
Dewa merajuk ke pelukan Reyna, rambutnya basah dengan keringat
''Haus mama...'' Reyna mengeluarkan botol minum bergambar karakter kartun robot
''Dewa sudah capek bermain, mau makan?'' tawar Reyna
Si kecil itu mengangguk-angguk,kedua tangannya terulur keatas ''Gendong mama..''
Buru-buru Bimo mengamit dua lengan anak itu dan menaikkan ke gendongannya ''Gendong ayah saja ya..mama capek''
Kaki kecil itu menjejak-jejak menolak, Reyna mengelus punggung Dewa dengan lembut ''Dewa sama ayah Bimo ya, mama kan bawa tas Dewa, beratttt bangettt'' gaya Reyna dibuatnya selebay mungkin tapi Dewa masih menggeleng enggan.
Bimo berbisik di telinga Reyna ''Apa makanan kesukaannya?''
Reyna membalas dengan berbisik ''És krim''
''Aahh ayah Bimo mau makan es krim, Dewa mau?'' , anak kecil itu mengangguk malu-malu
''Kalau mau Dewa biar digendong ayah, nanti ayah belikan es krim besarrr'' rayuan mautnya itu membuahkan hasil, mata Dewa berbinar-binar
.
.
.
Bimo menatap Dewa yang makan es krim dengan lahabnya, Bimo menggodanya untuk minta sesuap es krim dan Dewa menyuapkannya dengan malu-malu, kedua kali dia dia minta Bimo malah turun dari kursi dan berlari menghambur ke pelukan Reyna hingga es krim mengotori ujung rambut Reyna.
''Aduh Dewa,,,ayo duduk manis kalau sedang makan'' Reyna mengangkat Dewa untuk kembali duduk, mengambil tissue basah dari tas nya dan mengelap ujung rambutnya yang kotor.
Gerakan Reyna yang tak sengaja menyibakkan rambut hingga membuat bagian lehernya yang berwarna merah kehitaman tertangkap oleh mata Bimo.
''Ehemm,..'' Bimo berdehem untuk menghilangkan rasa canggungnya, Reyna yang menyadari akan tatapan Bimo kearahnya buru-buru menggerai rambut menyamping untuk menutupinya, ahhh sial pasti mukanya saat ini sedang merah padam.
__ADS_1
Reyna teringat akan sesuatu dan mengambil benda tipis yang terselip dari dompetnya lalu menyerahkannya pada Bimo
''Ini punya Kak Bimo, aku minta tolong sekalian nanti kembalikan ke Mas Satria ya''
''Itu hakmu Reyna, ambillah dulu nanti aku kembalikan ke Satria. Dan aku minta rekening pribadimu, mulai sekarang aku akan transfer untuk kebutuhan kalian berdua!''
Reyna menggeleng
''Kak,,, jangan salah paham aku mencarimu semata hanya ingin kau tahu keberadaan Dewa. Aku tidak meminta pertanggungjawaban apapun bentuknya''
''Please Rey!! For Dewa at least''
Reyna menghela napas '' Ya sudah, besok aku buat rekening anak dulu nanti Kak Bimo aku kabari. tapi aku tidak mau terima yang ini'' Reyna memaksa Bimo untuk menerima ATM milik Satria
Bimo mengangkat bahunya, percuma rasanya mendebat Reyna dia hapal benar pasti ujung-ujungnya hanya marah saja yang yang akan ia dapat.
''Jalan lagi yuk..'' ajak Bimo sambil menggandeng Dewa
.
.
.
Jerit bahagianya saat Bimo mengabulkan membelikan semua mainan kesukaannya ..Reyna hanya cemberut
''Jangan terlalu memanjakannya Kak,, nanti ujung-ujungnya aku yang repot''
Bimo hanya tersenyum simpul
Satu jam kemudian ketiganya sudah berada di dalam taksi menuju kediaman Reyna, sebentar kemudian Dewa sudah tertidur kelelahan.
''Dia mirip sekali dengan aku Reyna'' ucap Bimo sambil mengelus pipi anak kecil dipangkuannya
__ADS_1
''Terimakasih sudah mau mempertahankannya, melahirkannya..Kau tahu Reyna aku selalu bermimpi menggendong anak kecil. Ternyata firasatku itu benar..''
Reyna menatap Bimo, ketampanan pria itu makin terlihat nyata di usianya yang matang saat ini. Debar aneh merambati setiap jengkal syaraf di tubuhnya, sekian tahun lamanya ia berharap mereka bertemu kembali tapi seakan takdir tak akan pernah menyatukan mereka. Bahkan saat statusnya bukan lagi menjadi istri orang mereka tak mungkin akan bersatu, Reyna yakin Bram pasti akan makin mendesaknya untuk menikah.
''Kita ini lucu ya Kak..'' tiba-tiba Reyna tertawa kecil
''Ehmm..apa yang lucu Rey''
''Iya,,kita bertemu kembali tapi lagi-lagi kembali untuk dipisahkan''
"Tidak jika kau masih menyisakan sekeping hati itu untukku" Bimo berkata tajam
Reyna menoleh sambil tersenyum kecut
.
.
.
Digendongnya Dewa untuk masuk ke dalam, didepan rumah dia sudah disambut Bram yang mengambil alih Dewa yang membawanya ke kamar. Bram melirik tak suka pada Bimo yang berdiri bersandar di pintu taksi nampak menenteng beberapa barang.
Bimo melihat-lihat rumah Reyna dengan seksama dan juga lingkungan sekitarnya, matanya terpaku pada rumah tepat disamping Reyna yang nampak kusam tak terurus dan terpasang MMT besar dipagarnya, tiba-tiba senyum tertarik disudut bibirnya.
'Kak Bimo ambil cuti berapa hari?'' Reyna mengambil mainan yang ditenteng Bimo
''Hanya 2 hari,,hari Senin aku ada meeting proyek yang tak bisa aku tinggal. Tadinya aku mau menemuimu 2 hari tapi ...'' Bimo asik mengetik beberapa deret nomor di layar ponselnya
"Sepertinya besok aku akan ke rumah Om Alex. Ada hal penting yang mau aku bicarakan. Maaf kalau waktuku sedikit untuk kalian'' lanjutnya
''Ehmm tak apa, Kak Bimo jaga diri ya. Terimakasih untuk semua'' Reyna memeluk Bimo sebagai tanda perpisahan
Bimo menarik tubuh Reyna mendekat dan memeluknya lebih erat
__ADS_1
''Reyna..pria itu memang memenangkan hati Dewa, tapi aku yakin aku masih pemenang dihatimu. Aku janji berusaha keras untuk mendapat posisi di hati Dewa ,tapi tolong beri aku waktu'' bisik Bimo ditelinga Reyna
Tubuh Reyna meremang mendengar pernyataan Bimo yang diakuinya benar adanya, hingga detik ini hanya Bimo yang bisa membuat debar aneh dihatinya ditiap kali menatap bahkan hanya sentuhan kecil sekalipun.