Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
148. Ancaman Alex


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Bimo masih saja berusaha menggoda Reyna agar melupakan kekesalannya soal Lidya. Akan tetapi Istrinya masih saja memasang muka masam dan tak banyak bicara.


Mobil Bimo membelok ke salah satu resto yang lumayan ramai terlebih diakhir pekan seperti ini. Pilihan menu yang cukup banyak dilengkapi fasilitas WIFI dan arena bermain untuk anak-anak membuat resto itu didatangi hampir semua kalangan usia.


Reyna memilih meja dibagian belakang resto untuk memudahkan mengawasi Dewa yang bermain. Bimo permisi keluar untuk membayar pesanan dan menghisap rokoknya selagi menunggu Alex menyelesaikan makan malamnya.


Memilih bersandar di pilar besar penyangga resto, berderet perokok lainnya berada di selasar itu. Lalu lalang orang disekitar yang hendak menuju kamar mandi.


"Bimo" panggilan seorang wanita membuatnya menoleh


"Dya" sontak ia mundur satu langkah saat wanita berparas cantik tinggi semampai menyetarai tinggi tubuhnya mendekat


"Kamu kemana tadi siang?"


"Eh aku ada janji" Bimo buru-buru mematikan rokok yang masih separuh ia hisap


"Oh, aku pikir sengaja menghindariku" wanita cantik itu tertawa kecil dan berdiri menjajari Bimo


"Aku cuma mau ngobrol kok Bim, butuh teman" Lidya berkata lirih


Bimo menggeser badannya menjauh "Sorry Dya, lebih baik kita tak bertemu lagi. Aku nggak mau ada salah paham dengan istriku"


"Tapi Bim.. " Lidya menahan lengan Bimo


"Bimo!!! " pekikan Alex mengagetkan keduanya


"Oh pantas kau ajak kesini" Alex menatap Lidya dengan ekspresi jijik "Sejak kapan ... "


"Om, ini nggak seperti yang Om pikir. Kita nggak sengaja ketemu, ini juga mau pergi" Bimo mendekati Alex memegang lengan pria itu untuk pergi menjauh


"Maaf Om, Bimo benar ini hanya salah paham. Permisi" Lidya berlalu meninggalkan keduanya


Alex menatap kepergian Lidya, mengalihkan tatapan tajamnya pada Bimo


"Ingat kamu sudah menikah Bimo"


"Bimo tahu Om"


"Sejak kapan kalian.. "


"Om" potong Bimo "Bimo bisa jelaskan"


drtttt drttt ponsel Bimo bergetar


"Ya Rey?"


"Masih lama? Aku kepengen pipis"


"Oh ya sebentar"

__ADS_1


Bimo memasukkan ponsel ke saku celananya


"Bimo tunggu di mobil Om" lalu ia berlalu


Bimo menangkap mata Lidya yang sendu menatapnya saat keluar dari ujung selasar. Ditemani beberapa pria dan wanita dalam satu meja. Meja Lidya persis di pintu keluar selasar arah kamar mandi, sudah pasti Reyna akan melihat perempuan itu jika ia berada di posisinya saat ini.


Istrinya nampak sedang menemani putranya bermain ayunan.


"Ayo pulang.. " ajak Bimo


"Aku mau pipis" Reyna meringis


"Antri banyak disana"


"Nggak apa-apa" Reyna berdiri


"Sudah ditunggu Om Alex di mobil. Yuk ah" Bimo buru-buru menggendong Dewa lalu merangkul paksa Reyna


Mengeratkan rangkulannya pada bahu istrinya


"Lihat sini, lihat aku" Bimo mencoba mengalihkan pandangan Reyna dari keramaian resto


"Hah?" Reyna menoleh


Bimo mencium pipinya dan tersenyum


Sepasang mata memandang ketiganya hingga menghilang dari area resto


.


.


.


"Pipis sini saja" Bimo menghentikan mobilnya di pelataran minimarket


"Yah... masak cuma numpang pipis" Reyna menatap ragu


Bimo mengeluarkan dompetnya "Sama beli terserah sana" menarik tangan Reyna dan menaruh dompet di telapaknya


"Beneran ya terserah" mata Reyna berbinar "Yuk Dewa, beli es krim" ajak Reyna


Tinggalah berdua Bimo dan Alex yang sedang menatapnya tajam dari spion tengah


"Kau masih berhutang penjelasan. Sejak kapan?"


"Dya menemui Bimo hanya untuk minta maaf Om"


"Kau tahu resiko menemui wanita itu lagi!"

__ADS_1


"Iya Om, Bimo tahu. Makanya Bimo cukup sekali saja. Cukup!"


"Reyna tahu masalah ini?"


"Iya, Bimo sudah kasih tahu"


"Hah! Kau beri tahu atau dia memergokimu" Alex tertawa kecil mengejek


"Om, sudahlah. Bimo sudah menjelaskan dan minta maaf. Cukup"


"Bukankah kau bilang wanita itu menetap di luar negeri bersama suaminya?"


"Iya, Dya kemari cuma pakai visa berkunjung. Paling 2 bulan dia balik ke negaranya"


"Ada keperluan apa dia kembali, setahu Om dia bukan berasal dari kota ini"


"Mana Bimo tahu, liburan mungkin" Bimo mengedikkan bahu


"Dan suaminya?"


"Entah" Bimo menggeleng


"Kau tak takut jika terpegok suaminya"


"Ayolah Om, aku cuma bertemu kurang dari setengah jam"


"Lalu apa tujuanmu bertemu lagi dengannya?"


Bimo meraup wajahnya kasar, dirinya bagikan sedang diinterogasi polisi India


"Bimo cuma iseng, penasaran. Tak lebih dan sekarang Bimo menyesal"


"Dengar Bimo. Jika kamu menyakiti Reyna, jangan harap bantuan Om untuk membujuknya memaafkanmu"


"Iya-iya Bimo dengar"


"Om tidak main-main, camkan itu baik-baik"


Bimo mengangguk angguk ketakutan


Pembicaraan keduanya terhenti saat Reyna membuka pintu depan


"Beli es krim satu karung?" tanya Bimo heran melihat satu kantong belanjaan penuh


"He he , mumpung lagi promo" Reyna melebarkan senyumnya


Apapunlah asal istrinya senang, entah Bimo merasa bersalah sejak kedatanhan Lidya


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!

__ADS_1


__ADS_2