Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
147. Blokir


__ADS_3

Deru mobil Bimo terdengar memasuki pelataran, tak lama langkah kaki terdengar memasuki rumah.


"Hai anak ayah, istri ayah lagi apa?" sapa Bimo saat melihat dua ibu anak sedang duduk bersila dan melakukan sesuatu diruang tengah


"Lagi bikin tugas dari ibu guru yah" jawab Dewa


"Mama yang bikin, bukan Dewa" sungut Reyna


Dua telapaknya kotor penuh dengan cat air warna warni, berbagai bentuk daun berserakan. Nampak kanvas berukuran sedang sudah penuh dengan motif tempelan dedaunan.


Dewa nampak kesenangan membawa lari kanvas naik ke lantai atas "Opa.... lihat... opa... " teriaknya


Reyna memejamkan mata, lelah ia rasakan berkutat sekian jam lamanya


"Haduh.. akhirnya selesai juga. Pegel ... " Reyna merebahkan badannya di karpet


Terdengar langkah Bimo mendekat dari arah dapur


"Masak apa Rey?"


"Nggak masak, makan diluar sajalah. Mbok Nah juga sedang nggak enak badan. Lagian capek-capek dimasakin malah makan diluar" Reyna melirik suaminya sengit


"Maaf sayang.. capek ya, sini aku pijit"


Cih, Reyna mengelak. Sok baik!


"Dadakan gitu janjian sama Mas Satria" pancingnya


"Eh.. nggak dadakan kok. Aku lupa" Bimo menggaruk kepalanya


"Bohong!" Reyna berdiri menghentakkan kaki dan mendekat ke arah tangga


"Enggak, enggak bohong. Ayolah aku kan sudah minta maaf" Bimo mengejarnya


"Nggak perlu minta maaf, aku minta Kak Bimo jujur" Reyna berbalik dan melotot ke arah suaminya


"Jujur apa??"

__ADS_1


"Tadi siang kabur dari siapa?"


"Aku janji dengan Satria"


"Bohonnnng... " Reyna mendorong keras tubuh Bimo "Aku lihat perempuan itu!!"


Bimo terdiam "Rey, aku... "


"Perempuan siapa?" suara Alex terdengar lantang dari atas tangga


Reyna tersentak. Sial! dasar besar mulut, sekarang situasi jadi rumit karena Alex mendengar pertengkaran kecil mereka


"Bukan siapa-siapa Om" Bimo menaiki anak tangga diikuti Reyna dibelakangnya


"Bimo mandi dulu, setelah itu kita makan diluar" katanya saat tiba diujung tangga


---


"Aku nggak suka Kak Bimo bohong!" Reyna menyodorkan kaos polo ketangan Bimo dan menerima handuk basah


"Aku nggak mau kita ribut-ribut hal nggak penting"


"Berniat menemuiku, tapi aku menghindar"


"Mau apa katanya?"


"Entah" Bimo mengedikkan bahu


"Kak Bimo bohong"


Bimo memejamkan mata "Sudahlah, aku lapar. Aku tak mau ribut-ribut"


"Mana ponselmu!" telapak tangan Reyna membuka


Bimo menyerahkan ponselnya


"Namanya?" tanya Reyna lanjut setelah tidak ditemukan Lidya di kontak ponsel

__ADS_1


"Nggak aku simpan"


"Oh, jadi Kak Bimo ingat-ingat nomornya!" hadehhh emak-emak kalau cembokur begini banget yak 🤭


Bimo mengambil alih ponselnya, membuka deretan panggilan masuk lalu memilih salah satu deretan nomor disana


"Itu" disodorkannya lagi ponselnya


"Mau aku blokir!" Reyna gemas


"Silahkan" Bimo cuek saja


"Medsos nya juga! Yang mana?? Aku blokir sekalian" mulut Reyna tak henti-hentinya bercicit


"Medsos?? Mana pernah aku main medsos. Tak satupun akun aku punya" Bimo menggosok-gosokkan telapak tangan ke pipi


"God Rey! Your jealousy makes me . . . "


Bimo mendorong tubuh istrinya ke ranjang, meraih tengkuk dan ******* bibir sensual itu


Reyna mendorong dada suaminya kuat-kuat, mukanya merah menahan marah sekaligus malu. Seperti ini rasanya cemburu berlebihan


Bimo menatapnya dengan senyum lebar


"Sungguh kamu menggemaskan jika sedang cemburu.. "


"Nggak lucu!" Reyna berusaha bangun dan melepaskan dari kukungan tubuh Bimo


"Ayo sebentar saja.. " Bimo enggan beranjak dari atas tubuh istrinya


"Nggak mau, lapar!"


"Boleh nanti habis makan?"


"Tauk!" jawab Rey galak dan berlalu


 

__ADS_1


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2