Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
74. Ujian


__ADS_3

Pria itu berteriak memanggil security untuk membantu menyeret Reyna yang makin kuat meronta. Tubuh Reyna dihentakkan dipaksa untuk duduk di kursi besi panjang , dua tangan pria itu mengunci lengannya.


"Biarkan aku masuk" Reyna masih berusaha berdiri


"Calm down Reyna.. please.. listen to me!" tangan pria itu merogoh saku celananya dan menelepon sesorang diujung sana untuk cepat menyusulnya.


"Maaf Ibu.. tapi jam besuk sudah berakhir. Sebaiknya anda datang lagi esok hari" bapak security itu turut menenangkan.


.


.


.


Tak lama derap langkah setengah berlari mendekati ketiganya, dari jauh saja Reyna sudah dapat mengenali 2 wanita yang kini menuju arahnya.


Ketiganya bertatapan dan mencuri pandang ke arah Reyna yang tajam bergantian menatap mereka.


"Tega..! " kalimat pertama yang meluncur dari mulut Reyna


"Bukan seperti itu Rey"


"Diam kamu Bi... sampai kapan aku akan kalian bodohi seperti ini! "


"Reyna.. biar tante jelaskan"


"Jelaskan apa?!" tanpa sadar Reyna membentak wanita didepannya


plakkkk

__ADS_1


tamparan keras mendarat di pipi Reyna, Reyna menatap lekat pada orang yang menamparnya, orang yang jauh dari perilaku kasar


"Bianca.... NO. Your baby!!" pria disebelahnya menarik tangannya


"Dengarkan mama dulu Rey! " Bianca mengepalkan tangannya kesakitan


Reyna kembali terduduk lemas di kursi panjang


"Sejak kapan? tiga minggu lalu Mas Bram masih baik-baik saja saat pulang dari Singapura"


"Persis beberapa hari setelah itu. Bram mengeluhkan sesak napas lalu kita bawa kemari" jelas wanita paruh baya itu "Sehari sebelum Bram berencana untuk terbang ke Singapura dan berobat disana"


"Mama bolak balik Singapura untuk mengusahakan perawatan yang layak untuk Mas Bram biar dia... " Bianca tak meneruskan kalimatnya mengambil duduk disebelah Reyna "Tapi kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk membawa kesana, lagipula... "


"Bram yang tidak menginginkan.. " potong Linda


"Kenapa? " Reyna menoleh dan menatap heran


Reyna terdiam, otaknya sedang menelaah kata percuma, apa maksudnya??


---


"Ma.. Maaf aku pamit dulu. Ada meeting dengan client" pria itu menyerahkan kartu jaga kepada Linda


"Hati-hati Mas" Bianca melepas kepergian suaminya itu


Reyna menatap kartu jaga ditangan Linda


"Sebentar saja, kumohon... aku ingin bertemu Mas Bram"

__ADS_1


Bianca menggeleng


"Reyna.. Mas Bram masih butuh waktu untuk siap menemuimu, maaf tapi itu permintaannya"


"Tapi kenapa? "


"Dia tak bisa melihatmu menangis, jelas!" Bianca sedikit menaikkan nada suaranya.


"Persiapkanlah psikismu lebih dulu sebelum kau memutuskan menemui Mas Bram, didalam sanapun dia sedang berjuang untuk siap menemuimu dengan kondisinya yang sekarang" jelas Bianca


"Reyna..sudah pasti Bram ingin kamu yang menemaninya disaat sekarang. Tapi dia lebih memikirkan perasaanmu daripada kondisinya sendiri. Percayalah! " Linda mengelus punggung Reyna.


"Masihkah ada harapan tante? " Reyna menatap Linda dengan penuh harap kali ini ia mendapat jawaban yang menggembirakan


Wanita itu tersenyum hambar


"Tadi kami baru selesai berkonsultasi dengan dokter. Harapan selalu ada asalkan kita berusaha. Semua ini berat untuk kita semua, terlebih berat untuk Bram sendiri. Jadi tante harap kamu mengerti ya, tante janji pelan-pelan sampaikan bahwa kau sudah mengetahui kondisinya sekarang"


.


.


.


Reyna melangkah gontai keluar dari rumah sakit menuju motornya setelah berpisah dengan Bianca yang memasuki area parkir mobil.


Dari penjelasan singkat Bianca, Bram mengidap liver stadium akut diakibatkan dari kebiasaan meminum alkohol bertahun-tahun sejak masa mudanya lebih parah setelah masa perceraiannya.


Kebiasaan itu juga masih berlanjut saat dia sering menemui client di kelab malam ataupun saat ia sengaja menghabiskan waktu disana sendiri. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak sekali tempo meski dalam rentang waktu yang tidak intens juga memperburuk kondisinya.

__ADS_1


Bram yang sudah merasakan keluhan pada tubuhnya memutuskan untuk general check up pada saat ia di Singapura tapi itu semua sudah terlambat.


__ADS_2