Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
174. Pecah


__ADS_3

Tas travel berwarna hitam yang tergonggok di depan lemari hampir penuh dengan barang-barang yang dijejalkan oleh Reyna. Wanita itu masih betah duduk bersimpuh kurang lebih 20menit lamanya.


“Sudah cukup Rey” Bimo mengelus pundak istrinya memintanya berhenti


“Iya ini juga sudah selesai kok” Reyna memasukkan alat pencukur ke saku depan tas dan menutup resletingnya


“Aku sudah ajukan perwakilan untuk kali ini tapi bos besar sepertinya kurang berkenan” desah sedih terdengar di sela bicara Bimo


“Nggak apa-apa Kak, cuma 2 hari ini” Reyna mengulurkan tangan meminta Bimo membantunya berdiri


“Aku janji langsung pulang selesai urusan disana” Bimo menuntun istrinya duduk di tepi ranjang


“Nggak perlu, kecapekan nanti”


“Adik…tunggu ayah ya lahirnya” Bimo mengelus perut yang membesar seakan hendak meletus


“Iya ayah…usiaku masih 36 minggu, baru 2 minggu lagi aku lahir” jawab Rey sambil memegang punggung tangan suaminya


Sejak kepulangan kemarin sore Bimo mengeluhkan harus mendatangi undangan meeting region luar kota selama 2 hari, mengingat kehamilan istrinya yang sudah mendekati HPL seharusnya ia menjadi suami siaga saat ini.


Lain halnya Reyna yang cenderung santai, hanya 2 hari saja Bimo pergi lagipula menurut dokter HPL masih sekitar 2 minggu lagi.


Mencium kening istrinya berkali-kali seakan tak ikhlas dengan kepergiannya kali ini membungkuk dan mensejajarkan kepalanya ke perut Reyna, mengelus lalu mengecupnya


“Ayah pergi ya, jangan nakal dalam perut Mama”


“Iya Ayah…” Reyna mengelus rambut Bimo “Kak Bimo juga jangan nakal disana” sambil mengedipkan matanya genit


“Aku cuma kangen kamu nakalin” senyum tertarik di sudut bibirnya “Hati-hati selama aku pergi”


“Kak Bimo juga hati-hati dijalan”


Lambaian tangan Reyna mengiringi kepergian suaminya


Tak banyak yang bisa dilakukannya di masa hamil tua seperti ini, masih menjemput Dewa dari sekolah dan menambahkan senam ibu hamil setiap 2 hari sekali dalam 2 bulan terakhir ini.


.


.


.


“Ayah kapan pulang?” tanya Dewa saat Bimo meneleponnya di malam hari setelah beristirahat di hotel.


“Besok Dewa”


“Ayah nekat pulang besok?” nampak wajah Reyna di layar ponsel


“Aku sudah booking pesawat jam 7 malam. Sudah kangen..” Bimo mengecup kecil


“Ciye-ciye ayah mamah pacaran” seru Dewa


“Eh apa itu pacaran” Reyna mengasak lembut rambut putranya


“Kaya Dewa sama Rara sekarang Mama”


“Eh nggak boleh, masih kecil” Reyna mendelik gemas


Bimo malah terbahak di ujung sana


“Sudah malam ayuk Dewa tidur” Reyna berjingkat dari ranjang putranya dan menutupkan selimut hingga sebatas dada


“Bye Ayah”


“Bye Dewa”


Reyna menutup pintu kamar Dewa rapat lalu berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


“Tuh Kak, sifat ganjen kamu nurun ke Dewa”


“Seru kali ya kalau besanan sama Satria. Kita jodohin apa Rey?”


”Nggak, nggak. Biarkan mereka bertemu jodoh dengan cara mereka sendiri. Jangan bilang jodoh-jodohan. Ngeri ah” Reyna mengelus tengkuknya yang seketika meremang


Tawa suaminya terdengar di ujung sana “Tapi kalau kamu nggak dijodohin kita nggak mungkin berjodoh”


“Hemm..iya ya Kak. Nggak mungkin ada Dewa dan adeknya”


Berbaring dan menatap wajah suaminya yang nampak kelelahan


“Tidur Kak”


“Hem…kangen tidur sama kamu”


“Tidur aja?” Reyna menahan tawanya.


“He’em”


Entah malaikat mana yang setia mengiringi prianya, bisa menahan hawa nafsu di masa hamil tuanya bahkan beberapa kali menolak tawaran Reyna beralaskan kasihan.


Katanya lagi andaikan perutnya bisa dititipkan, suaminya ikhlas saja jika dititipkan pada tubuhnya. Bimo selalu beranggapan Reyna sering mengeluhkan sakit pinggang karena berat perutnya dan berujung pada berbantah ria


Sakit pinggang umum pada ibu hamil bukan karena berat beban bayi melainkan karena terjadi perubahan hormon dan peregangan ligamen, sebagai proses alami tubuh dalam mempersiapkan persalinan


Pria itu hanya memandangnya “I love you”


“I love you too” suara kecup kecil keluar dari bibir sensualnya


.


.


.


Kakinya menuruni tangga dan berpapasan dengan Mbok Nah


“Mbok, minta tolong bilang Pak Man siapin mobil ya”


“Pak Man pergi sama Pak Alex Mbak Rey”


“Loh, padahal mau saya minta tolong antar ke sanggar senam” Reyna berkacak pinggang “Ya sudah saya pesan taksi online saja”


“Ya Mbak Rey saya permisi sudah ditunggu mas ojol didepan. Mau susulin bekal makan Den Dewa, ketinggalan tadi pas berangkat les berenang. Jangan lupa kunci rumah ya Mbak. Sepi nggak ada orang”


“Oh ya” Reyna kembali naik ke kamar mengambil matras senam dan tas


Tap Tap Tap


Langkahnya agak terburu saat menuruni anak tangga, tangannya tak lepas dari ponsel hendak memesan taksi online, 2 anak tangga ia lewati begitu saja


Shyuuuuuuuuuttttttt….


Kakinya terpeleset karena tak berhasil menjangkau anak tangga berikutnya


Buuuuuughhhhh…


Tubuhnya jatuh terduduk di anak tangga


Ngilu, nyeri, sakit seketika mendera sekujur tubuh Reyna, napasnya memburu. Dadanya tersengal dan sontak memegang perutnya yang tiba-tiba kram


“Adek kuat, adek yang kuat. Maafin Mama ceroboh” desisnya “Jangan kaget ya sayang” ia elus-elus perutnya


Perlahan ia raih pegangan tangan berusaha berdiri, melangkah perlahan lalu duduk di sofa tengah, menenangkan kondisinya yang syok beberapa saat lalu. Berkali-kali ia ambil napas dan melepas napas teratur.


I’m fine! Reyna kembali berdiri dan berjalan mengambil matras senam dan tas yang terjatuh di lantai

__ADS_1


Syurrrr….


Cairan ia rasakan keluar dari inti tubuhnya, mengalir cepat membasahi paha dan membasahi legging. Ia raba legging basah lalu melihatnya lekat-lekat, bernapas lega karena cairan bening yang membasahi telapak tangannya. Kembali duduk di sofa dan menetralkan jantungnya yang berdegup kencang.


Hubungi Bimo?


Jangan! Pria itu pasti belum selesai dengan pekerjaannya


Om Alex?


Ya!


Beberapa nada dering tak mendapat balasan dari Om Alex


Pengasuh Dewa kali ia hubungi, sama saja tak mendapat respon


Tetangga?


Ah tak perlu ia menggegerkan hal yang belum tentu darurat. Bisa-bisa mereka malah menghubungi suaminya


Sisil?


Kenapa harus bocah itu,sudah pasti ia akan panik dan teriak-teriak heboh diruang Pras


Ya Pras!


Lagi-lagi dia harus melibatkan pria itu, apa boleh buat dia tak punya pilihan lain


“Ya Rey?” nah benar kan pria itu memang yang bisa diandalkan


“Pras, aku minta tolong. Cepat kesini, aku harus ke rumah sakit segera”


“Kenapa Rey? Ada apa?”


“Aku jatuh, tolong kemarilah secepatnya. Di rumah sedang tidak ada orang”


Menutup teleponnya dan menggeser duduknya dari bangku sofa yang telah basah, lalu duduk setenang mungkin menghindari gerakan yang tak diperlukan. Ternyata ada manfaatnya mengikuti seminar ibu hamil beberapa kali, bisa mengambil langkah yang tepat saat air ketuban pecah seperti ini. Dirinya hanya berharap tidak diikuti pendarahan atau apapun yang bisa membahayakan bayinya.


Pras datang 20 menit kemudian dengan muka panik dan takut


“Kamu tak apa?!” pria itu langsung duduk berjongkok didepan Reyna


“Aku tadi jatuh terpelesat dan sepertinya air ketuban pecah. Tolong ambil handuk di kamar mandi” tunjuknya pada kamar mandi tamu disamping ruang kerja


Reyna berdiri lalu melilitkan handuk tersebut dipinggangnya


“Perlu digendong?” tatap pria itu sambil berusaha menelan ludahnya


“Enggak” Reyna menggeleng “Lagian mana kuat” senyum simpul itu masih bisa Reyna lempar saat melihat muka Pras yang pias


“Syukurlah” Pras menghembuskan napas lega “Aku bantu” ia menggenggam pergelangan tangan Reyna dan memapahnya menuju mobil


“Suami aku luar kota, aku takut buat dia cemas. Om Alex tak bisa kuhubungi. Maaf merepotkanmu”


“Kamu tidak apa-apa kan?” Pras membantu Reyna memasang seat belt


“Semoga tidak apa-apa” Reyna mengelus perutnya sambil menggigit bibirnya cemas


“Hai adik” tak disangka Pras menyentuh perutnya “Kuat ya seperti Mamamu”


Menarik tangan lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


“Makasih Pras”


“Sama Om nggak usah sungkan” pria itu menoleh dan tersenyum


Untung saja jalanan tak terlalu padat jadi mereka bisa sampai di IGD lebih cepat dari perkiraaan, Pras berusaha menghubungi Alex sementara dilakukan tindakan pada Reyna.

__ADS_1


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2