
Bimo bergegas memasuki ruangan Pak Alex, pasti ada urusan penting ketika Om yang sekaligus atasannya itu memanggilnya di pagi hari.
‘'Ya Om!''
'Sudah kau perbaiki proposal ke perusahaan Mr.Kim. bagaimana perkembangannya?" tanya Alex
‘'Sudah sejak sebulan lalu, mereka hanya minta waktu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya karena biayanya cukup besar''
‘'Siapa saja wanita di team proyek ini''
‘'Reyna dan Desy Om?"
‘'Siapa yang pernah kau suruh ke perusahaan Mr Kim waktu itu?''
Bimo terdiam ‘'Reyna,ya Reyna yang antar, waktu aku sakit''
‘'Panggil Reyna kemari"'
Reyna tergopoh memasuki ruangan Pak Alex
‘'Ya Pak Alex?"
‘'Siapa yang kau temui di PT.A?""
‘'Mr.Kim sendiri, waktu itu sekretarisnya menyuruh saya menyerahkan langsung proposalnya karena saya tidak bisa menemui Pak Andi selaku kepala divisi"
‘'Mr Kim ada bilang sesuatu padamu?''
Reyna terdiam mengingat-ingat
‘'Ehmm, Mr.Kim tidak bilang apa-apa Pak''
''Meminta nomor ponselmu?''
''Ah yaa,,,tapi waktu itu saya kasih nomor Kak Bimo''
''Aku?'' Bimo menunjuk dirinya
''Iya, kan waktu itu Kak Bimo pesan biar dirimu saja yang menangani lebih lanjut'' jawab Reyna polos
__ADS_1
‘'Besok kalian berangkat dengan divisi development untuk pembahasan proposal dan sample tahap akhir, mereka sudah menyetujui anggaran yang kita berikan. Selamat Bimo!'' Alex menoleh kearah Reyna ‘'Kau boleh keluar sekarang Rey''
---
‘'Cukup aku saja Om, aku rasa Reyna tidak perlu ikut'' Bimo berkata cemas sesaat setelah Reyna meninggalkan mereka berdua
‘'Sayangnya itu yang diminta Mr.Kim. Tugasmu cukup jaga Reyna baik-baik disana, gadis itu terlalu polos untuk mengerti siapa Mr. Kim''
Bimo keluar ruangan gontai, ia merutuk meminta Reyna pergi saat itu. Mr Kim terkenal dengan petinggi yang suka memuluskan kontrak kerja jika ada embel-embel wanita. Wanita yang smart dan good looking pastinya makin memudahkan...
"Reyna, sebaiknya kau juga pelajari proposal pembahasan tahap akhir ini'" Bimo menyerahkan segepok berkas itu ke meja Reyna
‘'Aku sudah hapal diluar kepala, kan aku yang menyusun'' sombong Reyna
‘'Bersiaplah dengan pertanyaan dari perusahaan Mr.Kim''
‘'Kenapa musti aku sih Kak…'' dengus Reyna
‘'Hanya jaga-jaga saja, lagipula ini kesempatanmu untuk belajar naik level'' terang Bimo
.
.
.
Seperti tebakan Bimo, pandangan Mr Kim langsung mengarah pada Reyna
Tua bangka dengus Bimo dalam hati
Setelah bersalaman dan bertegur sapa Bimo berdiri hendak menyampaikan presentasinya tapi Mr Kim berbisik pada Pak Andi
‘'Maaf, Mr Kim ingin mendengar presentasi disampaikan oleh Ibu Reyna''
Sepanjang presentasi tatapan Mr Kim tak lepas dari wajah manis Reyna, hari ini Reyna tampak memukau dengan setelan blazer berwarna hitam dipadupadan dengan kemeja stripe berwana merah abu menyamarkan tinggi badannya yang tak seideal wanita lain. Bibirnya diusap lipstik merah menyala senada, rambut gelombang yang hitam pekat ia jumput sebagian dan membiarkan sisanya terurai.
Banyak sekali pertanyaan yang diajukan dari kubu Mr Kim dan mampu dijelaskan oleh Reyna, sesekali Bimo menimpali jikalau diperlukan
Tepuk tangan Mr Kim menyudahi presentasi Reyna, dia berdiri menyalami Reyna dan mencubit punggung tangannya dengan genit.
__ADS_1
‘'Pak Bimo saya permisi, untuk presentasi divisi development cukup diwakili oleh Andi'' katanya dengan aksen Indonesia terbata dan tak begitu jelas
‘'Pastikan Andi melaporkan hasil memuaskan jadi bulan depan kita bisa berjumpa lagi. And please ..make sure Mrs Reyna will join with us for your next visit'' mata sipit itu melirik kearah Reyna
Bimo hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih padahal bersumpah serapah dihatinya.
.
.
.
Mr Kim benar-benar memenuhi janjinya, dua minggu kemudian Pak Alex mengabarkan jika penandatanganan kontrak akan dilakukan tiga hari kemudian sore hari. Bimo sudah dapat membaca jika mereka sengaja memilih waktu sore agar bisa menahan kepulangan Reyna hingga esok harinya. Jarak perusahaan Mr Kim cukup jauh bisa jadi mereka akan sampai larut malam jika memutuskan pulang.
Bimo duduk dikursinya kemudian menghubungi seseorang diponselnya
‘'Sat, kau dirumah malam ini?'' tanyanya setelah terdengar suara pria diponselnya
"Emmm..ada yang mau aku bicarakan'' jemarinya mengetuk-ngetuk meja kerjanya ''Oke nanti aku sekalian antar Rey''
‘'Kenapa Kak ?" tanya Reyna
‘'Urusan lelaki"'
Bimo memutar kursi gadisnya itu menghadap padanya, di pegangnya wajah Rey dan dilihatnya manik mata itu lekat-lekat. Reyna menggoda Bimo dengan mengedip-ngedipkan matanya membuat Bimo memencet hidungnya. Keduanya tertawa lepas…
Reyna permisi mandi setelah selesai makan malam bersama Bimo dan Satria. Dua pria itu segera keluar, Bimo mengeluarkan bungkus rokok menyulutnya lalu memberikannya pada Satria
‘'Tiga hari lagi aku dan Reyna kemungkinan akan menginap Sat, klien-ku mengatur jadwalnya di sore hari. Kemungkinan berlanjut ke jamuan makan malam''
Disesapnya batang rokok itu dalam-dalam
‘'Bukan akal-akalanmu kan Bim'' Satria bicara dengan penuh penekanan
‘'Satria Satria kalau aku berniat macam-macam kenapa jauh-jauh kubawa Reyna menginap, bisa saja aku kemari ketika kau sedang bermalam dirumah Niken''
Puntung rokok itu dihempaskan dan diinjak Bimo kasar
__ADS_1
‘'Aku pun tak inginkan Reyna ikut, klienku ini mata keranjang''
‘'Kamu cemburu?!"Satria hanya tergelak sambil memukul bahu teman karibnya itu