
Satria terbangun saat mendengar suara berisik dari arah dapur, harum masakan menyeruak saat ia membuka pintu kamar menggodanya untuk menyeret langkahnya kesana.
"Masak apa Rey?" tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Reyna menoleh
"Ehhhmmm maaf mas aku bangun kesiangan, aku cuma bisa goreng nasi sisa semalam sama telor ceplok"
"Kopi ya Rey gula sedikit, aku mandi dulu"
Tak lama keduanya sudah duduk bersebrangan di meja makan menikmati sarapan. Nasi goreng saja sudah cukup membuat Satria puas, buatnya masakan Reyna selalu pas dengan seleranya.
"Rey... nanti aku pulang malam ya, banyak kerjaan" ucap Satria disela-sela dia seruput kopinya.
bohong kamu Sat..yang benar kau mau menemui wanitamu Niken
Diliriknya gadisnya itu yang hanya mengangguk tak bersuara melahab isi piringnya, terlihat kotoran menempel erat disudut matanya bukti nyata dia terburu terbangun menyiapkan sarapan. Bau bawang dan asap masih melekat dibajunya, Reyna sengaja tidak mandi dulu dan menemani Satria sarapan. Sedikit berbincang dengan makhluk lain karena seharian dia hanya sendirian di dalam rumah.
"Baik-baik dirumah ya" pamit Satria sambil mengacak rambut Rey.
Reyna bergegas masuk kamar mandi badannya lengket dan bau setelah bergumul didapur.
---
"Shiiiittt..." pekik Satria dan segera menginjak pedal rem dan berbalik arah saat menyadari ada barang penting tertinggal. Ia segera menerobos masuk rumah, sepi hanya sayup-sayup terdengar gemericik air dari arah kamar mandi luar. Satria menuju meja makan beralih ke dapur melongok-longok kepalanya mencari benda pipih yang belum ditemukan juga, lalu melangkah ke kamarnya tergesa..
cekrekkkk
__ADS_1
pintu kamar mandi luar terbuka dan whaaallaaaa
Reyna berdiri mematung didepan kamar mandi, jantungnya berdegub. Sontak dia silangkan kedua tangan di depan dada yang hanya terlilit handuk. Siallll batinya, saking buru-buru mandi dia lupa membawa ganti baju kedalam.
Lain halnya dengan Satria, menyesal dia telah mengumpat beberapa menit lalu. Saat ini dia merasa bersyukur disuguhkan pemandangan indah dipagi hari.
Lidahnya kelu tenggorokannya tersekat saat ia kesusahan menelan air liurnya. Takjub dia memandang tubuh polos Reyna yang hanya berbalut handuk dari dada dan separuh pahanya. Rambut basah teracak mengingatkan Satria pada sosok wanita-wanita di film-film dewasa pendek yang terkadang dia lihat.
Reyna berlari masuk kamar saat kepingan-kepingan kesadarannya berkumpul.
brakkkk
dia banting daun pintu yang tak bersalah apa-apa
"Ponselku ketinggalannnnnn....." teriak Satria dari luar
.
.
.
"Haloooo sayangggg, tumben jam segini sudah kemari" sambut Niken bergelayut manja di leher Satria.
"Kangen" Satria mengecup bibir Niken lembut
bohong lagi kau Sat, adikmu dibawah sana hanya butuh tubuh wanita untuk pelampiasan
__ADS_1
"Gerah yank, mandiin " rajuk Satria
Niken hanya tersenyum simpul melompat kepelukan Satria yang menggendongnya manja kearah kamar mandi.
Nafas Satria memburu melihat tubuh bagian atas Niken yang tak tertutup benang sehelaipun.Rambut Niken basah oleh air shower dan entah kenapa Satria malah terbayang pemandangan tadi pagi. Arrrgghhhh kenapa bayangan Reyna bisa hadir saat ia hendak mengecap tubuh Niken. Dia berhenti dan mematikan shower sejenak memandangi tubuh Niken, mendesak tubuh ramping itu untuk melanjutkan aksinya diranjang.
Membaringkannya mengecup leher dan turun kebawah. Sprei mulai membasah akibat celana keduanya yang lembab terciprat air shower.
drttttttt drtttttt drttttt
drrtttt drtttttt drrtttt
Niken mendengus mendorong Satria menjauh
"Angkat dulu, mengganggu kenapa sih kau selalu lupa matikan ponselmu saat kita berdua" cicitnya
Tanga Satria meraih ponsel dimeja samping ranjang tanpa merubah posisi tubuhnya. Ponsel Satria bergetar memperlihatkan panggilan dari Reyna, seketika perasaannya menjadi gusar. Reyna tidak pernah menghubunginya lebih dulu selama ini.
"Yaaa..." jawab Satria tidak berani menyebut nama, dia tatap Niken dibawahnya yang sedang menggodanya dengan meremas-remas dua gundukan dadanya.
mas...pulang jam berapa
"ehh belum tahu, kenapa?"
iniiii.... ehhh dua temanmu kemarin ada dirumah
Seketika lutut Satria melemas, dia tutup panggilan itu. Beranjak dari ranjang menyambar kemeja yang dia hempaskan tadi kebawah.
__ADS_1
"Ken..aku pulang. Ada urusan mendadak!" seru Satria sambil tergesa mengancingkan bajunya.
"Maaf" dia kecup kening Niken kemudian segera keluar dari rumahnya dan tancap gas menuju kediamannya meninggalkan wajah Niken berubah merah padam. Urusan sepenting apa hingga membuat Satria meninggalkan dalam kondisi seperti itu. Niken hapal benar laki-laki yang 3 tahun dia pacari, kapanpun dan apapun akan dia terjang saat hasratnya sudah di ubun-ubun.