Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
169. Cair


__ADS_3

Bimo sarapan tanpa ditemani Reyna, semenjak hamil Reyna hanya menjemput Dewa. Pagi ini putranya merengek meminta sang mama untuk mengantarkan sekolah. Tak jadi soal untuk Bimo asal Reyna tidak mengendarai mobilnya sendiri.


Menghabiskan sebatang rokok diteras sambil menunggu mobilnya siap untuk dikendarai, mata Bimo melirik saat mobil masuk ke pelataran. Mendengus sesaat tapi lebih memilih untuk tak menghiraukan.


"Mas" sapa pria itu sopan saat hendak masuk ke dalam rumah


"Hemm.. masuk saja Pras, Om didalam" jawab Bimo sambil tak lepas menatap layar ponsel


Langkah Pras terhenti saat Bimo kembali memanggilnya


"Ya Mas?"


"Ehm.. aku mau tanya. Ehmm.. apa ya aku lupa" Bimo menggaruk kepalanya "Es Boger ya, emm.. "


"Apa Mas?"


"Itu minuman di kampus kalian. Kata Rey ada minuman enak di gerbang kampus kalian. Aku lupa namanya"


Pras menautkan alis "Oh, es doger"


"Iya iya itu. How it looks like?"


"Eh, ya gitu Mas. Gimana ya neranginnya"


"Kamu tahu disini ada yang jual?"


"Eh, sepertinya pernah lihat tapi lupa dimana"


"Bisa kamu ingat-ingat nanti kirim pesan ke Rey ehh jangan jangan ke Om Alex saja biar orang rumah yang belikan"


Duh Bimo.... lagi butuh masih mikir cemburu juga 😄


Sore hari Reyna terbangun dari tidur siang, kakinya melangkah menuju dapur hendak membasahi kerongkongannnya yang kering.


Buka kulkas dan taraaaa.... 2 cup es doger nangkring manis di salah satu tray tempered glass.


"Misi Mbak... " Mbok Nah muncul dari belakang membawa nampan buah-buahan


"Kapan datang ini Mbok.." Reyna mengambil satu cup es doger dan duduk di mini bar


"Tadi pas Mbak Rey tidur siang"


Aihhh... Kak Bimo so sweet. Tanpa ba bi bu glek glek glek sati cup tandas seketika


---


Petang hendak menjelang dan Reyna masih enggan berhenti dari kegiatannya jalan santai mengelilingi rumah Alex. Jaket sport berukuran XL menutup sempurna bentuk perutnya yang membulat sempurna. Dipadu legging hitam yang membungkus bagian bawah badannya yang masih dibilang enak dipandang hehehe


Peluh bercucuran di keningnya saat mobil Bimo memasuki pelataran rumah. Dari jauh suaminya sudah tersenyum manis bersandar di kap mobil.


"Capek?" tanyanya setelah Reyna mendekat


"Hemm.. harus banyak gerak agar adiknya sehat dan nggak jadi pemalas besok kalau sudah lahir"


"Emang ada hubungannya?" Bimo merangkul pundak istrinya mengajaknya masuk ke dalam rumah


"Ya iyalah. Ga cuma secara fisik, janin itu punya perasaan Kak. Kalau ibunya bahagia nanti dia bertumbuh kembang bahagia. Makanya ibu hamil itu harus bahaaagiaaa" Reyna merentangkan tangan lalu beranjak naik ke kamar diekori suaminya

__ADS_1


"Eh jangan dinyalain Kak, gerah" cegah Reyna saat tangan Bimo hendak menyalakan lampu utama kamar


Reyna melepas sport jacket dan menggantungnya di kapstok belakang pintu kamar


Bimo terheran saat melihat istrinya hanya mengenakan sport BRA dibalik jaket tadi


"Pake kaos saja kenapa Rey kalau olahraga"


"Sengaja pakai jaket Kak, biar keringatnya lebih banyak"


Reyna melanjutkan melepas legging dan berjalan ke arah meja rias, mengambil beberapa lembar tissue disana dan mengelap bulir keringat di kening dan sekitar leher


Bimo mengerjab gemas melihat pantulan tubuh istrinya dari cermin. Tubuh yang membulat depan belakang nampak lucu dilihat olehnya.


"Kenapa Kak?" Reyna bersungut saat melihat Bimo tersenyum kecil melihatnya dikaca


"Aku lucu ya, kaya penguin bunting" selorohnya lagi


Bayangkan saja penguin yang nggak mungkin bunting saja sudah kesusahan berjalan apalagi kalau bunting


Bimo mendekat masih terus tersenyum-senyum sambil melepas kemeja kerjanya dan melemparkan ke bawah


"Senyum terus sana.... huh!" Reyna meremas-remas tissue kotor lalu melemparnya ke belakang


Pluk , tepat mengenai kening Bimo dan dia terkikik lucu


"Kamu nggemesin... " dua tangan Bimo melingkar diperut istrinya


"Sana ah gerah.. " Reyna mengumpulkan rambutnya lalu meraih ikat rambut di meja rias dan mengikatnya asal ke atas


cup


"Kak... " Reyna menarik pelan tubuhnya kedepan, bulu tubuhnya meremang tiap kali suaminya mengeksplore bagian tengkuknya


Tangan kekar itu segera menangkup di 2 gundukan sintal, yang sedari tadi menggoda imannya. Sport BRA itu terkesan tidak lagi menampung beban didalamnya


"Buka Rey... " pinta Bimo sambil berusaha melepaskan bebatan dari tubuh istrinya "Aku mau buat istriku yang lagi hamil bahagia"


Reyna melihat mata suaminya sudah sayu berkabut, sebenarnya ia paling enggan bercinta disaat tubuh berpeluh setelah olahraga.


Sekilas ia mengingat hadiah es doger tadi siang akhirnya Reyna mengalah, dilepaskannya sport BRA itu lolos melewati tubuhnya. Diliriknya Bimo yang juga sudah melepas celana kerjanya.


Reyna memutar kepalanya yang langsung disambut pagutan hangat di bibir bawahnya. Serangan yang entah telah berjuta-juta kali ia rasakan tapi tetap saja diinginkan seakan lupa akan sensasinya.


Tangan Bimo yang tak henti mere*as, memeli*tir dan memainkan putin* membuat desahan kecil terlepas.


Melepaskan pagutan bibir mereka, bibir hitam itu kembali menelusur di tengkuk. Mengelus pelan sepanjang lengan istrinya merasakan bulu halus yang mulai meremang. Menggigit bahu polos dan bermain-main dibelakang cuping telinga.


"Akkhh.... " kali ini Bimo yang mendesah keenakkan saat tangan Reyna mulai mer*mas batang tegak miliknya dan menggesekkan ke bokongnya yang aduhai


Cumbuan panas itu tak berlangsung lama, gairah Bimo sudah mulai mencapai ubun-ubun. Diloloskan kain segitiga penutup terakhir di badan istrinya sambil sibuk melepas boxer dari tubuhnya sendiri.


Dengan hati-hati menaikkan sebelah kaki Reyna di bangku meja rias, melepas paksa ikat rambut istrinya hingga membuat rambut gelombang itu terburai indah menambah kesan seksi.


Menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher, menj*lat kulit yang dingin berkeringat. Jemarinya menelusup ke inti tubuh istrinya yang sudah mulai lembab. Memainkan pelan, menaikkan ritmenya memastikan basah kali ini disertai lenguhan istrinya.


Menggesek-gesekkan batang yang telah berdiri tegak, sengaja menggoda istrinya yang nampaknya sudah siap dimasuki

__ADS_1


"Kak... " pekikan manja lolos dari bibir istrinya


Bimo makin semangat menggoda istrinya, hanya mencium-cium kecil pipinya masih bertahan dengan menggesek-gesekkan saja miliknya didekat li*ng seng*ama


Dua pasang mata itu bertemu dipantulan cermin, Reyna meremas 2 gundukan sintal miliknya dengan satu tangan. Tangannya yang lain mulai menggapai-gapai kebelakang, menuntun batang itu memasuki tubuhnya


"Akhh Ukhhh Ikkhh... "


ciptakan sendiri sajalah suasana dan suaranya , suka-suka kalian


---


"Makasih ya Kak... " Reyna bergelayut manja di leher suaminya.


Tubuh polos keduanya menempel dibawah guyuran air shower, Bimo sibuk menyabuni tubuh istrinya


"Iya, makasih juga. Aku rasakan justru hamil justru makin enak" Bimo terkekeh


"Ih bahas apa sih Kak. Kalau itu sih enak terus, kapan pernah nggak enak" Reyna memukul manja bahu suaminya "Aku lagi bahas es doger, padahal aku dah bilang nggak pengen-pengen banget tetap dicarikan. Thanks ya"


Bimo memutar tubuh Reyna kesusahan karena perut membuncit Reyna menjadikan tangannya susah menjangkau punggungnya


"Oh jadinya beli dimana? "


"Loh kok nanya aku? Kan Kak Bimo yang belikan"


"Bukan.Aku pikir kamu tadi keluar beli"


"Trus siapa?"


Gerakan Bimo dipunggung Reyna terhenti


"Coba tanya Pras, aku tadi tanya dia sih"


Sirrrr..... jantung Reyna terasa meluncur dari atas ke bawah


"Ehm... Ya" Reyna membalikkan badan, memutar kran shower lebih kuat


"Belum selesai" Bimo memutar lagi kran hingga air mengecil


"Sudah, dingin Kak. Nggak bagus ibu hamil mandi malam-malam" kilahnya


"Punggung aku belum digosok nih Rey"


"Besok pagi saja" Reyna buru-buru keluar dari kamar mandi


Mengenakan pakaian lengkap, semprot parfum secukupnya lalu turun ke lantai bawah.


"Mbok Nah" carinya pada wanita paruh baya didapur


"Ya Mbak" Mbok Nah muncul dari kamar belakang


"Siapa tadi yang antar es doger buat saya?"


"Mas Pras"


DEG

__ADS_1


Mengepalkan tangan yang tiba-tiba saja berkeringat, apakah ini pertanda saatnya ia mencairkan hubungan yang dingin diantara dia dan Pras.


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2