
Kecupan hangat mendarat di pipi Reyna, membangunkannya dari kegiatannya bergelung dibawah selimut dan terduduk. Spontan melompat dari ranjang dan melihat jam dinding
"Jamnya rusak ya?" melongo bodoh menatap jam dinding yang jelas-jelas masih berdetak maju
"Enggak, ada meeting pagi dan beberapa berkas belum lengkap" Bimo mencoba menautkan kancing kemeja dipergelangan tangan kanannya
Reyna berjingkat dan membantu suaminya yang nampak kesulitan "Kenapa tak bilang, aku kan bisa bangun lebih pagi"
"Tak apa, maaf membangunkanmu" lagi pria itu mengecup pipinya dan melangkah lebar ke arah pintu
"Sarapan dulu Kak"
"Gampang nanti selesai meeting saja" teriak Bimo sambil menuruni tangga
.
.
.
Bau harum masakan tercium dari dapur, dengan cekatan Reyna menyiapkan tempat bekal dan mengisinya satu persatu dengan masakan yang ia siapkan.
Mengingat Bimo melewatkan sarapan pagi ini, Reyna berniat untuk mengantarkan makan siangnya. Nasi merah, ca brokoli sapi dan udang asam manis. Done!
"Dewa, mau makan siang sekarang atau nanti tunggu Mama pulang?" tanyanya pada putranya yang tengah mewarnai di ruang tengah
"Sekarang Ma, Dewa lapar"
Reyna menyuapkan makanan ke mulut Dewa yang makan dengan lahab, mencubit pipi anaknya dengan gemas
"Kau mau pergi Rey?" tanya Alex
"Iya Om, antar makan siang ayah Dewa"
"Ehmm.. bisa minta tolong antar berkas ke ruko? Diantar Pak Man kalau perlu"
"Ah nggak usah Om,biar Reyna sendiri saja kan satu arah"
Alex melirik tempat bekal Bimo yang disiapkan Reyna
"Bolehlah kamu bawakan Pras makan siang sekalian, kasihan temanmu itu. Bujang sepertinya siapa yang urus"
__ADS_1
"Oh ya Om, nanti Reyna bawakan"
.
.
.
Ponsel Reyna berbunyi, meminggirkan mobilnya dan menjawab panggilan dari suaminya
"Ya Kak?"
"Rey, aku makan siang diluar"
"Loh, aku sudah mau sampai ini" Reyna mendengus
"Maaf, mendadak. Sudah ya aku lagi dimobil"
"Ya sudahlah"
Mengetuk-ngetuk setir, tinggal beberapa blok saja dia sampai didepan kantor suaminya. Jalan satu arah memaksanya mau tak mau melajukan mobilnya kembali dan berbelok diujung jalan
Jantung Reyna hampir copot saat mobilnya melintas didepan gedung berlantai 2 tempat suaminya bekerja. Seketika ia injak pedal rem hingga tubuhnya tersentak kedepan.
tiiiinnnnn tiiinnnn
Klakson mobil dibelakang berbunyi nyaring menyadarkannya, buru-buru ia injak pedal gas dan meminggirkan mobilnya. Melihat gerak gerik wanita ular itu dari spion tengahnya. Ia yakin sebentar lagi pasti mobil Bimo keluar.
Tik Tok Tik Tok
Bermenit lamanya bahkan sudah 10menit berlalu dari waktu makan siang, perempuan ular itu masih berdiri di trotoar dan nampak berusaha menghubungi seseorang dengan ponselnya.
Cih, gemas rasanya ingin meremas mukanya yang sok cantik (eh bukan sok, memang cantik). Kesal melihat geliat tubuhnya yang bergerak gelisah mengibaskan tangan kepanasan. Ya Tuhan, buatlah tubuh langsing sempurna itu meleleh dibawah terik mataharimu!
Sebuah mobil berhenti didepan perempuan ular itu, jelas bukan mobil suaminya. Lidya masuk ke bangku penumpang
Lalu kemana Bimo??? bertanya tanya kesal. Ah mereka mungkin sudah mengatur kencan diluar. Kakinya gatal bersiap menginjak pedal gas berniat mengikuti mobil dan ponselnya berbunyi
Vicall dari suaminya
"Sayang... " sapa suaminya yang nampak sedang mengunyah makanan
__ADS_1
Ish sayang sayang! Reyna cemberut
"Masih marah??" Bimo memajukan wajahnya ke layar lalu mengecupnya
"Ih.. jijik lihat kamu Bim!" terdengar pekikan laki-laki disana yang nampak tak asing olehnya
"Sirik aja! Telpon istrimu sana" Bimo menoleh kearah suara
"Kak Bimo sama Mas Satria??" tanya Reyna
Layar ponsel Bimo diarahkan kesamping, nampak Satria sedang menyantap makanan dan melambai-lambai kearahnya
"Bimo kabur ketempat aku Rey, dia..."
"*****! Tutup mulut kamu Sat!" terdengar teriakan Bimo bersamaan dengan suara barang jatuh terlempar dan tawa Satria membahana
Kabur?? Dari siapa?? Dari aku??
Kening Reyna terlipat, jangan-jangan kabur dari perempuan ular??
"Maaf sayang.. Satria kangen sama aku katanya" Bimo bercanda dengan melempar kiss by ke arah Satria
"Najis kamu Bim!! " pekik Satria
"Hemmm... " bola mata Reyna menangkap mobil perempuan ular yang berlalu didepannya "Ya sudah Kak, aku mau pulang" tangannya melambai dan mematikan sambungan vicall
Menaruh ponsel di kursi sebelahnya, eh bungkusan apa itu dikursi penumpang? Ah shit! dia lupa bekal makan siang Pras.
Hah, sudahlah tak ada gunanya juga ia mengikuti si perempuan ular. Kakinya ia lepas dari pedal gas yang sudah siap ia injak. Menghubungi Pras dan berharap pria itu belum makan siang
"Halo" jawab pria disana
"Pras, sudah makan?"
"Ehm belum, kenapa?"
"Aku mau kesana, bawa berkas Om Alex sekalian ada makan siang buat kamu"
"Oh.. okay. I'm waiting, thanks before Rey"
__ADS_1
Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!