
Di ruang tamu
Masih terkagum-kagum melihat istri dari Zain tersebut hingga akhirnya mereka sadar dengan deheman dari seseorang, siapa lagi jika bukan Zain.
"Hmmm" Ucap Zain memudarkan lamunan Gavin dan Gabriel
"eh iya, Salam kenal. Saya Gavin dan ini Adik saya Gabriel dan ini Ica" Ucap Gavin akhirnya
Cahaya hanya mengangguk mengiyakan perkataan Gavin.
Zain berjalan menuju Cahaya berdiri serta kembar yang berada di dalam troler nya.
"By" Ucap Cahaya pada Zain dengan tersenyum
Zain hanya membalas senyuman dari sang buaya istri.
Cahaya dan Zain bergabung dengan yang lainnya di kursi.
"Sudah lama?" Tanya Zain pada Gavin dan Gabriel.
"Ngak kok, baru juga sampai" Jawab Gavin
"Oh ya, perkenalkan ini Istri ku Cahaya, dan ini anak-anak kami" Jelas Zain memperkenalkan Cahaya serta kembar
"Wah benar-benar tofcer kamu bro, langsung tiga" Ucap Gavin
"Alhamdulillah, oh ya kita lanjutkan pembicaraan tadi gimana" Ucap Zain
"Iya, lebih cepat lebih baik" Jawab Gabriel
Zain tersenyum mendengar persetujuan dari Gabriel.
"Apa adik mu udah di kasih tau?" Tanya Zain akhirnya pada Gabriel.
"Belum sih"
"Lebih baik kita langsung ceritakan saja pada Ica biar dia memutuskan" Ucap Zain
"Iya"
Ica mendengar namanya di bawa dari percakapan sang kakak bersama temannya, langsung menatap kedua kakaknya dengan tatapan butuh penjelasan.
Cahaya yang melihat kesusahan dari para laki-laki di hadapannya untuk menjelaskan semuanya, Cahaya mendekat ke arah Ica. Walaupun Cahaya belum pernah kenal dan ini untuk pertama kalinya bertemu.
"Begini, Siapa namanya?" Tanya Cahaya pada Ica
"Tiara kak, panggil Ica saja" Jawab Ica
__ADS_1
"Oh gitu, Ica. Sebenarnya gini Kamu kenal dengan laki-laki di samping itu?" Tanya Cahaya pada Ica menunjuk ke arah Riki
"Nggak kenal sih kak, hanya pernah ketemu dua kali itupun di supermarket. Om nya rebutan Snack kentang sama Ica" Jelas Ica
"Oh gitu, menurut Ica. Om itu bagaimana?" Tanya cahaya lagi
"Maksudnya apa ya kak?" Ica malah balik bertanya
"Sebenarnya begini, Kak Riki itu mulai menyukaimu dari pertama kalinya bertemu kamu, dan yang jadi permasalahan nya sekarang kamu sudah di jodohkan dengan seseorang. Jadi hari ini Kamu di pertemukan di sini untuk membahas permasalahan perjodohan itu, jika kamu memang tidak ingin menerima perjodohan tersebut, Kami termasuk kak Riki pastinya akan membantumu untuk membatalkan nya." Jelas Cahaya
"Om beneran suka dengan Ica?" Tanya Ica langsung pada Riki setelah mendengar penuturan dari Cahaya
Riki yang mendapat pertanyaan dari Ica langsung menjawab dengan pasti
"Iya, Saya menyukai mu Ca, tetapi jika kamu menyetujui nya"
Mendengar Jawaban dari Riki, Ica langsung menatap kedua kakaknya meminta pendapat.
Gabriel dan Gavin hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Begini, Ica belum pernah dekat dengan seorang laki-laki terkecuali kedua kakak Ica sendiri, tetapi Ica bener-benar tidak mau dengan laki-laki yang di jodohkan dengan Ica itu. Dan untuk Om setahu Ica dan yang Ica lihat kita beda keyakinan" Jelas Ica
Mendengar Jawaban dari Ica, Riki hanya tersenyum.
"Iya kita memang beda keyakinan, Saya tidak memaksa mu untuk menjawab cinta Saya dan mengikuti keyakinan Saya, tetapi jika kamu menjawab cinta Saya. maka kamu harus ikut bersama dengan saya begitupun dengan keyakinan saya" Jelas Riki
"Apa benar Om bisa membantu membatalkan rencana perjodohan itu dan membebaskan keluarga ku dari kejaran pihak kerajaan?" Tanya Ica lagi
"Baik, jika memang Om bisa membantu Ica, Ica akan menyetujui cinta nya Om untuk Ica. Karena Ica yakin kakak-kakak Ica pasti mencari yang terbaik untuk Ica" Jawab Ica akhirnya
"Apa kamu yakin dengan pilihan mu?" Tanya Riki pada Ica.
"Iya" Jawab Ica
Riki tersenyum bahagia mendengar persetujuan dari Ica
"apa kakak tidak mempermasalahkan jika Ica keluar dari keyakinan keluarga?" Tanya Ica pada kedua kakaknya
"Tidak apa-apa Ca, karena kakak tau ini pilihan terbaik untuk mu dengan memilih seorang Riki " Ucap Gavin
"Terimakasih kak" Ucap Ica sambil memeluk kedua kakaknya
Cahaya melihat interaksi antara Ica dan kedua kakaknya tersenyum. Begitupun dengan Dimas Sarah dan juga Zain serta ada Brian juga.
"Kak Cahaya maukan ajarkan Ica agama nya kakak" Ucap Ica pada Cahaya
"Dengan senang hati, karena mulai sekarang kita adalah saudara" Jawab Cahaya.
__ADS_1
"Terimakasih kak"
"Sama-sama,"
Gavin dan Gabriel melirik ke arah Riki. Namun setelah beberapa saat kemudian Gavin mengucapkan sesuatu
"Riki, karena adik kaki sudah memutuskan untuk bersama mu, bimbinglah dia, sayangi dia karena kami yakin kamu laki-laki yang bertanggung jawab. " Ucap Gavin
"Kalian tenang saja, Aku akan menjaganya dan membimbing nya" Jawab Riki
"Bagus, jadi kapan rencananya akan membatalkan rencana perjodohan itu?" Tanya Gavin lagi.
Riki melihat ke arah Zain meminta pendapat.
"Dua hari lagi kalian akan kembali ke negara Inggris Kan?" tanya Zain pada Gabriel dan Gavin
"Benar," Jawab Gavin dan Gabriel bersamaan
"Nah, Riki kamu berangkat bersama dengan mereka kesana, temui kedua orang tua Ica minta restu dari mereka. Untuk membatalkan perjodohan tersebut biar itu urusan ku" Ucap Zain
"Baik Bos, terimakasih banyak"
"Sama-sama, sudahlah hilangkan panggilan itu kita adalah saudara terkecuali jika di perusahaan" Ucap Zain
Riki hanya menunduk kepala mendengar ocehan dari Zain. Tetap saja Riki dan Dimas tidak akan pernah bisa mengubah panggilan tersebut untuk saat ini tidak tau kedepannya.
"Untuk Ica, besok pagi kita ke Masjid raya Jogja untuk mengikrarkan syahadat di sana, Gabriel dan Gavin sebagai saksi" Ucap Zain
"Baik kak" Jawab Ica
Zain hanya tersenyum tipis sebagai balasan nya.
"Sekarang gini, Ica saja sudah ada calon nya. Kalian kapan bro?" Tanya Dimas pada Gavin dan Gabriel
"Nah itu Dim, Kami belum menemukan dambaan hati, mungkin saja ada gitu yang kalian kenal" Ucap Gavin
"Jika ada pun, kalian beda keyakinan bro, di Indonesia ini mayoritas penduduk nya Islam, dan juga jika saudara dari istri ku pun pastinya Islam. Apa kalian mau berpindah keyakinan?" Tanya Dimas
"Hmm, gimana ya bro lo tau kan gimana inggris. Sepertinya belum dulu deh" Ucap Gavin.
Dimas dan yang lainnya hanya tersenyum
"Karena hari sudah mau Maqrib, Kalian bisa istirahat di kamar tamu, setelah Maqrib kita makan malam bersama" Ucap Zain
"Oh ya Sayang, kamu ajak Ica ke kamar tamu untuk nya, sedangkan Riki kamu antarkan Gavin dan Gabriel" Ucap Zain lagi.
"Baik by, ayo Ca" Ucap Cahaya pada Ica
__ADS_1
Ica berdiri dari duduknya mengikuti Cahaya. Sedangkan Riki langsung membawa Gavin dan Gabriel ke sebuah kamar tamu yang kosong untuk mereka istirahat.
Sedangkan Zain membawa kembar kembali ke kamar, Sarah dan Dimas kembali ke kamar nya. Untuk Brian pun juga begitu. Karena mereka ingin bersiap-siap shalat Maqrib.