
Pagi hari pun menjelang.Reyna dengan semangat memulai harinya didapur setidaknya hanya itu kebiasaan barunya yang bisa membunuh waktunya. Sayur asam, ayam goreng laos dan bakwan jagung yang ia pilih untuk menu hari ini. Selepas masak belum nampak Satria, dia beranikan diri mengetuk pintu kamar Satria ada yang perlu dia bicarakan sebelum Satria berangkat.
tok tok tok
"Mas.. bangun sudah siang"
tak ada sahutan
"Mas.. nanti kesiangan lho.." sengaja ia menaikkan suaranya.
termangu sesaat didepan pintu kamar menunggu sang empunya terbangun
Reyna berniat menempelkan kedua telapak tangan dan daun telinganya ke pintu, belum sempat niatnya terlaksana tiba-tiba daun pintu sudah membuka dan bruuuuuggghhhh tersungkur tubuh Reyna hingga menabrak sang penghuni kamar.
"Hish... jawab dong Mas kalau diketok" sungut Reyna berjingkat bangun sambil mengelus-elus lututnya yang sakit.
Satria masih memicing matanya bingung dengan apa yang terjadi
"Masih pagi ini Rey, kenapa kamu bangunin aku?" jawabnya dengan suara parau.
"Udah siangggg tuann, bangun mandi sarapan kerja woy" cerocos Reyna sambil mengibaskan serbet dapur ke hidung Satria.
"Bawelllll...." Satria merebut serbet tersebut dan melemparkan ke muka Reyna dan bergegas menutup pintu kamar serta tertawa terbahak.
"Aaaaaaaaaaaaaa......!!!!!!" teriakan Reyna membahana
Reyna memutuskan tidak mandi, kecepatan mandi bebeknya telah dipecahkan oleh Satria. Bisa-bisa dia tak punya banyak waktu bicara, sengaja dia sudah siapkan nasi dan duduk manis di meja makan.
"Tumben belum mandi sudah makan?" tanya Satria ketika berjalan menuju meja makan.
"Emmm..masih kenyang,nanti saja makannya, aku temani Mas saja ya"
Satu suap dua suap tiga suap...
"Mas..."
"Eehhmmppzz..."
"Minggu depan aku ada jadwal pengambilan ijazah"
Satria mendongakkan kepalanya "Minta kuantar??"
Reyna buru-buru menggelengkan kepalanya
__ADS_1
kalau kau antar aku tidak bisa leluasa berghibah dengan Bianca batinya
"Aku cuma mau minta ijin menginap semalam di Mbak May,jaraknya kan lumayan jauh mas bisa-bisa aku kemalaman dijalan kalau pulang"
"Ya sudah aku antar saja, menginap juga tak masalah kok"
"Nggak usah Mas, kamar di rumah Mbak May sempit loh trus panas, nanti Mas ga bisa tidur"
amit amit ogah deh kalau sekamar lagi ***
"Trus kamu mau kesana naik apa Rey?"
"Bis aja"
"Hei, bukannya kamu pernah bilang kalau kamu mabuk naik bis" sahut Satria cepat
Hiiiihhh nih orang ingat saja ya , Reyna baru ingat dia pernah bercerita tidak betah bau solar bis.
Namun bukan Reyna namanya kalau tidak kehabisan akal.
"Aku naik motor aja Mas...."
Satria menunjuk ke arah garasi "Motorku??"
"Aku takut kenapa-kenapa dijalan Rey, 2 jam lebih loh kalau naik motor"
"Ga bakal kenapa-kenapa kok Mas.. janji aku bakal hati-hati. Yaaa yaaa yaaa"
busyeeettt manis juga ni bocah kalau lagi merajuk batin Satria
"Hemmm.. ya nanti gampang aku atur"
"Aiiiiihhh senengnya..makasih ya Mas"
.
.
.
Ting Ting Ting Tong
Bel rumah Satria berbunyi, Reyna beranjak dari sofa hendak melihat siapa bertamu siang bolong begini.
__ADS_1
"Ya Pak, cari siapa ya..." tanyanya orang berseragam cerah didepan pagar rumah.
"Ehhhh anu mbak, benar ini rumah Bapak Satria?"
"Ya benar, ada perlu apa ya Pak? Bapak Satrianya sedang tidak dirumah"
" Saya OB dikantor Pak Satria, disuruh nganter ini mbak" jawabnya sambil menunjuk motor yang ia tumpangi.
Bola mata Reyna seketika mengerjab, ibarat dia punya jin baru minta tadi pagi tiba-tiba keinginannya terkabul
beeihhh motor baru lagi yang dipinjamkan padanya
"Mbak..boleh saya masukin motornya kedalam" tanya bapak-bapak OB.
"Oh ya ya Pak silahkan"
Pria tersebut nampak kelelahan dan mengibas-ibaskan topinya kepanasan.
"Lah Bapaknya pulang ke kantor naik apa?"
"Ojek online mbak, saya numpang disini dulu ya sambil orderan datang"
"Oh ya silahkan, sebentar saya ambil minum dulu"
"Wah makasih lo mbak, ngrepotin"
Segelas air es diteguk habis oleh bapak OB tersebut
"Wah mbaknya ini apa lagi ulang tahun dikasih kejutan"
"Ehhh ahhh enggak kok Pak"
"Special lo mbak, itu motor pesanan orang, type-nya keluaran terbaru, lama indent. Eh baru kemarin datang kok malah diminta Pak Satria sendiri sekarang"
''Ohh.. Pak Satria kerja di dealer?''
''Bukan Mbak, di outlet printing khusus design modifikasi motor dan mobil. Kerjasama dari dealer juga kalau ada yang minta ganti design untuk motor atau mobil keluaran terbaru''
Belum hilang rasa terkejutnya mas OB ini masih saja nyerocos cerita dengan logat jawa kentalnya
"Pak Satria orangnya baik lo mbak, saya suka dikasih kasih ini itu padahal cuma OB bukan siapa-siapa. Ya saya maklum maklum saja ya kalau Pak Satria kasih kasih motor ke sepupunya"
SEPUPU...WHATTTT !!! OH MY GOOD
__ADS_1
Tenang Rey santaiii masih mending kamu dianggap sepupu daripada babu ****sumpah authornya ngakak sendiri waktu nulis ini