
Esok harinya Reyna terbangun saat mendengar deru mobil dan klason diikuti suara melengking dari arah depan rumah.
"yuuuuurrrr sayurrrrrrrr........!!!!"
Seketika Reyna berjingkat dari ranjang dan menghambur ke arah pintu.
"Massss..... Sayur massss...!!!" teriaknya tak kalah melengking sambil melambaikan-lambaikan tangan ke arah asal suara, mobil pick up bermuatan berat itupun segera mendekat ke rumah Satria.
Reyna segera kembali ke kamar mengambil dompet dan kembali berlari kedepan. Setelah membeli beras, minyak goreng, telur, bermacam sayur mayur, bahan lauk pauk, beberapa bumbu dapur dan buah ia segera pergi kedapur dan menata hasil belanjaannya sambil tersenyum puas.
hemmmm kalau begini nggak bakal ada acara berlapar-lapar gumamnya.
Reyna memilih beberapa bahan untuk diolahnya sebagai menu sarapannya. Sayur bayam, udang tepung dan sambal tempe. Satu jam berlalu semua menu terhidang di meja makan, saat hendak berjalan menuju kamar untuk berniat mandi Reyna mendengar derit pintu kamar Satria terbuka.
Reyna hanya tersenyum geli saat melihat Satria masih lengkap memakai baju kantornya dan menyisakan sebelah kaos kakinya. Satria menggeliatkan badan dan menguap, beringsut ke arah dapur untuk membasahi kerongkongannya. Seketika indra penciumannya mencium bau masakan yang menggoda seleranya.
sejak kapan ada keong mas dirumahnya, bangun tidur tiba-tiba terhidang makanan pikirnya (ini mah impiannya author hehehe*)
Reyna yang selesai mandi lebih dahulu duduk diruang tengah dan menunggu Satria untuk mengajaknya sarapan bersama. Tak lama kemudian muncul Satria yang sudah bersiap untuk bekerja.
"Sarapan dulu Mas.." ajaknya, dia menuju ke meja makan dan mengambilkan nasi dan menyodorkannya ke Satria.
"Ini semua kamu yang masak Rey"
"Heem.."
"Baunya sih bikin aku ngiler, rasanya entah"
"Kalau nggak suka ya nggak usah dimakan Mas"
Sesuap dua suap tiga suap empat suap Satria makan tak bersuara, sungguh dia tak percaya Reyna dengan penampilan jauh dari kata feminin bisa masak selezat ini.
"Emmmm..kamooh beljar azak dari sapah.." tanyanya dengan mulut berjubel.
__ADS_1
"Mbak May"
Satria menegak minumnya setelah suapan terakhirnya. Dia masih memandangi Reyna yang masih menikmati hidangannya, seketika dia teringat semalam ketika membiarkan Reyna kelaparan.
"Mas nanti pulang malam lagi?" lirik Reyna ditengah kegiatan makannya.
"Belum tahu Rey, kenapa memangnya?"
"Perlu aku masakin untuk makan malam?"
"Enggak usah Rey, kamu makan sendiri saja ya"
"Okay, Mas nggak usah khawatir, aku tadi pagi sudah belanja dan penuhi kulkas dengan bahan makanan jadi aku nggak takut kelaparan lagi"
Satria mengernyitkan dahinya dan seketika menepuk jidatnya "Kamu belanja pakai uangmu ya Rey?, ampun Tuhan!!"
Dirogoh saku belakang, dikeluarkan beberapa lembar merah dan disodorkan kepada Reyna.
"Sisanya simpan saja siapa tahu ada barang-barang yang kau butuhkan lagi'
"Makasih"
.
.
.
Selepas Satria pergi Reyna membersihan rumah yang hanya perlu waktu dalam hitungan menit. Tak banyak memang yang perlu dibereskan dirumah ini, hanya kamarnya, ruang tengah dan dapur. Dia tidak berani untuk membereskan kamar Satria karena tidak ingin melanggar privasi.
Selanjutnya Reyna hanya meringkuk di sofa menonton televisi dan memainkan ponselnya. Seminggu lagi dia dan Bianca berencana bertemu di kampus untuk mengambil ijazah mereka. Reyna berniat untuk sekalian menginap di rumah Mbak May untuk mengambil laptop dan baju-bajunya karena jarak rumah Satria dan tempat tinggal Mbak May cukup jauh.
Hari berasa berlalu sangat lambat..Reyna yang biasanya jauh dari kata diam mulai merasa kejenuhan yang teramat sangat. Ketika hari menjelang petang dan Satria belum kunjung pulang dia berniat memesan makanan via online dan baru tersadar dia tidak tahu informasi apapun saat hendak mengetik alamat pengiriman.
__ADS_1
"Mas, tolong kirim alamat rumahmu" ketiknya pada pesan untuk Satria
"Buat apa?"
"Aku lapar mau pesan makanan"
"Pesankan sekalian untukku,sebentar lagi aku pulang"
---
Reyna belum menyentuh makanan pesanannya dia memutuskan untuk menunggu Satria. Tak berselang lama yang ditunggu pun pulang.
"Ayuk makan aku sudah lapar" seru Reyna
"Kenapa tak makan dulu"
"Biar tambah semangat makan kalau ada temannya Mas"
"Sebentar,aku mandi dulu ya.."
---
Tak ada suara saat mereka makan. Reyna yang kelaparan menghabiskan makannya lebih dahulu. Dia tatap Satria yang makan dengan perlahan tanpa selera.
"Sehari-hari kamu makannya apa Mas? punya dapur punya kulkas kok dianggurin"
"Aku jarang sarapan, makan siang dikantor biasanya minta OB yang belikan. Makan malam seringnya diluar saat perjalanan pulang"
"Pantes badanmu kurus, makan aja jarang" gurau Rey
"Maklumlah bujangan"
Selesai makan Satria menghabiskan waktunya diteras untuk merokok dan sibuk dengan ponselnya. Reyna membunuh waktunya dengan menonton film di televisi. Jenuh.. hanya kata itu yang berputar di otaknya.
__ADS_1