
Reyna dan Bianca pamit pulang saat suami Bianca tiba untuk menemani Linda malam ini, tak banyak yang dapat mereka lakukan karena karena tak diijinkan untuk melihat pasien ICU.
Reyna memajukan motornya perlahan, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam saat ia meninggalkan area parkir rumah sakit, pasti Dewa sudah tertidur saat ini.
Dahi Reyna tertekuk saat melihat mobil Bimo terparkir manis digarasi rumahnya, ini bukan akhir pekan belum saatnya Bimo datang. Motor sang pengasuh tak ditemuinya digarasi, ia segera menghubungi pengasuh Dewa.
"Halo..Ya Bu Reyna"
"Mbak dimana?"
"Maaf saya sudah pulang , lupa tidak kasih kabar. Tadi Pak Bimo datang dan menyuruh saya pulang Bu"
"Oh.. oke Mbak"
Perlahan Reyna memasuki rumah, jas kerja Bimo tersampir di sofa tengah berikut ikat pinggangnya. Reyna mengintip ke arah pintu kamar Dewa yang sedikit terbuka, Dewa tidur memeluk guling menghadap tembok. Disampingnya tubuh Bimo meringkuk disisi ranjang dengan tangan tertekuk pengganti bantal. Mereka berdua berbagi ranjang yang sempit dan seyogyanya hanya cukup untuk ukuran anak remaja.
Pria itu nampak tertidur pulas, kemeja kerja nampak kusut berantakan. Reyna mengurungkan niatnya untuk membangunkan Bimo, memilih menutup pintu kamar perlahan dan berjalan menuju kamarnya sendiri.
Ia putuskan untuk tidak mandi karena sudah terlalu malam dan bisa jadi membangunkan keduanya, ia mengganti baju kerjanya dengan baju rumahan.
Pintu kamar sengaja tidak ia tutup agar Bimo bisa membangunkannya jika terjaga dari tidurnya nanti.
Reyna mencoba memejamkan mata, berharap akan ada mukjizat di esok hari. Air matanya kembali mengalir berderai hingga ia merasakan lelah yang teramat sangat dan membawanya segera ke alam mimpi.
.
.
.
Pagi hari saat terbangun Reyna masih mendapati dua lelaki di kamar seberang belum juga terbangun. Reyna memulai aktivitasnya di dapur, menyiapkan sarapan untuk ketiganya. Suara berisik dari dapur nampaknya terdengar oleh Bimo. Pria itu bangun dari ranjang dan menghambur ke arah dapur.
"Maaf, aku ketiduran. Kenapa kau tak bangunkan aku Rey?"
__ADS_1
Reyna menoleh "Kasihan Kak Bimo nampak capek, pegal ya harus berbagi ranjang"
"Kamu tak apa Reyna?" Bimo bertanya cemas karena melihat mata Reyna yang sembab
Reyna tidak menjawab
"Kak Bimo datang kesini ada perlu? Belum juga akhir pekan?" Reyna mengalihkan perhatian
"Aku ada meeting dengan klien, aku pilih meeting di kantor mereka sekalian menemuimu"
Reyna meliriknya heran
"eh Dewa maksudku" Bimo tersadar akan ucapannya tadi
Reyna masih saja menatapnya
"Ah kalian berdua pokoknya" Bimo makin serba salah
---
Reyna menepuk-nepuk punggung Bimo sambil mengulurkan gelas berisi air
"Pelan-pelan, sana mandi dulu baru makan"
"Aku mandi sini ya Rey? malas buka rumah, aku ambil baju ganti dulu dimobil" pintanya
Reyna hanya mengangguk, dia beringsut menuju kamar untuk mengambil handuk bersih.
Reyna sudah duduk dimeja makan sedang memangku Dewa yang sudah terbangun. Diciuminya bocah kecil itu dengan gemas.
"Semalam dia menanyakanmu terus" ucap Bimo sambil merapikan kemejanya "Nanti pulang malam lagi? " lanjutnya
Reyna menggeleng
__ADS_1
"Tidak,kasihan kalau nanti Dewa mencariku lagi"
Bimo duduk dan mengambil piring yang sudah disiapkan Reyna
"Maaf aku tidak bisa menjaganya nanti malam, selesai meeting aku harus kembali ke kantor. Ada beberapa pekerjaan yang perlu kubereskan. Lusa aku kemari saat weekend"
Reyna mengambilkan lauk dan menyodorkan piring berisi tumisan sayur
"ehmm.. makasih Kak" Reyna mencium lagi pipi Dewa "Dewa temani ayah makan ya, mama mau mandi dulu"
.
.
.
"Kamu nggak makan dulu?" tegur Bimo saat melihat Reyna bersiap berangkat
"Nanti di kantor" Reyna menunjuk kotak makan yang sudah ia siapkan, ia bergegas mengambil kontak motor.
Bimo menurunkan Dewa dari gendongannya dan menyerahkan pada pengasuhnya yang barusan datang
"Are you okay Reyna?" tanya Bimo sambil mengekor dibelakangnya
"Hemm... " Reyna enggan menjawab
"Bagaimana kondisinya?" Bimo bertanya dengan hati-hati
Reyna menatapnya sambil bersandar di motor yang sedang ia panaskan
"Kondisi Mas Bram saat ini kritis, di ICU, semoga dia bisa bertahan dan melewatinya"
Bimo menghela napas
__ADS_1
"Jangan sungkan minta tolong aku, aku disini untukmu.. " lagi tatapan tajam penuh selidik itu menatapnya "eh untuk kalian berdua"