
"Ayahhhhh....!!" teriakan menggema di lantai 12 salah satu kamar hotel bintang 4
"Ayo bangunn....!!" lengkingan itu kembali lolos dari bibir wanita
Bugghhh...
Tubuh sintal yang hanya terbalut bathrobe itu memantul di ranjang berukuran king size, menyingkap selimut yang membalut tubuh kekar polos tanpa sehelai benang
Cubitan di pantat pria itu membuat erangan kecil, tubuh pria itu hanya menggeliat
Plak!
Kali ini tepukan nakal mendarat di pantat polos, yang justru dibalas dengan gerakan naik turun seduktif oleh pemiliknya
"Hi... hi...hi..." wanita itu menutup mulut menahan tawa melihat tingkah absurd suaminya
"Wake up!" kecupan mendarat di belakang telinga pria yang masih tergolek malas
"What time is it?" tanya pria itu dengan suara parau khas orang bangun tidur dengan mata memicing malas
"It's ten a clock already!"
Tubuh polos itu bergerak telentang lalu menarik tangan wanita itu cepat hingga membentur dadanya
"One round please!" bisiknya
"No!" mata wanita itu mendelik galak dan menarik tubuhnya untuk kembali duduk
"Come On.... " tangan kekar itu kembali melingkar diperut sang wanita, menyusupkan tangan ke bathrobe dan menguyel-uyel gundukan kenyal didalam sana
"Stop! Wake up now and take a bath or we're going to be late" wanita itu menepis tangan yang sedang bergerilya didadanya
"Heeemmm.... " beringsut pelan lalu berjalan cuek menyeret tubuh polosnya menuju kamar mandi diikuti gelengan kepala istrinya dibelakangnya
"Ma....!" teriak pria dari dalam kamar mandi
"Apa Yah?"
"Gosokin punggung aku"
"Nggak mau, aku kan udah mandi!"
Mata pria itu menatap istrinya tak berkedip, sepertinya baru 15menit lalu ia tinggalkan beraktivitas di kamar mandi. Kenapa wanita itu bagaikan disulap bagaikan ratu dalam sekejab.
"Hurry up Ayah Bimo" telunjuk wanita itu mengarah pada baju batik dan celana kain hitam di sisi ranjang
Dirinya sendiri sudah berganti baju dengan kebaya modern berwarna hitam dengan belahan dada cukup rendah dipadu dengan rok batik lilit bercorak senada dengan milik suaminya
"Mama Rey, tidakkah bajumu berlebihan dan membuat mata lelaki tertarik untuk melihatnya lalu tergoda"
Wanita itu menyelesaikan mengaplikasikan maskara ke matanya lalu menoleh kearah suaminya dan tersenyum
"Aku tidak berniat menggoda siapapun. Aku hanya ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa aku layak berjalan disamping suamiku yang tampan meskipun masih harus menggendong balita"
"Asetmu itu bisa membuat celana pria menjadi sesak seketika" masih ngedumel tak jelas sambil mengenakan baju yang disiapkan istrinya
"Okay!" berjingkat menuju ranjang mengambil sesuatu di dalam tas nya
__ADS_1
"Begini?" membusungkan dadanya yang kini nampak tertutup sopan setelah dua peniti kecil berhasil ia kaitkan dari dalam
Senyum mengembang sesaat di wajah pria itu, berjalan mendekat kearah istrinya, memutari tubuhnya lalu meremas pantatnya
"Tapi bagaimana kau sembunyikan asetmu yang ini juga hah?" bibir pria itu mencebik
"Buat saja aku menjadi tak kasat mata. Puas?" wanita itu berdecak kesal
Cup Cup
Kecupan di pipi kanan dan kiri mendarat sempurna diwajah yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang beberapa bagian mulai memutih
"Semakin tua ternyata tak mengurangi sifat pencemburumu"
"Lihat perutku Rey, bagaimana aku tak jadi makin pencemburu. Aku merasa tak pantas bersanding denganmu yang makin terlihat matang diusiamu sekarang"
"Kak..."
Tiba-tiba bibir pria itu meraup bibir wanita didepannya, ********** rakus, menggigit bibir bawah memasukkan lidahnya.
Menyapu lidah lawan cumbunya, membelitnya. Menarik bibirnya sebentar, mengubah kepalanya miring kearah yang berlawanan lalu memulai lagi ativitas yang sama.
Pagutan itu terlepas saat keduanya merasa hampir kehabisan napas lalu tertawa kecil
"Sudah lama kau tak memanggilku semenggoda itu Rey" pria itu masih tersengal sambil menatap wajah istrinya penuh gairah
Ya, sejak kelahiran putri mereka. Reyna membiasakan memanggil Bimo dengan sebutan Ayah dan membiasakan memanggil kakak kepada Dewa
"Hei, kenapa bibirmu sepolos ini" jemari itu mengetuk-ngetuk dibenda kenyal yang barusan ia hisap
"Aku sudah tahu pasti akan kau kerjai. Makanya tak kupoles lipstik dulu"
"Lagi nge hits loh Yah istilah Dad Bod"
"Apa itu?"
"Makanya Ayah gaul dikit!"
"Itu artinya Mama harus tambah jatah gaulin aku! "
Wanita itu memutar mata jengah
"Itu lho Yah, pria yang tidak terlalu gemuk walau perut sedikit menggelembung dengan otot lengan dan punggung yang masih sedikit nampak"
"Bagaimana bisa jadi trend?"
"Ya emang gitu teorinya, dianggap menarik dan populer. Mindsetnya pria perut buncit itu punya duit banyak karena bisa makan enak dan juga punya duit lebih karena masih bisa nge-gym"
"It's all about money?"
"Maybe" bahu wanita itu mengedik
"Done!" menepuk bahu suaminya " Ayo jemput anak-anak di kamar Om Alex lalu berangkat"
"Hei, aku kan belum sarapan"
"Suruh siapa bangun siang, makan saja nanti di acara Radit!"
__ADS_1
...
Reyna, Bimo dan Dewi. Ketiganya sudah berada di mobil dalam hitungan beberapa menit. Semalam seluruh isi rumah diboyong menuju hotel di kota X dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan Radit, teman Reyna semasa kuliah yang diselenggarakan siang ini.
Setelah bermalam rencananya mereka akan melanjutkan bepergian ke beberapa tempat wisata di kota itu
"Kenapa Dewa bersikukuh tak mau ikut?" tanya Bimo
"Diiming-imingi Om Alex pergi membeli motor trail mini"
"Reyna, bicaralah dengan Om Alex agar tidak terlalu memanjakan Dewa"
"Hei, kenapa harus aku?"
"Kau ini kan menantu kesayangan, lagipula mana mau Om Alex dengarkan aku" Bimo bersungut-sungut
"Lihat Dewi, Ayah lucu kan kalau sedang ngambek" Reyna membuat Dewi berdiri di pahanya
Balita yang belum genap 2 tahun itu melonjak-lonjakkan kaki kesenangan sambil berceloteh
"Apakah Bianca datang?" tanya Bimo saat mobil terhenti dilampu merah
"Tentu saja"
"Kalau Pras?"
"Pastinya!"
"Kemarin malam aku melihatnya bersama seorang wanita di minimarket dekat kantor"
"Oh ya? Mungkin kekasihnya yang akan ia bawa ke acara hari ini"
"Kekasihnya? Jangan-jangan kau memata-matai dia selama ini?"
Reyna membelalak "Kau pikir aku kurang kerjaan!"
"Ha... Ha... " Bimo tergelak "Siapa tahu kau tak rela kehilangan fans beratmu"
"Sisil pernah bilang kalau pernah ada wanita yang datang ke ruko dan sepertinya mereka punya hubungan khusus"
Mobil Bimo membelok dan tertahan di barisan mobil yang hendak masuk ke area parkir gedung
"Jangan jauh-jauh dariku nanti" Bimo menggenggam tangan Reyna
"Agar orang-orang tahu aku suamimu" lanjutnya lagi
"Apa perlu didahiku tertulis ISTRI BIMO" Reyna menunjuk-nunjuk dahinya sambil terkikik geli
"Hei aku serius" Bimo menahan ucapannya dan menginjak pedal gas pelan-pelan agar laju mobil berjalan lambat seirama dengan mobil didepannya
"Benar kata orang-orang wanita terlihat lebih cantik, seksi dan menggoda di usia 30an" lanjut Bimo
"Gombal! Bilang saja Ayah mau minta jatah lagi malam ini" Reyna menggelengkan kepalanya
"Soal jatah tak ada hubungannya dengan kata-kataku barusan. Sudah pasti aku akan minta, kalau perlu sore ini dan malam nanti"
Capitan jari Reyna di pangkal paha membuat Bimo meringis kesakitan sekaligus kesenangan. Istrinya makin pandai menggoda dan lihai memuaskannya di ranjang yang sudah pasti membuatnya makin dimabuk kepayang oleh wanita ini.
__ADS_1
Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!