
Di perusahaan Zain Group
Dimas dan Sarah sekarang sudah kembali ke ruang kerjanya Dimas setelah selesai shalat Dzuhur bersama.
"Bang kok bang Riki nggak balik lagi ya?" Tanya Sarah
"Mungkin sebentar lagi, oh ya Sayang kita pulang aja gimana ntar malam kita ke Malioboro"
"Boleh Bang, ya sudah deh pulang aja Sarah juga sudah kangen kembar"
"Ya sudah yok"
Akhirnya Dimas dan Sarah turun ke lantai satu.
Dimas berjalan dengan seorang perempuan Cantik yang masih remaja tersebut membuat para karyawan perusahaan sangat kagum akan seorang perempuan tersebut yang bisa mendapatkan seorang Dimas yang mana salah satu dari tiga pria sukses di dunia bisnis itu.
Mereka yakin jika perempuan tersebut memiliki keistimewaan tersendiri makanya seorang Dimas bisa takluk.
Sedangkan di Sebuah Mall
Zain dan Cahaya sudah berada di pusat perbelanjaan lebih tepatnya di toko pakaian baby.
"Sayang, kita beli banyak aja sekaligus gimana?" Saran Zain
"Jangan Ayah, karena Anak-anak di usianya itu masa pertumbuhan nya sangat cepat, jadi secukupnya aja"
"Baiklah Bunda, Ayah manut aja"
Cahaya tersenyum mendengar ucapan dari Zain. Zain yang sedang mendorong troli belanja hanya mengikuti kemana saja Cahaya tuju.
Ketika tiba di tempat boneka, Zain dengan antusias mengambil beberapa boneka untuk sang putri kecil nya.
"Hubby, kenapa hanya ngambil boneka untuk anak kita yang laki laki gimana?" ucap Cahaya
"Maaf Sayang, Hubby hanya sangat senang dan bahagia membayangkan putri kecil nya yang sedang gembira bermain dengan boneka imut di depannya itu.
"Ya sudah, Hubby pilihkan untuk putri kecil kita biar Bundanya yang pilih untuk kedua putra kita"
"Terimakasih Sayang".
"Sama sama"
Setelah beberapa saat kemudian, Zain dan Cahaya sudah selesai belanjanya, yang di awal hanya ingin membeli beberapa saja tapi setelah melihat ke troli belanja ternyata mereka sangat banyak belanja nya.
Karena kedua orang tua muda itu sangat bersemangat untuk berbelanja keperluan Sang buah hati mereka.
"Hubby, ayok langsung pulang saja kasihan kembar di tinggal lama di mension" Ucap Cahaya
"Baiklah Sayang"
__ADS_1
Akhirnya Zain dan Cahaya memutuskan untuk langsung kembali ke mension.
Sedangkan Dimas dan Sarah sudah berada di mension bermain dengan kembar.
"Umi, kok dari tadi si kembar menangis?" Tanya Sarah pada Nisa
"Umi juga kurang tau Sayang, tapi sepertinya mereka merindukan Bunda nya" Jawab Nisa
"Lah Ayuk belum pulang dari kampus umi?"
"Sudah, cuma tadi mereka mau ke mall dulu beli baju dan beberapa perlengkapan kembar yang sudah kekecilan"
"Owalah, ya ya Umi kembar sudah semakin gemuk dan menggemaskan"
"Iya, Alhamdulillah Umi juga tidak menyangka secepatnya ini pertumbuhan mereka, baru satu bulan lebih umur mereka"
"Oh ya Umi dulu bang Zain, bang Dimas dan Bang Riki itu ketika kecilnya bagaimana?"
"Hmm, jika di usia masih Anak anak mereka bertiga itu sangat sering menyendiri lebih tepatnya mereka sangat cuek dengan lingkungan nya terutama pada Lawan jenis"
"Oh ya Umi, Apa Umi masih punya foto masa kecil nya?"
"Ada ini di galery HP nya Umi ada" Ucap Nisa Sambil memberikan HP nya pada Sarah
"Wah memang dari kecil nya sudah tampan" Ucap Sarah tanpa sadar.
Nisa yang mendengar ucapan dari Sarah hanya tersenyum.
"Mau Umi, cuma Tika tidak ada bukti dan petunjuk apapun tentang kejadian nya" Ucap Tika sambil menunduk.
(Tika memang tipikal orang yang jarang berbicara lebih tepatnya pemalu)
"Sayang kamu tenang saja, karena sekarang kamu sudah tidak sendirian karena ada Umi, Abi dan ke-tiga kakak mu" Ucap Nisa
"Terimakasih Umi"
"Sama sama Sayang, oh ya untuk kedepannya kamu ikut bersama Umi dan Abi ke negara Amerika dan kamu bisa kuliah di sana bersama dengan Ilham" jelas Nisa
"Tapi Umi, Tika tidak ingin merepotkan Umi dan juga Abi" Jelas Tika
"Tika jangan merasa tidak enak karena kita sekarang keluarga" Ucap Anam yang baru saja bergabung bersama mereka di ikuti Dimas di belakang nya.
"Baiklah Abi, Umi, Tika sangat bersyukur bisa bertemu dengan keluarga yang baik hati seperti ini"
Semua yang mendengar ucapan dari Tika hanya tersenyum.
Sedangkan si kembar yang tadi nya masih menangis langsung diam setelah mendengar suara Mobil sang Ayah di luar mension.
Zain dan Cahaya baru saja sampai di depan mension.
__ADS_1
Cahaya yang mendapat Wa dari Sarah jika kembar dari tadi menangis, Cahaya langsung bergegas masuk ke dalam mension di ikuti Zain.
Sedangkan belanjaan nya di bawa oleh para Mafioso kedalam mension.
"Assalamualaikum" Ucap Cahaya
"Wa'alaikumussalam" Jawab dari dalam mension.
Cahaya bergegas menuju kembar yang ada di tengah tengah di antara Semua nya.
"Sayang nya Bunda kenapa menangis hmm" Tanya Cahaya pada ketiga buah hati nya.
Sedangkan kembar langsung tersenyum mendengar suara sang Bunda.
"Mereka seperti nya mengerti jika Bunda dan ayah mereka pulang, jadi langsung diam dari nangisnya" Ucap Sarah.
"Wah ternyata jagoan nya Bunda dan ayah merindukan Bunda nya" Ucap Cahaya.
Sekarang Syafira di gendong Zain dan Ziyad di gendong Cahaya dan Zahid bersama sang Opa.
"Sayang kalian belanja nya banyak banget" Ucap Nisa pada Zain
"Hmm Semua nya lucu Umi dan Zain rasa cocok untuk mereka bertiga jadi Zain beli semua"Jawab Zain sambil cengengesan.
"Ya sudah tidak apa-apa, jika besok mereka sudah besar kan bisa di pakai oleh adik mereka nantinya" Ucap Nisa
"Benar juga Umi, Zain pengen membuat mension ini semakin ramai" Ucap Zain dengan spontan.
Cahaya mendengar penuturan dari Zain hanya geleng-geleng kepala.
"Oh ya Dim bagaimana dengan persiapan untuk kalian?" Tanya Nisa
"Alhamdulillah Umi untuk semuanya berkas berkas nya sudah, dan dari pihak KUA nya juga sudah siap dan prihal umur dari Sarah sudah tidak menjadi masalah, Terimakasih Abi sudah membantu Dimas" Ucap Dimas
"Sama sama, kalian adalah putra putra nya Abi jadi sudah tugas Abi untuk membantu kalian"
Dimas dan yang lainnya hanya tersenyum mendengar penuturan sang kepala keluarga Anam itu.
"Oh ya ketika acaranya Sarah dan Dimas apakah Ilham bisa pulang by?" Tanya Cahaya pada Sang Suami
"Bisa Sayang, tapi Ilham tidak bisa berlama-lama di Indonesia karena Ilham harus mengejar target nya"
"Oh gitu ya tidak apa-apa yang penting di saat itu kita bisa berkumpul bersama"
"Iya Sayang, oh ya Sayang seperti nya kembar sudah mengantuk"
"Iya by, yok bawa kembar ke kamar biar mereka bisa tidur dengan tenang"
"Baiklah Sayang"
__ADS_1
Akhirnya Zain dan Cahaya membawa kembar ke kamar mereka.