Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
168. Terjaga


__ADS_3

Memasuki bulan ke tujuh kehamilan Reyna sering terbangun di tengah malam dan dini hari. Entah karena ingin buang air kecil, lapar dan pegal. Seperti saat ini ia bermain ponsel di dekat jendela setelah buang air kecil sambil memakan cone es krim, cemilan yang disarankan untuk ibu hamil agar tak mempengaruhi berat badan yang signifikan.


Pelan sekali Reyna menggigit cone ditangannya tapi sang suami tetap bereaksi dan terbangun.


"Maaf Kak, berisik ya" buru-buru Reyna memakan sisa cone ditangan dan menghampiri Bimo ke ranjang


Bimo menguap lebar lalu bersandar pada head board


"Lapar?" tanyanya


"Iya, sudah yuk tidur lagi" ajaknya


Bimo melirik jam dinding, jam 3 dini hari


"Pegal?" dielusnya pinggang istrinya


"Ya lumayan.. "


"Sini aku elus-elus" Bimo manarik istrinya mendekat


"Nggak usah Kak, besok Kak Bimo harus kerja nanti ngantuk di kantor" Reyna menyingkirkan tangan suaminya


"Rey, aku kan ayahnya. Biarkan aku menebusnya, dulu kamu sendirian waktu hamil Dewa"


Reyna menatap Bimo, ada sedih tergurat dimatanya. Perjuangannya saat hamil Dewa memang berat, sendiri dan masih harus bekerja.


"Nggak apa-apa, sekarang kan sudah terbayar. Hidup aku sudah bahagia, mapan" senyumnya mengembang "Aku nggak mau merepotkan suami aku yang kerja pagi pulang malam"


"Sudah jadi kewajiban aku Rey" Bimo mengelus-elus pinggangnya


"Nggak ada obatnya ya pegal begini" cetusnya

__ADS_1


"Obatnya nanti kalau adiknya sudah lahir"


"Sakit ya Rey?"


"Ya gimana ya, ngilu, linu gitu Kak"


"Hanya itu, waktu itu kamu sampai nangis" Bimo meledek


Reyna mengingat beberapa hari lalu dia memang sampai menangis karena ngilu menyerang saat dibonceng motor oleh Bimo pergi jalan-jalan sore


"Habis rasanya nyebelin" Reyna terkikik "Maaf ya Kak kamu jadi malu"


"Nggak apa-apa, rekor baru. Alun-alun kota ke rumah 30menit" pria itu itu ikut tertawa kecil mengingat Reyna yang harus bolak balik meminta turun dan mengurut-urut pinggangnya


"Kamu lihat apa?" Bimo melongok ke arah ponsel istrinya


"Chat di Group alumni, kemarin ada perwakilan ikut meresmikan tempat praktikum. Ah jadi pengen nongkrong di gerbang kampus. Ah enaknya seger deh kalau bisa minum es doger"


"Apa itu?" Bimo menaikkan alis mendengar makanan yang baru ia dengar pertam kali


"Kamu ngidam?? "


"Eh, enggak kok cuma kepengen aja"


"Disini ada?"


"Ehm, nggak tahu. Ada nggak ya" Reyna masih sibuk melihat foto teman-temannya


"Rey.. "


"Ya"

__ADS_1


"Kalau anaknya perempuan aku yang kasih nama ya?"


"Iya"


"Kalau laki-laki??"


"Ya Kak Bimo jugalah. Gantian! Lagian kenapa ya Kak. Hamil kali ini lebih santai dan lebih cuek"


Reyna membalikkan badan


"Mungkin karena ada Kak Bimo disisi aku"


Ditangkupkannya wajah maskulin didepannya lalu dikecupnya


"Makasih ya Kak"


Bimo menggangguk dan tersenyum. Menempelkan hidungnya ke hidung Reyna, lalu menggesekkan bulu-bulu halus yang tumbuh didagunya ke pipi istrinya


"Ih geliii... " Reyna terkikik "Ayo ah tidur lagi" tangannya melingkar mesra ke perut Bimo


"Yakin kamu nggak pengen itu apa tadi aku lupa" cicit Bimo


"Enggak enggak, sudah jangan dipikirin Kak. Kalau sekarang pengennya sudah lain lagi" Reyna mengusap-usap bulu halus disekitar pusar Bimo


"Pengen itu??" Bimo menggeliat


"Ih, maunya!" Reyna sontak menarik tangannya


"Trus apa"


"Pengen lubangin kasur biar bisa tidur telungkup!"

__ADS_1


Eng Ing Eng......


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2