terbuka" Jawab Sarah dengan tersenyum senang.


"Oh ya Sayang, bagaimana ujiannya kemarin?"


"Alhamdulillah Umi lancar tinggal nunggu hasilnya"


"Alhamdulillah, oh ya Sayang bagaimana kabar Ana?"


"Yuk Ana masih di pesantren Umi dan beberapa bulan lagi akan selesai ngajinya"


"Wahhh Calon istri idaman itu tapi Sayang Anak Umi yang satu itu tidak mau" Ucap Nisa Sambil melirik ke arah Riki.


"Iya Umi, yuk Ana itu orang nya baik, Hafal Al-Qur'an dan juga Cantik" Jelas Sarah

__ADS_1


"Benar Sayang, oh ya nanti sampaikan pada Ayah dan Ibu yah jika besok Umi dan Abi akan ke Jambi sekaligus ingin meminta izin membawa mu ke Jogja bersama kami untuk mempersiapkan peralatan hantaran pernikahan kalian"


"Baiklah umi, nanti Sarah sampaikan"


"Terimakasih Sayang"


"Sama sama Umi"


"Ya sudah handphone nya umi kembalikan pada Dimas lagi ya"


"Baiklah Umi"


Kini handphone Dimas kembali kepada nya, setelah Nisa menyelesaikan pembicaraan antara nya dan Sarah.


"Ya sudah Sayang, jaga kesehatan ya dan terutama jaga hati"


"Iya Bang"


"Ya sudah Assalamualaikum "


"Wa'alaikumussalam"


Telpon berakhir.


Setelah selesai Dimas menelpon Sarah, kini mata semua nya tertuju pada Riki.


"Nak, kamu benar-benar tidak mau dengan Ana?" Tanya Nisa pada Riki


Riki bingung mau menjawab pertanyaan tersebut dengan bagaimana, karena Riki memang tidak memiliki penerus rasa pada Ana hanya sebatas kagum saja.


"I, iya Bi" Jawab Riki terbata bata karena takut dengan Anam


"Di Jawab pertanyaan Umi mu" Ucap Anam lagi.


"Begini Umi, Riki benar benar tidak ada perasaan apa-apa terhadap Ana, walaupun waktu itu Riki sempat merasa kagum saja tidak lebih dari itu. Jadi Riki minta maaf jika tidak bisa memenuhi inginan Umi untuk menjadikan Ana sebagai menantu" ucap Riki dengan nada sedikit rasa bersalah.


"Tidak apa-apa Sayang, Umi tidak memaksa mu . Apa lagi ini prihal pendamping hidup jadi jangan merasa bersalah ya"


"Terimakasih Umi sudah mengerti Riki"


"Sama sama Sayang, kalian adalah putra putra nya Umi dan Abi jadi kalian semua adalah kebanggaan Umi dan Abi" Jelas Nisa dengan tersenyum.


Perasaan seseorang tidak bisa di paksakan oleh siapapun itu, tapi sebenarnya perasaan bisa saja tumbuh jika terbiasa.


Flash back off


Kini Nisa dan Anam sudah berada di dalam pesawat pribadi milik nya dan di amankan beberapa Mafioso ikut bersama mereka.


Sedangkan di Jambi


Di rumah Sarah sangat sibuk menyiapkan beberapa persiapan untuk menyambut kedatangan besan dan calon mertua bagi Sarah.


Seperti saat ini, Sarah Tengah membereskan rumah setelah selesai di dalam rumah, Sarah juga menyapu seluruh halaman rumah di bantu oleh Aisyah juga.


Bukan hanya itu, Sarah juga membantu ibunya untuk menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Umi dan Abi datang kerumahnya.

__ADS_1


Akhirnya semuanya sudah selesai di rapikan dan bersih. Sarah mengerjakan nya dalam beberapa jam.


Sampai jam 13:00 siang Sarah baru selesai menyiapkan semuanya makanan bersama dengan Zainab.


Sedangkan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Pesawat pribadi milik Anam baru saja landing 🛬.


Kedatangan Anam dan Nisa tentunya sudah di sambut oleh para Mafioso yang sudah di tugaskan oleh Zain sebelumnya.


Anam dan Nisa sampai di Jambi jam 13:00 siang, karena memang berangkat dari Jogja tidak terlalu pagi.


Kini Nisa dan Anam sudah berada di dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mereka


"Tuan mau mampir dulu atau bagaimana?" Tanya salah satu Mafioso pada Anam


"Langsung saja, karena tadi juga sudah shalat di pesawat" Jawab Anam


"Baik Tuan"


"Hmm"


Karakter Anam memang sangat cuek, sama seperti karakter Zain yang keturunan dari Anam cueknya.


Di perjalanan menuju rumah orang tua Cahaya, Anam dan Nisa hanya memandangi kota Jambi dari dalam mobil.


Ketika Mobil mereka melewati lampu merah, ada seorang perempuan yang sedang berjualan minuman, Melihat hal itu Nisa langsung membuka kaca jendela mobil.


"Nak berapa minuman nya?"


"5000 Bu" Jawab perempuan tersebut


"Sini Sayang, Saya mau minuman nya dua"


"Terimakasih Bu sudah mau membeli minuman Saya" Ucap perempuan tersebut dengan nada bahagia


"Sama sama Sayang, oh ya Saya mau air putih nya dua"


"Baik Bu"


Perempuan tersebut menyerahkan dua botol air mineral kepada Nisa, dan Nisa memberikan uang seratus ribu pada perempuan tersebut.


"Maaf Bu, ada uang kecil saja?"


"Tidak ada Sayang, ambillah kembalian nya dan ini ada sedikit rezeki untuk mu" Ucap Nisa sambil menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu pada perempuan tersebut.


"Terimakasih banyak Ibu, semoga Allah membalas kebaikan Ibu"


"Aamiin"


Tidak berapa lama kemudian Lampu merah berakhir dan berganti lampu hijau yang berarti mobil yang di naiki oleh Nisa pun meninggalkan tempat perempuan penjual minuman tadi.


"Bi, kasihan sekali perempuan tadi, dan seperti nya masih sangat muda mungkin seusia dengan Cahaya" Ujar Nisa pada Anam


"Benar Mi, Abi juga merasakan hal itu tapi mau bagaimana lagi apa harus kita bawa dia ikut bersama kita?"


"Ide bagus itu Bi"Jawab Nisa dengan nada sumringah karena senang

__ADS_1


"Tapi Mi.........


__ADS_2