Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
15. Film Horror


__ADS_3

tiiiiitttiitt tiiiitttt titttttt


Alarm nyaring berbunyi dari ponsel Satria, dengan malas ia meraih dan mematikannya. Semalam Niken menghubunginya dan mengomel setengah jam lamanya, ia ingin Satria datang kerumahnya pagi-pagi dan mengantarkan ke bandara sore harinya karena dia akan bekerja dan baru kembali 5 hari kedepan.


Satria beranjak malas untuk mandi,saat keluar kamar ia tak menemukan Reyna di dapur, tempat pertama yang Reyna sambangi jika bangun tidur. Setelah berkeliling dia dapati Reyna sedang menjemur di belakang rumah, didapati celana dalam Satria dikibas-kibaskan sebelum dibentangkan disebelah bra miliknya.


Otak kotor Satria yang belum sempat tersalurkan kemarin tiba-tiba saja bekerja cepat, dia pandangi bra milik Reyna dan membayangkan sebesar apa aset Reyna, 38B atau bisa jadi lebih dari itu.


"Ehhhmmm." deheman Reyna membuyarkan lamunan kotornya.


"Ehhh ahh itu Rey, aku cari kamu didapur kok nggak ada. Kamu nggak masak?"


"Ini kan Sabtu , Mas libur jadi aku masak siangan" Rey beranjak masuk kedalam dengan membawa ember kosong.


"Nggak usah masak Rey,aku mau kerumah Niken"


Reyna hanya membulatkan mulutnya


"Eh tapi nanti sore aku sudah pulang kok"


"Hemmmmm ya" Reyna menanggapinya dengan santai


.


.


.


Satria kembali kerumahnya saat hari bergulir malam, Reyna membukakan pintu untuknya dengan riang menyambut barang bawaan dari tangannya. Satria mengirimkan pesan supaya Reyna tidak perlu memasak karena dia membeli makan malam dijalan.Satria duduk di sofa menunggu Reyna menyiapkan makan malam mereka. Tangannya meraih remote TV untuk mengganti saluran tapi direbut oleh Reyna.


"Jangan aku mau nonton ini"


"Kamu suka film horror?"


"Suka" jawab Rey pendek


Satria menghabiskan makannya cepat, ia ingin mengistirahatkan badannya di kamar. Belum juga matanya terpejam dia mendengar suara gaduh diluar disusul ketukan di pintunya.


"Mas...mas buka pintunya " teriak Reyna diluar sana


"Hemmm buka saja tidak dikunci"

__ADS_1


Reyna menyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya di ranjang Satria yang berukuran king size.


"Aku nebeng lihat TV disini ya" pintanya


"Emang kenapa TV diluar?"


"Ehhhh..takut"


''Loh katanya suka film horor?'' tanya Satria heran


''Suka..kalau nonton ramai-ramai, kalau nonton sendiri takutlah'' Reyna menjawab sekenanya "Ahh...pokoknya aku nonton disini aja"


Belum juga si empu kamar mengiyakan Reyna sudah menyalakan TV dan menelungkupkan badannya di ranjang.


Mata Satria yang tadinya bergelayut menahan kantuk lama-lama pudar, bukan karena film horror yang mau tak mau ikut ia tonton tapi karena posisi Reyna membuatnya gelisah. Saat ini mengenakan celana pendek dengan cueknya tengkurap melintang dihadapannya. Bagian belakangnya terekspos cukup jelas tiap lekuknya seakan menantang dan menggoda tangan Satria untuk meremasnya.


Satria yang kembang kempis menahan hasratnya, bukankah seharian tadi dia sudah cukup puas meniduri Niken kenapa masih saja juniornya menegang melihat pantat montok milik Reyna.


Satria mengusap wajahnya gusar dia bergegas ke kamar mandi membasuh mukanya untuk sedikit meredam hasratnya. Dia beringsut naik kembali ke ranjang setelah menenteng laptopnya, ia putuskan membuka file-file design untuk dia review dengan klien Senin depan.


Punggungnya bersandar pada kepala ranjang, matanya yang masih sesekali melirik nakal kearah Reyna membuatnya tidak bisa fokus dengan laptop dipangkuannya. Tenggorokannya terasa kering karena berkali-kali menelan ludah.


''Mas mau kemana? Sini saja...'' tarik Reyna ketika melihat Satria turun dari ranjang,


Tak lama Satria datang dengan cemilan dan minuman bersoda ditangan, di ikut tengkurap disebelah Reyna dan kembali berkutat dengan file designnya.


''Ini kerjaan Mas Satria?'' wajah Reyna melongok ke arah layar laptop saat TV sedang menayangkan iklan


''Iya, aku suka gambar jadi ambil kuliah jurusan design grafis dan multimedia.Biar bisa berkarya sambil cari duit''


''Oh...kalau dua temanmu kemarin? Kayaknya nggak ada tampang deisgner'' cetus Reyna , yang ada malah tampang mesum gumamnya


Bimo ambil jurusan bisnis, kalau Andre anak tekhnik. Kami kenal di Mapala'' jelas Satria


''Kamu sendiri Rey?''


''Manajemen Pemasaran''


Satria manggut-manggut sambil mengutak atik laptop kembali.


---

__ADS_1


"Mas..." panggilan Reyna mengalihkan tatapan Satria dari laptopnya, terlihat Reyna menggeliat dan mematikan TV.


''Emmm..''


''Belum mau tidur kan ya?''


''Kenapa?''


''Masih takut efek nonton horror. Aku disini dulu ya sebentar''


Satria menggelengkan kepala heran dengan tingkah Reyna, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Tanganya meraih sesuatu di nakas dan mengeluarkan kepingan CD.


''Lihat ini saja nanti dijamin tidak takut''


''Film?''


''Heem..'' Satria menekan tombol play di layar laptop


''Film apa?''


''Kartun Unyil''


''Eh??" mata Reyna melihat lekat-lekat layar didepannya ''Mas Satria salah ambil deh kayaknya, film romantis ini ah'' seru Reyna saat layar itu menampilkan dua sejoli bermesraan.


''Lihat dulu..'' Satria menopang dagunya sambil menahan tawa.


''Arrghhhhh...'' Reyna menutup layar laptop dengan keras ''Mas Satria jorok!''


Tawa Satria meledak melihat muka Reyna menjadi merah padam dan menutupnya rapat-rapat dengan bantal.


''Emang kamu nggak pernah lihat film kaya gitu'' Satria mengambil bantal dari wajah Reyna


''Ihh...'' Reyna merebut kembali bantal dan melihat Satria malu-malu dari balik bantal ''Ya pernah...''


''Seriously? Suka?'' tanya Satria antusias


''Ya enggaklah, cuma mau sekedar tahu''


''Praktek?''


''Hish'' Reyna melemparkan bantal itu ke muka Satria dan beringsut turun dari ranjang.

__ADS_1


''Mau kemana Rey? aku temenin tidur deh kalau masih takut'' tawa Satria masih terdengar nyaring sebelum pintu kamar dibanting Reyna dengan kasar.


__ADS_2