
Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang, di kediaman Hasan sudah ramai oleh sanak saudara yang menyiapkan semuanya untuk acara pernikahan Sarah dan Dimas pagi ini. Sedangkan sang pengantin masih berdiam diri di dalam kamar nya.
Cahaya yang sedang sibuk di kamar menyiapkan keperluan kembar, sedangkan Zain sudah berada di luar tempat nanti akan di adakan ijab Kabul pernikahan Sarah dan Dimas bersama Hasan dan yang lainnya.
sedangkan di rumah Subki, Dimas juga sudah duduk bersama dengan yang lainnya termasuk ada Anam dan Nisa di sana.
"Dim, kenapa kamu dari tadi diam saja?" Tanya Riki
"Tidak apa-apa bro hanya sedikit gugup" Jawab Dimas
"Sudahlah bro, jangan gugup biasanya membantai musuh saja kamu tidak gugup"
"Ini berneda Rik, ntar suatu saat kamu pasti merasakan juga"
"Hmm ya sudah bro, "
"Hmm"
"Nak, Jas yang akan kamu gunakan untuk akad nikah sudah di siapkan?" Tanya Nisa pada Dimas
"Alhamdulillah sudah semua Umi, "
"Alhamdulillah jika seperti itu. jam 7:30 pas nanti kita langsung berangkat ke rumah Ayah" ucap Nisa
"Iya Umi, bang Subki dan istrinya sudah berangkat ke rumah Ayah?"
"Sudah nak, dari setelah Subuh mereka sudah kesana. karena menyiapkan beberapa hal"
"Oh gitu, oh ya Bi. Dulu Abi mau akad nikah dengan Umi juga gugup?" Tanya Dimas pada Anam
"Dim, kamu sangat beruntung bisa menikah dengan perempuan yang kamu cintai dan di restui oleh keluarga nya. Dulu Abi dan Umi tidak mendapatkan Restui" Jawab Anam
"Maaf Abi, Dimas membuat Abi mengingat masa-masa itu"Ucap Dimas merasa bersalah
"Sudahlah tidak apa-apa, lebih baik kita siap siap sekarang, sebentar lagi kita berangkat"
"Baik Bi"
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam kamar masing-masing untuk bersiap untuk berangkat ke rumah Hasan untuk melaksanakan akad nikah Dimas dan Sarah tentunya.
Setelah beberapa saat kemudian, Ilham dan Subki baru saja kembali ke rumah nya untuk menyemput Pihak mempelai pria.
"Assalamualaikum" Ucap Subki
"Wa'alaikumussalam" Jawab Riki
"Sudah siap semuanya?" Tanya Subki pada Riki
"Alhamdulillah sudah bang"
"Baiklah mari berangkat karena pihak undangan juga sudah datang, "
__ADS_1
"Baik bang"
Akhirnya mereka berangkat ke kediaman Hasan
Sedangkan di kediaman Hasan, tepatnya di dalam kamar Sarah. Sarah tengah di duduk di depan cermin setelah selesai di hias tadi oleh pihak MUA di temani Oleh Ana, Suci dan Cahaya tentunya.
"Sar, ingat pesan Ayuk. Walaupun umur mu masih muda tapi setelah menikah nanti. Ayuk harap mulailah bersikap dewasa, dan ingat patuhi perintah Suami mu selagi itu kebaikan" Ucap Cahaya
"Baik yuk, Sarah akan ingat pesan Ayuk" Ucap Sarah sambil memeluk Cahaya
"Alhamdulillah jika kamu sudah bisa mengerti apa yang Ayuk katakan, dan nanti setelah kamu kembali ke sekolah. ingatlah mulai nanti, kak Dimas mengucapkan ijab Kabul kamu sudah tidak sendiri lagi melainkan sudah bersetatus istri"
"Iya Yuk"
"Ya sudah, kita lihat ke arah TV saja. setelah ijab Kabul nanti baru kamu bisa keluar"
"Iya Yuk"
Selain itu di luar, Keluarga pihak laki-laki sudah datang, dan Dimas juga sudah duduk di depan penghulu dan sudah bersiap untuk menjabat tangan Hasan.
"Baiklah karena semuanya sudah siap, Saya mau bertanya pada Tuan Dimas apakah sudah siap?" Tanya pihak KUA
"Insyaallah Siap, " Ucap Dimas
"Baiklah, Setelah Saya mengucap kata. Tuan Dimas mengulangi apa yang saya ucapkan"
"Baik"
"Baiklah Tuan Hasan, Apa sudah siap?" Tanya pihak KUA
"Bismillahirrahmanirrahim saya siap"
"Alhamdulillah jika seperti itu"
"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Dimas putra Anam, Saya nikahkan Sarah binti Muhammad Hasan yang merupakan putri kandung ku dengan mas kawin 150 Karat belian serta seperangkat alat shalat di bayar tunai" Ucap Hasan dengan tangan Dimas di genggaman nya
Sebelum menjawab, Dimas menarik napas dalam
"Saya terima nikahnya, Sarah binti Muhammad Hasan dengan mas kawin tersebut tunai" Ucap Dimas dengan lantang
"Bagaimana para saksi?" Tanya pihak KUA pada para saksi
"SAH"
"SAH"
Mendengar ucapan Sah langsung, Dimas langsung menitikkan air mata untuk pertama kalinya karena menitikkan Air mata setelah berumur 10 tahun ketika baru pertama kali bertemu dengan Zain.
"Alhamdulillah" Ucap semuanya
Sedangkan di dalam kamar, Cahaya mendengar penuturan Sah dari luar langsung memeluk Sarah yang merupakan Adiknya yang sangat tomboy tapi tanpa tau bahwa jodohnya sangat tak terduga.
__ADS_1
"Selamat Sar, Sudah menjadi istri" Ucap Cahaya dan Ana serta Suci
Sarah hanya menitikkan air mata bahagia tanpa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.
"Ya sudah, Lebih baik kita keluar, pasti yang kak Dimas sudah menunggu mu" Ucap Cahaya
"Baik yuk" Jawab Sarah
Sarah keluar dari kamar dengan di dampingi Cahaya serta Ana dan Suci. Sarah dengan gaun putih serta hiasan yang sangat natural menambah kesan manawan.
Dari para tamu undangan terpukau akan kedatangan Sarah yang sangat cantik. karena Sarah memang bukanlah perempuan yang suka dandan. Ini pertama kali Sarah di dandani.
Dimas juga tidak menyangka bahwa Saraj begitu menawan dan menarik hari ini. dan Sarah sudah Sah menjadi istri nya.
Sarah sudah berada di samping Dimas.
"Silahkan nak Sarah untuk mencium tangan suaminya" Ucap ustad Yusuf
Sarah dengan sedikit gemetar mencium tangan Dimas yang sekarang sudah menjadi suaminya
Dimas juga mencium kening Sarah. Dan Dimas langsung membaca doa yang sudah di ajarkan Zain pada nya sebelumnya.
Setelah selesai mencium tangan Dimas, Sarah dan Dimas di persilahkan untuk memakaikan cincin kawin mereka.
Setelah selesai memakaikan cincin kawin, Dimas dan Sarah meminta restu kepada orang tua mereka.
Pertama pertama mereka meminta restu dan doa pada pihak laki-laki terlebih dulu yaiyu pada Anam dan Nisa.
"Abi, Dimas mohon restu dan doa. Supaya bisa menjadi kepala rumah tangga yang bisa di ridho Allah SWT" Ucap Dimas
"Iya Nak, Abi selalu mendoakan kamu dan keluarga mu kelak, ingat sayangilah istri mu melebihi sayangnya kamu terhadap dirimu sendiri tapi ingat kamu sekarang sudah menjadi kepala rumah tangga. Jadilah yang bisa membimbing istri mu"
"Iya Bi"
Setelah dari Abi, Dimas dan Sarah bergantian ke Pihak keluarga Sarah.
Setelah meminta restu dan doa akhir acara pernikahan sudah selesai, dan saat nya para tamu undangan untuk menyantap hidangan. Sedangkan Dimas dan Sarah sudah berada di dalam kamar mereka tapi tidak mereka saja. Ada Zain dan Riki juga di sana serta ada Cahaya di sana. Karena nanti setelah Dzuhur akan di adakan resepsi pernikahan Sarah dan Dimas.
"Dim, Sekarang kamu sudah harus kembali ke rumah bang Subki dulu" Ucap Riki
"Apa tidak boleh di sini saja" Ucap Dimas dengan merenggut
"Sabar Dim, Sarah masih sangat muda. dan juga Sarah juga harus istirahat sebelum nanti siang resepsi" Ucap Zain
"Baiklah Bos" Jawab Dimas pasrah
"Ya sudah, Sayang. Abang dan yang lainnya akan ke rumah bang Subki dulu" Ucap Zain pada Cahaya
"Iya by"
Akhirnya Dimas, Zain dan Riki kembali ke rumah Subki.
__ADS_1