Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Berbaur dengan masyarakat Desa


__ADS_3

Setelah tadi malam membicarakan perihal proyek, kini Riki sudah siap kembali ke Jogja.


Di kediaman Hasan


Sudah di ramaikan oleh keluarga Anam serta para sanak saudara yang ikut membantu mempersiapkan segala sesuatu nya untuk acara pernikahan Sarah dan Dimas 5 hari lagi.


Riki sudah siap untuk kembali ke Jogja


"Umi, Abi Ayah dan Ibu. Riki pamitan pulang ke Jogja, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus di tuntaskan di Jogja. sekaligus di Hari H, Riki yang akan membawa ketua KUA nya" Jelas Riki


"Ya sudah jika memang seperti itu nak, Ayah dan Ibu hanya mendoakan biar sampai Jogja dengan selamat. Dan ada bekal untuk mu dan sedikit Snack untuk cemilan di Jogja" Jawab Hasan


"Terimakasih yah, Ya sudah Riki berangkat ya"


"Iya nak, hati hati"


"Iya yah, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Riki akhirnya berpamitan kepada semua nya dan langsung bergegas ke penyebrangan.


Setelah kepergian Riki, Dimas dan Zain bergabung dengan para warga laki laki yang sedang membela kayu dengan kapak.


"Bapak, bisa gantian. Biar Saya bantu" Ucap Zain pada seorang laki-laki paru baya yang sedang membela kayu di depan nya


"Apa bisa nak, kamu anak kota. Tidak seperti anak kampung yang sudah biasa seperti ini?" Jawab Laki laki paru baya itu


"Belum tau juga pak, cuma Saya ingin mencoba nya" Jawab Zain sambil tersenyum ramah


"Baiklah nak, kamu perhatikan bapak dulu setelah itu baru kamu yang kerjakan"


"Siap pak"


Laki-laki paru baya itu memperlihatkan bagaimana cara membela kayu dengan kapak tersebut, sedangkan Zain memerhatikan nya.


"Bagaimana nak, sudah mengerti?"


"Alhamdulillah pak, Saya sudah mengerti"


"Alhamdulillah, ya sudah ini kapak nya. Tapi harus hati-hati dan tepat sasaran ya. takutnya nanti malah bukan kayu yang terbelah namun kaki"


"Siap pak"


Setelah mengatakan itu, Zain langsung mengangkat kapak nya dan mengayun dengan pasti ke kayu yang ada di hadapannya, seketika kayu tersebut langsung terbelah dua. Setelah terbelah, Zain dengan hati-hati membela kayu tersebut menjadi beberapa bagian sesuai dengan contoh yang di beri tau oleh laki laki paru baya tadi.


Setelah selesai mengerjakan beberapa kayu, Zain tersenyum bangga menghadap ke arah Dimas.


"Bos, memang luar biasa" Ucap Dimas


"Siapa dulu " Jawab Zain tersenyum bangga


Orang yang menyaksikan Zain dengan mengatakan hal tersebut hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala karena tingkah Zain yang menurut mereka sangat lucu namun takjub.


"Sekarang giliran kamu Dim, sebagai Calon mempelai pria, dan sebagai kakak ipar nya kamu Aku tantang kamu beradu membela kayu bakar. Siapa yang menang akan traktir warga bakso Simpang bagaimana?" Ucap Zain


"Siapa takut" Jawab Dimas tersenyum yakin

__ADS_1


"Oke, bapak semuanya yang menjadi saksi nya ya" Ucap Zain pada bapak-bapak yang tadi ikut membela kayu bakar


"Iya nak, biar kami yang jadi saksinya. Tapi apa kalian tidak lelah?" Tanya laki laki paru baya tadi


"Tidak masalah pak, hitung hitung olahraga" Jawab Zain sambil tersenyum


"Baiklah nak terserah kalian"


Zain tersenyum mendengar ucapan dari laki laki paru baya tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, laki laki paru baya tersebut langsung menghitung.


"1,2,3" Ucap laki laki tersebut


Zain dan Dimas mendengar angka 3, langsung mengangkat kapak mereka dan mengarahkan ke kayu di hadapan mereka.


Sedangkan di dalam rumah


Cahaya duduk bersama Sarah serta ada Nisa dan Zainab yang mengasuh kembar yang sedang bangun di depan mereka.


"Yuk, kok di luar ramai banget. Ada apa ya?" Tanya Sarah


"Tidak tau juga Sar, coba kamu lihat. Apa yang terjadi"


"Ya sudah Yuk, Sarah keluar dulu"


"Iya"


Sarah keluar dari rumah langsung melihat ke arah kerumunan orang.


Sarah mendekat ke arah Salah satu warga dan bertanya


"Wak, mohon tanya ini sebenarnya kenapa?" Tanya Sarah


"Oh itu Sar, Nak Zain dan Nak Dimas lagi lomba siapa yang paling banyak membela kayu bakar nya akan traktir warga bakso gitu"


"Oh gitu, Terimakasih pak"


"Sama sama"


Sarah akhirnya kembali ke rumah setelah mengetahui hal yang terjadi sebenarnya.


Sesampai di rumah, Sarah duduk di samping Cahaya


"Yuk, bang Zain dan bang Dimas yang lagi lomba membelah kayu bakar, siapa yang paling banyak membela kayu bakar nya akan traktir warga bakso gitu" Jelas Sarah


"Apa mereka bisa membela kayu bakar?" Tanya Cahaya


"Bisa yuk, malah keduanya sangat cepat membela nya"


"Ya sudah lah, kita lihat aja nanti siapa yang menang"


"Iya yuk"


Nisa dan Zainab yang mendengar penjelasan Sarah prihal terjadi di depan rumah hanya geleng-geleng kepala karena tingkah kakak beradik tersebut


"Apa mereka sering melakukan hal semacam ini Umi?" Tanya Zainab

__ADS_1


"Tidak juga Bu, hanya saja mereka lakukan ketika sedang berlatih ataupun mengerjakan berbagai pekerjaan mereka saja" Jelas Nisa


"Mereka sangat kompak ya Umi"


"Alhamdulillah Bu, Walaupun mereka tidak saudara kandung. Namun, mereka melebih saudara kandung jika lagi bersama"


"Senang banget melihat mereka seperti itu"


"Iya Bu"


Kembali ke luar rumah


Setelah 15 menit akhirnya kayu bakar telah habis di bela oleh Zain dan Dimas, dan hasil akhir di menangin Zain dengan total Zain 15 batang kayu. Sedangkan Dimas 10 batang kayu.


Setelah selesai, para warga yang menyaksikan Zain dan Dimas tersebut langsung bersorak karena kecepatan Zain dan Dimas membela kayu bakar walaupun itu pertama kali bagi keduanya


"Selamat ya bos, bos memang the best" Ucap Dimas


"Terimakasih. Oh ya Dim, Aku ingin masuk ke rumah untuk mandi gerah soalnya. Kamu mau ikut ke dalam?"


"Iya bos, izin sama ibu dan Umi juga mau pulang ke rumah bang Subki juga untuk mandi"


"Ya sudah ayo"


"Ya Bos"


Dimas dan Zain akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah bersama.


Sesampai di rumah


"Sayang," Ucap Zain


"Hubby, siapa yang menang?"


"Hubby dong Sayang"


"Wah selamat ya by. Hubby mau mandi?"


"Iya sayang gerah soalnya. Habis olahraga "


"Iya sudah, biar Cahaya siapkan baju ganti hubby"


"Tidak usah Sayang, kamu di sini saja bersama Umi dan lainnya. Hubby bisa sendiri kok"


"Ya sudah jika seperti itu"


"Iya sayang"


Zain berjalan menuju kamar. Sedangkan Dimas duduk di samping Sarah.


"Umi, Ibu Dimad pulang ke rumah bang Subki dulu ya. Mau mandi juga soal nya"


"Ya sudah nak, bawa motor biat cepat" Jawab Zainab


"Iya Bu,"


Dimas mengunakan motor Hasan untuk pulang ke rumah Subki.

__ADS_1


__ADS_2