
Bimo berbaring manja di paha istrinya, pagi yang cerah di akhir pekan. Keduanya masih bergumul mesra diatas sofa, hubungan mereka justru kembali menghangat setelah dibakar rasa cemburu
Benar adanya cemburu adalah bagian dari cinta 🙂
Reyna menggoyang-goyangkan gemas kepala suami dipahanya
"Bangun Kak... "
Bimo hanya membuka sebelah matanya kemudian kembali terpejam
"Iya, nanti tunggu Dewa bangun"
Reyna mengelus lembut kepala suaminya, sudut bibirnya tertarik
"Kak.. mulai botak" telunjuknya mengetuk pelan pelipisnya "Sudah tua.. " kekehnya kecil
"Bukan.. itu gara-gara ulahmu"
"Kok bisa?"
"Sering kamu tarik kalau sedang *******"
Cubitan kecil membuat pria itu mencicit pelan
"Bisa tidak sih jangan vulgar"
Mata pria itu membuka "Tapi kamu suka kan?"
plakkk
kembali tangan itu memukul manja
"Aduh... " Bimo pura-pura kesakitan "Ada yang malu... Malu malu mau" menatap wajah istrinya yang bersemu merah
Tangan perempuan itu menyisiri tiap helaian rambut
"Kak... " pekiknya "Ada uban!" menundukkan wajahnya untuk melihat lebih jelas
Bimo menarik tengkuk istrinya dan...
cup
__ADS_1
"Ahhh... jadi hilang kan..Dasar Kakak Tua!"
Bimo memutar badannya, menghadapkan wajah pada perut istrinya dan mengelus-elus.
"Semoga nanti masih kuat gendong anakku bayi" gumamnya
"Ke dokter yuk Kak" Reyna menepuk punggung suaminya
"Eh?" Bimo mendongak "Kamu sakit?"
"Ish, konsultasi ke obgyn"
"Memang aku kurang teknik bagaimana lagi untuk melakukan pembuahan sampai harus konsultasi" Bimo mencelos
"Kalau kita asal bikin lalu lahir anak laki-laki bagaimana?"
"Ya takdir"
"Trus"
"Ya bikin lagi"
"Aaaaa.. nggak mau. Dua anak cukup! yuk Kak besok kita pergi"
"Apanya?"
"Tiba-tiba bersemangat begitu?" Bimo bangkit dan berjalan mengambil bungkus rokok
"Loh bukannya ini yang Kak Bimo mau?" Reyna mengekor dibelakangnya
"Iya aku mau, tapi aku tak mau kamu mau karena terpaksa" Bimo duduk di pinggir jendela yang terbuka lebar, mengeluarkan sebatang dan menyulutnya
Reyna mendekat, memeluk pinggang suaminya yang sedang merajuk. Memiringkan wajahnya dan ******* bibir pria itu, mengecup ngecup sisa-sisa filter.
"Manis.. " gumamnya sambil mengatup ngatupkan bibirnya sendiri
Bimo menatap istrinya "Kamu yakin siap hamil lagi?"
Reyna mengangguk dan bersandar di bingkai jendela
"Kemari... " Bimo mengulurkan tangan merengkuh pinggang berisi itu "Maaf, aku tak bisa mengerti perasaanmu waktu itu. Kamu menangisinya hampir tiap malam"
__ADS_1
"Ah.. Kak Bimo tahu?"
Reyna menunduk, mengingat sebulan pertama pasca keguguran. Terbangun di sepertiga waktu malam, mengambil lembaran kertas hasil USG calon anaknya dan menangisinya di depan closet.
"Aku tahu namun aku terlalu takut untuk bertanya. Aku sakit tiap kali melihatmu menangis" asap putih itu kembali mengepul
"Itu kenapa Kak Bimo memilih tidur dengan Dewa?"
Pria itu mengangguk "Maaf"
"Kak Bimo nggak salah" buru-buru Reyna menggeleng dan mengelus dada suaminya
"Ternyata dengan menghiburmu dan berusaha menghadirkan lagi adalah keputusan yang salah. Membuatmu makin jauh dariku, menerka apa yang membuatmu enggan hamil lagi"
"Kak.. aku yang salah. Harusnya aku bisa bicara jujur dan tidak memutuskan sepihak dengan minum pil pil itu"
"Aku tak akan memaksamu jika kau memang belum siap" Bimo melandaikan kepala di ceruk leher istrinya
"Siap kok, bikin sekarang juga siap" Reyna menghentakkan kakinya dan menaruh sebelah tangannya bagaikan hormat bendera
Bimo buru-buru mematikan rokoknya "Mau dimana??"
"Terserah tuan yang penting enak" Reyna menggoda sambil menarik tinggi-tinggi gaun tidurnya memperlihatkan pahanya
Tak butuh waktu banyak bagi Bimo untuk meloloskan gaun malam dari tubuh istrinya berikut seperangkat kain pelapis lainnya.
"Kak, tutup dulu jendelanya"
"Paling burung yang lihat"
Bimo memeluk tubuh Reyna dari belakang, meremas dua aset kenyal dengan gemas. Menjilat belakang telinga dan menggigit sepanjang bahu, mengobok-obok aset lainnya hingga lembab dan siap dimasuki.
Clap Clup Clap Clup
"Oh nooo!!!" Reyna sontak berlari menuju kamar mandi ketika punggungnya basah oleh sesuatu
Bimo menyusulnya sambil cengar cengir dipintu kamar mandi
"Gimana mau hamil kalau begini terus" sungut istrinya dibawah guyuran air shower
"Sabar... besok kita tanya ahlinya dulu biar Si Ontong sukses bikin adik bayi cantik"
__ADS_1
Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!