Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
137. Penipu (part1)


__ADS_3

Reyna termangu menatap deretan pil mini yang kini ia genggam. Gemericik air terdengar dari kamar mandi, Bimo tengah mandi selepas pulang dari bekerja. Menoleh kearah pintu kamar mandi, dirinya ragu jika suaminya akan mengijinkan ia memakai salah satu dari sejumlah perangkat kontrasepsi.


Mendengus kasar lalu ditenggaknya sebutir, menyimpan barang itu kembali ke tas jinjingnya. Sesuai arahan apoteker ia harus menunggu setidaknya 7 hari dari awal mengkonsumsi pil tersebut untuk mendapatkan hasil maksimal.


Reyna memutar otaknya, ia harus berpura-pura haid selama 7 hari kedepan untuk menghindarkan Bimo menyentuhnya.


Tebakannya tak pernah meleset, seperti biasa Bimo berusaha merayunya dengan segala daya upaya. Merayap naik keranjang dengan gerakan seduktif saat dirinya asik memainkan ponselnya.


Menenggelamkan kepala di ceruk leher, menciumnya, mengecup bibir dan ********** penuh nafsu. Merasa tak mendapatkan penolakan tangannya gemas mengobok-obok bongkahan sintal yang memang tak berpenghalang dimalam hari.


Reyna menahan desahan sebisa mungkin, tak dipungkiri ia rindu dengan setiap sentuhan suaminya. Ia tunggu saat itu segera datang agar tak berlarut menyiksa suaminya. Tap tap tap tangan Bimo mulai menerobos diantara dua paha yang ia tahan serapat mungkin.


"Ohhhh shitttt!!!! " pria itu itu menjatuhkan badannya kasar keranjang saat jemarinya menyentuh benda padat yang menyelimuti alat vital istrinya.


"7 hari lagi ya Kak. Sorry... " Reyna mengecup pipi suaminya


"It's okay!" dada Bimo masih naik turun tersengal karena jengkel


.


.


.


Percobaan pil mini sebulan rupanya membuat Reyna senang sekaligus gelisah. Senang karena setidaknya ia mendapatkan cara untuk menunda kehamilan yang belum ia inginkan saat ini. Sekaligus gelisah jika suatu saat Bimo mengetahui perihal ini. Jujur didalam lubuk hatinya ia merasa berdosa telah menipu suaminya itu.


---


"Rey, nanti malam aku ajak kerumah kenalanku ya. Istrinya baru melahirkan" ajak Bimo saat mereka tengah bercengkrama bertiga di kamar Dewa

__ADS_1


"Eh.. " Reyna berhenti menyuapkan potongan buah ke mulut Dewa


bayi?


"Tolong carikan kadonya ya Rey" Bimo mengambil alih piring buah dari tangan Reyna dan menyuapkan kemulutnya


"Ya" sahut Reyna pendek


"Dewa besok ikut ya lihat adik cantik" Bimo merangkul putranya


oh jadi bayinya perempuan


"Ya ayah.. kapan Dewa punya adik cantik sendiri?" tanyanya sambil memandang Reyna sedih


jleb


"Mungkin Dewa belum cukup besar dan kuat untuk gendong, jadi adiknya belum datang" Reyna memaksakan tersenyum menghibur anaknya


Dua lelakinya tertawa riang, hanya batin Reyna yang menjerit sakit disana


Tahukah wahai kalian semua, hatiku sakit tiap kali ada yang berbicara soal kehamilan, kelahiran dan ***** bengek lainnya seputar bayi.


.


.


.


Petang hari tiba, Reyna memasukkan kado yang ia beli secara online pagi tadi kedalam paper bag berukuran besar. Ia bahkan tak memiliki cukup nyali untuk sekedar masuk ke toko perlengkapan anak bayi. Ia takut akan terbawa suasana, menguras emosinya lalu menangis disana.

__ADS_1


"Jadi Dewa nggak ikut Rey?" suaminya keluar dari kamar mandi dan menuju sisi ranjang, hari ini Bimo pulang lebih awal dari biasanya


"Ehm.. iya. Capek katanya tadi siang ada ekskul berenang disekolah" Reyna membantu mengancingkan kemeja denim suaminya


"Yah... padahal aku ingin lihat reaksinya. Apakah masih senang dengan bayi perempuan" ada sececap sedih di ucapan Bimo


tolong, jangan bahas lagi bayi perempuan


"Mau berangkat sekarang? Tadinya aku mau ajak kalian makan bertiga dulu, makanya aku pulang awal" Bimo menata rambutnya


"Aku belum lapar sih Kak"


"Ya sudah kita makan setelah dari sana saja ya. Aku mau ke kamar Dewa dulu, ajak dia main sebentar. Takutnya dia sudah tidur saat kita pulang nanti"


Reyna mengangguk, dia beranjak membereskan handuk basah


tit tit tit tit tit


Reyna berjingkat setengah berlari saat mendengar alarm ponselnya berbunyi, ia nyalakan alarm sebagai pengingat meminum pil mininya


Mengambil benda itu dari dalam kotak kecil di atas almari, menelannya satu butir dan bergegas hendak mengembalikan ke tempat semula


ceklek


Langkah Reyna tertahan saat mendengar pintu kamar terbuka, Bimo masuk perlahan dan mengambil dompet ponsel dan kontak mobil dinakas


"Ayo.. " ajaknya


Stripe berwarna silver itu ia genggam erat di telapaknya

__ADS_1


"Ya" buru-buru meraih tas jinjingnya dan memasukkan benda itu kedalamnya


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2