Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Kumpul


__ADS_3

Mension saat ini sangat ramai di karenakan semuanya sudah berkumpul baik itu Ilham dan rombongan sudah ikut bergabung di sana


Karena acara pernikahan Riki dan Tiara dua hari lagi, maka dari itu semuanya sudah siap siaga untuk memperlancar proses nya baik segi persiapan dan keamanan nya terutama untuk kedua mempelai.


Zain dan Dimas serta Riki tentunya sudah memperketat pengamanan di sekitar keluarga besar Tiara dan keluarganya tentunya, setiap kelompok Mafioso sudah berada di Indonesia dari berbagai negara, namun di setiap markas juga tentunya tetap dalam keadaan aman.


Gavin dan Gabriel saat ini tengah duduk bersama keluarga nya di ruang tamu.


"Dex, kuliah mu bagaimana?. Apakah setelah menikah akan di lanjutkan atau bagaimana?" Pertanyaan yang terlontar dari mulut Gavin melihat sang adiknya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri


"Belum tau juga kak, hanya saja kemarin kak Riki juga sudah menyarankan untuk kuliah kembali tetapi di Indonesia ketika saat itu kami belum tau jika setelah menikah Umi dan Abi menyarankan kami untuk ke negara A, karena kak Riki tang akan mengambil alih perusahaan Abi di sana" Tiara menjelaskan


Gavin serta lainnya hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan dari Tiara.


Sedangkan di mension setelah berkumpul bersama di ruang keluarga, Anam memanggil keempat putranya untuk berkumpul di ruang kerja Zain .


Sedangkan di ruang keluarga masih ada Nisa, Zainab, Cahaya dan Sarah serta kembar di sana. Ilham dan ketiga sahabatnya serta Hasan sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, begitupun dengan Zean yang sudah beristirahat di kamarnya.


Ruang kerja Zain


Anam duduk di kursi kerja Zain sedangkan ke empat putranya duduk di depan mereka.


Siapa lagi jika bukan Zain, Dimas, Riki dan Brian.

__ADS_1


"Apa ada yang mau menjelaskan tentang siapa Zean?" ucap Anam menatap ke arah keempat putranya satu persatu.


Karena memang Anam belum mengetahui identitas diri dari Zean, karena sedikit terkejut dengan kedatangan anggota baru dalam keluarga nya.


Sebagai kakak tertua, Zain mengambil nafas panjang sebelum menjelaskan semuanya dari mulai Riki dan Brian menjalankan misi di Thailand hingga mereka bertemu dengan seorang anak laki-laki yang menarik perhatian Riki dan akhirnya memutuskan untuk membawanya pulang serta mereka mengetahui identitas diri dari Zean tersebut.


Setelah panjang lebar Zain menjelaskan nya, Anam langsung terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar mengenai identitas dari Zean yang sekarang menjadi adik angkat dari mereka.


"Bukannya putra mahkota kerajaan Brunei ada di kerajaan saat ini?" Anam sedikit bingung


"Itu bukalah putra mahkota yang asli, namun untuk saat ini kami akan melatih diri Zean untuk menjadi pemimpin yang baik dan merebut kembali apa yang memang untuk nya jika memang dia menginginkan nya " Jelas Zain


"Baiklah, Abi percayakan pada kalian, tetapi pendapat Abi, Zean suatu saat nanti harus kembali ke tugasnya sebagai pemimpin negaranya"


"Iya, Zain dan lainnya akan membimbing nya "


"Iya Bi, inn syaa Allah besok aku akan membawa Sarah untuk periksa" Dimas menjelaskan


"Baiklah untuk Riki, Abi berharap kamu persiapkan diri dan setelah menikah langsung mengambil alih perusahaan di negara A karena Abi dan umi akan menjalani masa tua bersama cucu-cucu Abi dan umi di sini"


"Baik Bi" Jawab Riki pasti


setelah mendengar ucapan dari Riki, kini Anam menatap ke arah Brian.

__ADS_1


"Apa sudah memutuskan untuk kuliah di universitas mana?" Ucap Anam langsung


"Kampus kak Ilham Bi "


"Bagus, karena universitas itu ternama"


"Iya Bi "


"Ya sudah, Abi mau langsung ke umi dan lainnya "


"Siap bi "


Setelah beberapa percakapan tersebut kini mereka kembali ke ruang keluarga, dan ternyata kembar sudah tidak berada di sana yang hanya ada Nisa, Zainab dan Sarah serta Cahaya.


Zain melihat ke arah Cahaya dan ikut duduk di sana


"Sayang, anak-anak sudah tidur?"


"Iya by, barusan saja Cahaya anter mereka ke kamar "


Zain hanya tersenyum mendengar ucapan dari Cahaya.


...****************...

__ADS_1


Karena sudah waktu shalat isya, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk menjalankan kewajiban mereka.


Setelah shalat isya, Zain ke ruangan kerjanya di ikuti Dimas dan Riki tentunya.


__ADS_2