
Minggu ini adalah minggu terberat untuk Reyna, dia harus selesaikan semua pekerjaan jika ingin akhir pekannya tanpa gangguan.
Remuk tubuhnya ia rasakan saat memasuki rumah, pengasuh Dewa tergesa bersiap pulang saat melihatnya.
"Loh, Pak Bimo belum datang Mbak?"
"Belum Bu, saya permisi pulang ya Bu"
"Ah iya, maaf ya mbak sampai malam"
Ah kemana Bimo, bukankah dia berjanji untuk datang akhir pekan ini. Mungkin nasibnya sama denganku harus menyelesaikan pekerjaan dulu.
Hingga waktu merangkak ke waktu tidur belum juga muncul pria yang dinantinya. Reyna putuskan untuk menghubunginya, takut jika terjadi sesuatu dijalan.
"Halo... "
"Kak Bimo sampai mana?"
"Barusan sampai rumah Rey"
Reflek Reyna beranjak ke depan rumah, tak ia dengar deru mobil.
"Kak Bimo bohong.. "
"Loh beneran, kamu mau bicara sama Om Alex kalau tak percaya"
"Oh... kupikir.. " bahu Reyna melorot seketika
"Kenapa?"
"Kak Bimo kan janji kesini"
"Iya benar.. ulang tahunmu kan besok bukan hari ini"
"Jam 12 nanti artinya aku sudah berganti umur" ah sejak kapan dia peduli dengan ulang tahun tengah malam, ia hanya asal bicara.
"Ya ya ya,, sama saja kan dengan besok"
"Baiklah"
.
.
.
Sungguh ide bodoh dengan menanti hari ulang tahun di 12 malam, tapi entah Reyna berharap ponselnya berbunyi atau tiba-tiba pintu rumahnya diketuk. Benar-benar ia menyadari kebodohannya ketika kantuk yang sengaja ia tahan hingga hari berganti ternyata tak menghasilkan, Reyna merutuk dirinya sendiri. Bimo pasti juga telah tertidur pulas, terlihat dari terakhir ia mengakses aplikasi whats app 3 jam yang lalu.
.
.
.
Mata Reyna enggan terbuka ketika ponselnya berbunyi nyaring.. ia lirik jam beker dinakas, ah sudah pukul 8 pagi. Hei, siapa tahu itu Bimo!
Tante Linda??? dahinya melipat saat melihat nama itu dilayar.
"Ya tante... " ia jawab dengan malas
"Reyna.. tante minta tolong, hari ini kamu temui customer baru. Tante lupa jika hari ini ada meeting juga di butik cabang. Bisa kan?"
__ADS_1
Melongo dan mengambil napas dalam "Tapi tan... hari ini aku ada janji.."
"Ayolah Rey,, bonus buatmu jika Mr. Park cocok dengan market kita. Jangan lupa kamu bawa katalog sample, ehmm seri model kasual saja ya"
"Tapi tan.. "
"Oke makasih Rey, nanti tante kirim lokasinya. Thanks a lot!"
tut
Plukkk ponsel itu ia banting gemas ke ranjang belum puas menggerutu klakson mobil terdengar dari luar
Bimo turun dari mobil dan melangkah mendekat saat ia membuka pintu
"Loh, kamu belum mandi?" Bimo berlalu saja melenggang masuk rumah dan langsung menuju kamar Dewa.
Apa dia lupa kesini dalam rangka ulang tahun, ucapin kek cium pipi kek peluk kek.
"Kak... " panggil Reyna dipintu kamar Dewa, dua lelakinya itu bergelung manja diatas ranjang melepas rindu.. ahh rasanya aku ingin menggantikan posisi Dewa saat ini
Bimo melirik saja "Ya.. buruan mandi sana"
"Kita keluarnya nanti siang saja ya, tiba-tiba tante Linda menyuruhku menemui calon customer"
"Oh, tak apa" menoleh kearahnya pun tidak
Hiks!
.
.
.
"Di cafe XXX" jawab Reyna sambil merapikan bajunya, jeans basic dengan kemeja lengan panjang berukuran satu size diatas ukuran normal bajunya. Sengaja ia pilih busana rapat, ia membayangkan berjumpa lagi dengan pengusaha korea. Bergidik tengkuknya mengingat dengan perlakuan Mr. Kim waktu itu.
"Aku ikut deh dengan Dewa"
"Eh jangaannnn.. masak ikut meeting"
"Maksudku ikut mengantarmu, aku dan Dewa mau ke play land dekat situ, kita main ya nak!"
Dewa berjingkrakan ketika mendengar kata play land
Reyna mendengus,, ahh semoga saja meetingnya singkat jadi bisa menyusul mereka bermain. Ia sudah membayangkan memukul-mukul kepala buaya di arena permainan itu untuk melampiaskan kekesalannya.
.
.
.
Entah berapa kali Reyna melirik benda bundar dipergelangan tangannya, sudah 30menit ia menunggu ditempat pertemuan tapi Mr. Park tak kunjung tiba.
"Hai, do you Miss Nina?"
"Ahh. " Reyna mendongak, pemuda bermata sipit tengah menunduk melihatnya "Do you Mr Park? "
"I am" jawabnya sambil mengambil duduk di seberang meja
Seriously? anak muda bau kencur ini customernya? lulus kuliah saja sepertinya belum
__ADS_1
"Sorry, I got traffic jam. Ehmm I'm newcomer in this industry"
Iya sudah ketebak dari awal
"You should told me a lot, any detail! "
Oh God! berapa lama aku harus ajari anak kecil ini
"Ok Sir, what kind of samples you're interested in" Reyna menyerahkan katalog berisi beberapa foto baju kasual
"It looks same, I couldn't find any differ. Could you explain?"
Terjun bebas saja dari tebing!!!
Bla Bla Bla Bla Bla, satu jam Reyna menyerocos menjelaskan sampai tenggorokannya kering
Glek Glek Glek, sebentar Oppa aku minum dulu!
"Miss Nina,,"
Ahh terserah deh kamu panggil aku apa
"Which one you offer to? Ehm.. I want the simple style with short lead time but high profit"
Hadehh mimpi kamu Oppa, mana ada model biasa saja untung banyak, butikku bukan sekelas kaki lima.
Reyna membolak balik katalog dan menunjuk pada satu model blouse
"This one, classic style with ethnic button. We can produce 25 pieces per day and you can sell with higher price surely"
Kening pemuda itu berkerut "I don't like it!"
Siapa suruh kamu suka, aku sarankan yang orang-orang suka
"How about this one?" dia tunjuk satu gambar disana "Let me know the details as previous one"
Lagi dia menggeleng dan menggeleng lagi... dan... Arghhh Reyna seakan mau menangis, sudah 2 jam ia tertahan di kafe ini dengan pemuda tanggung yang buta tentang cikal bakal usahanya. Hah rasanya ia mau sembunyi saja dibawah meja dan menenggelamkan wajahnya disana.
Finally...
"Terimakasih Ms. Nina... " pemuda tanggung itu membungkuk
"Sama-sama Mr Park" senyum Reyna mengembang akhirnya berakhir sudah penderitaannya "By the way my name is Reyna instead of Nina"
"How you spell it?"
"Ar I Double You En and Ei" mulut Reyna komat kamit
"Ah ya ya ya... " pemuda itu manggut-manggut "Ehmm,, would you like to wait a little longer for having lunch with me"
Please! nggak yang tua nggak yang muda apa orang korea memang suka menggoda???
"I'm sorry Mr Park but I have to meet my little boy"
"Oh sorry again, you're married"
"Ehmp ya.. " sudahlah mister anggap saja begitu
Reyna merebahkan tubuhnya ke kursi yang menempel dibokongnya lebih dari 2 jam lamanya setelah punggung pemuda korea itu menghilang. Arghh separuh harinya menguap sudah.
Siallll!!!!!!
__ADS_1