
Gedung pertemuan kantor pemerintahan yang cukup luas dipilih Radit sebagai tempat melangsungkan acara resepsi
Hingar bingar musik dan lantunan lagu dari wedding singer terdengar saat langkah ketiganya menapaki pintu masuk
"Makan dulu, lapar... " tampang Bimo nampak memelas
"Kita samperin pengantin dulu Ayah, tahan sebentar"
"Sebentar?" Bimo menatap pasrah barisan orang bagaikan ular yang hendak bersalaman ke panggung
"Sudah lihat ada temanmu?" tanya Bimo saat Reyna terlihat celingak celinguk
"Belum" wanita itu menggeleng sambil mengedarkan pandangan ke segala arah
. . .
"Selamat Radit" Reyna bersalaman erat dengan kawan semasa kuliah "Istrimu cantik" pujinya ke wanita disebelah mempelai pria
"Makasih Rey sudah sempatkan jauh-jauh datang"
"Iya, sekalian liburan kok Dit"
"Mana putramu?" Radit menyalami Bimo lalu menowel pipi putri kecil yang ada dalam gendongannya
"Ikut Opanya. Eh anak-anak sudah datang? "
"Sudah, khusus Geng Somplak aku kasih tempat di VIP. Sana gabung, nanti naik lagi untuk sesi foto ya" tutur Radit
"Okay" Reyna menggandeng Bimo menuruni panggung
Tak makan waktu banyak untuk menemukan meja yang dimaksud saat melihat sosok Bianca dari belakang
"Halo guys!" Reyna melongokkan kepala ke tengah meja begitu sampai, rambut indah bergelombangnya jatuh sebagian menutup pipinya
"Eh Ibu Reyna, datang juga!" Bianca melipat bibirnya lalu berdiri dan memeluk erat karibnya
"Halo Kak" ia jabat tangan Bimo
"Panggil dia Pak, sudah tak pantas dipanggil Kak" Reyna menepuk lengan Bianca sambil terkikik
"Sorry, sudah lama?" matanya mengabsen satu persatu orang yang duduk melingkar di meja
Bianca duduk bersebelahan dengan suami yang memangku putri mereka. Bobi yang sudah pasti dengan kekasihnya dan....
Pras duduk disebelah wanita manis yang sangat familiar
"Leah?" mata Reyna mengerjab
"Sial!" tiba-tiba Bobi memekik sambil membanting sendok es krim "Kalah deh!"
Tiba-tiba tawa membahana bersahutan
"Kamu Leah kan?" Reyna berjalan memutar dan menyalami wanita yang berdiri bersiap menyambutnya
"Apa aku bilang, Rey memang tidak tahu" Pras tertawa sambil menutup mulut dengan sebelah tangannya
"Apa kabar? Jadi kamu? Pras?" kepala Reyna menengok ke arah Bimo "Ayah, ini wanita yang kau maksud?"
Bimo menatap Leah dan mengangguk kecil
"Dasar kau Pras! Kenapa tak kau ajak Leah main kerumah?" Reyna mengepalkan tangan dan berpura-pura hendak memukulnya
"Biar kejutan" Pras menaik turunkan alisnya "Bobi, jangan lupa janjimu"
"Hayo...hayo...hayo... " Bianca bersorak sambil bertepuk tangan
"Apa sih?" Reyna memutari meja dan mengambil duduk disebelah Bimo
"Bobi nggak percaya kamu nggak tahu kalau Pras jalan sama Leah. Dia janji mau nyumbang lagu ke depan kalau kalah" terang Bianca
"Oh" Reyna membulatkan mulutnya "Kita sambit Bobi teman-teman"
Terdengar tawa riuh rendah dimeja itu mengiringi langkah Bobi menuju panggung
"Ayah makan dulu" Reyna mengambil alih Dewi dari pangkuan Bimo
Bimo langsung berdiri dan mendekati meja saji khusus tamu VIP
"Jadi sejak kapan?" selidik Reyna sambil menatap Pras
"Ehm... kurang lebih sudah satu tahun" Pras tersenyum lalu menatap Leah
"Ish" bibir Reyna mencebik "Apa hanya aku yang baru tahu?" ia menatap Bianca, wanita itu menunjuk dirinya lalu menggeleng
Sorak sorai pengunjung terdengar riuh saat suara Bobi melantun indah, lelaki itu memang memiliki suara cukup bagus dan beberapa kali mengisi acara dikampus
"Hei, mana Dewa?" Bianca baru tersadar setelah sekian lama
__ADS_1
"Ikut Opanya"
"Aih beruntungnya kau, putriku hanya punya sedikit waktu dengan neneknya"
"Tante Linda masih sibuk ya?"
"Hu um"
"Sepertinya mereka akrab" Reyna menunjuk putri Bianca yang memeluk dan mencubit pipi Dewi dengan gemas
"Ehm iya, putriku memang menginginkan adik perempuan"
"Ya sudah tambah anak"
"Ah No No!" Bianca buru-buru menggeleng "Cukup satu, tak sanggup aku mengurus 2 anak dengan kesibukanku saat ini"
"Reyna saja sanggup Bi, masak kamu nggak sanggup" celetuk Pras dari seberang
"Ya kan beda Pras, aku hanya butuh waktu 4 jam sehari untuk bekerja sedangkan Bianca dua kali lipatnya" Reyna mencibir kearah Pras
"Oh ya, usahamu lancar?" tanya Bianca, wanita itu menggeser kursinya merapat ke arah Reyna
Demikian halnya Reyna yang menggeser bangkunya memberi ruang untuk suaminya bersiap menyantap makanan disampingnya. Sedikit memutar badan menyamping agar leluasa berbincang dengan Bianca
"Ya begitulah, berkat doa suami soleh" Reyna terkikik
"Hei bicara apa kalian?" Bimo melirik curiga
Reyna menengok kearah Bimo, menempelkan telapak tangan dibibirnya lalu menempelkan telapak itu ke bibir Bimo
"Makasih Ayah mewujudkan mimpiku untuk terus berkarya"
Berlanjut mengelus dagu suaminya lembut dan meletakkan tangan itu di paha Bimo
"Mbak Rey bikin aku baper" celetuk kekasih Bobi yang duduk disamping Leah
"Ya Ya Ghina kau harus terbiasa melihat pasangan mesum ini bermesraan didepan umum" Bianca memutar matanya
Reyna memukul lengan Bianca "Apa kau bilang? Aku mesum? Lalu kamu sendiri apa? Ratunya mesum? "
"Hei kalian, jaga mulut! Kasihan kan Leah dan Ghina harus mendengar yang tidak-tidak" protes Pras
"Sirik aja!" kata-kata itu serempak terlontar dari emak-emak beranak yang tertawa kemudian
"Gimana ceritanya kamu bisnis katering Rey?"
"Awalnya karena suamiku ini" tangan Reyna menggoyang-goyangkan paha Bimo
"Makan siang sembarangan sampai gejala mag, jadi aku siapkan bekal menu makan siang sehat. Tak disangka teman-teman kantornya ikut pesan. Sekalian aku promo ke kantor Pras dan beberapa kolega. Ya lumayanlah sudah lebih dari 100 customer perhari"
"Cck Cck, sanggup kamu handle sendiri? Masih mengurus Dewa Dewi?"
"Dewa kan sudah besar Bi, sudah tak perlu ditunggu waktu sekolah. Kalau Dewi memang ada Mbak yang bantu jaga kalau aku sedang di workshop. Om Alex tak hanya membeli menyulap lahan belakang rumah menjadi play ground tapi juga menyisakan sedikit ruang untuk aku menyiapkan segala sesuatunya disana. Sekaligus bantu jaga anak-anak kalau memang sedang sibuk-sibuknya"
"Your life is so perfect!" Bianca menggeleng-gelengkan kepalanya
(hidupmu sempurna)
"Not really, it just how it looks! Depends on our effort how to make it perfect" Reyna tersenyum simpul
(nggak juga, hanya kelihatannya! tergantung usaha kita untuk membuatnya sempurna)
"Reyna... jangan bicara terus. Ayo makan" Bimo memegang bahu istrinya dan menyibakkan rambut gelombang kebelakang pundak
"Aku belum lapar. Nanti saja"
"Aku pergi ke luar dulu" Bimo memberi tanda dengan dua jari menempel dibibir seakan sedang menghisap rokok
"Jangan banyak-banyak!" tegur Reyna sebelum suaminya berlalu
"Aku juga" Pras berdiri lalu mengekori Bimo dari belakang
Bianca dan Reyna berpandang-pandangan
...
"Hai Mas" sapa Pras menjajari langkah Bimo
"Mau apa kau?" tanyanya galak
"Mau merokok" mengeluarkan bungkus rokok dan menyodorkan ke arah Bimo yang hanya dibalas dengusan pendek
Bimo mengeluarkan kotak rokoknya sendiri dari kantongnya "Aku sudah beralih ke low tar"
"Karena umur ya?" Pras sebisa mungkin menahan tawa
"Wanita suka dengan yang jauh lebih berumur"
__ADS_1
Cih! Nyindir!
"Iya, saya tahu kok" Pras menyandarkan punggungnya ke pilar tembok
"Are you finally to letting go and moving on?" mata Bimo memicing ragu sambil menghisap asap rokok dalam-dalam
"Completly!" Pras mengangguk yakin
"Oh ya" nada mencibir keluar dari sang pria pencemburu "Sejak kapan kau sadari itu?"
"Sejak istri Mas tidak mau saya cium" Pras membalas tajam sorotan mata elang didepannya
"Brengsek!" Bimo mengepalkan tangan dan berjalan maju
" Saya sudah melamarnya Leah dan tahun ini menikahinya. Dia wanita yang bisa menyembuhkan luka karena terlalu berharap pada istri Mas"
Langkah Bimo terhenti seketika
Ah senang sekali rasanya menggoda pria pencemburu! Pras terkikik dalam hati
"Well, congrats!" senyum tipis tersungging dibibir Bimo
"Maaf kalau selama ini saya pernah membuat kacau" tutur Pras lantang
" Oh tidak. Justru karena ulahmu aku tersadar bahwa Reyna memang hanya mencintaiku"
"Kalau sudah tahu kenapa Mas Bimo masih saja cemburu!" Pras menggelengkan kepalanya heran
. . .
"Guys, kita disuruh naik panggung" ujar Bobi setelah menyumbangkan beberapa lagu
"Ehm ya" Reyna buru-buru mengelap bibirnya saat tengah memakan soup jagung yang disodorkan dengan paksa oleh Bianca
"Leah, ayo kita jemput mereka" tunjuk Reyna ke arah dua pria yang seakan berlomba mencipta kepulan asap
"Ayo" wanita manis itu beranjak dari kursinya
"Dewi, Mama jemput Ayah dulu ya" cubitnya di pipi gadis mungilnya yang sedari tadi asik memakan potongan garlic bread
Reyna menggandeng tangan kiri Leah, mengangkat tangan itu ke udara saat jarinya menyentuh benda melingkar dijemari manis wanita itu
"Did he purpose you?" matanya membelalak
"Iya" Leah mengangguk sambil tersenyum "Tahun ini"
"Ah... " senyum mengembang sempurna di wajah Reyna
"Jaga Pras baik-baik" Reyna merengkuh pundak Leah dan menggoyangkannya
Langkah keduanya seirama menuju luar gedung
"Hai para lelaki, saatnya berfoto" Reyna mengamit mesra lengan suaminya
"Bicara apa saja kalian hah?" tanyanya curiga melihat Bimo memasang wajah masam
"Tak banyak, aku hanya bilang ke suamimu aku tak lagi mengharapkanmu setelah kau tak mau aku cium" kata-kata itu keluar dari mulut Pras tanpa basa-basi
"Cari mati kamu Pras!" lagi-lagi Bimo dibuat meradang dengan pernyataan Pras
Reyna sontak memukul lengan Pras cukup keras "Mulutmu! Hargai Leah!"
Tak disangka keduanya justru terbahak
"No problem Rey. Aku tahu cerita itu sebelum aku menerima cintanya" Leah mengibas-ibaskan tangannya
"Ih aku malu!" Reyna menyembunyikan wajahnya ke dada suaminya, lalu mendekap tubuh kekar itu merajuk manja yang dibalas Bimo dengan pelukan yang tak kalah eratnya
"Ayo Leah, kita pergi sebelum baper melanda" Pras buru-buru menggandeng Leah pergi menjauhi keduanya
"Doakan mereka bahagia seperti kita" bisik Reyna sambil melihat sejoli yang nampak sedang dimabuk asmara itu menjauh
Bimo mengangguk, mengecup pucuk rambut dan mengelus punggung Reyna.
Udah ya genks... cukup sekian cerita Bimo Reyna
Author baper sendiri ngebayangin kehidupan pasangan mesum ini hi hi hi
Yang terlihat sempurna belum tentu sempurna
Yang sepertinya belum sempurna harus diupayakan untuk menjadi sempurna
Baca karyaku lainnya di pl*t f*rm sebelah
J*YL*D* dengan nama pena masih sama Mak Mbrot
__ADS_1
atau join aja group chat ntar aku bagi linknya