
Reyna masih sibuk di dapur membuatkan bubur setelah mengganti kemejanya dengan salah satu kaos rumahan Bimo di almari kamar.
"Rey.." panggil Bimo lirih dari arah kamar
Reyna mematikan kompor dan bergegas kearah suara lalu melongokkan kepalanya ke kamar
"Satria" bisiknya pelan menyodorkan ponselnya
ahhh sial kenapa dia lupa mengabari tuan besar itu
"Halo"
"Pulang"
"Iya bentar lagi Mas, Kak Bimo sakit"
"Paling itu akal-akalan Bimo saja, pulang!"
"Iya Iya...."
tut
.
.
.
Reyna menyuapkan bubur perlahan kemulut Bimo yang diam menurut saja pasrah, Rey pamit pulang setelah membantu meminumkan obat. Dipandanginya lelaki didepannya yang hanya terpejam, Bimo terlihat lebih kurus dari sebelumnya, rambutnya acak-acakan ditambah baju yang kucel dan ehhh basah oleh keringat dingin.
"Aku bantu ganti baju ya Kak, takut nanti masuk angin"
Bimo hanya mengangguk, Reyna membuka kancing kemeja Bimo satu persatu dengan gugup. Bukan karena harus melihat pria bertelanjang dada kalau yang ini Reyna sudah sering melihat Satria mondar mandir cuek dirumah bertelanjang dada, tapi kali ini berbeda jantungnya berdebar tak karuan. Mungkin karena pria yang ini pernah dan masih menjadi orang yang mengisi relung hatinya.
.
.
.
Deru mobil memasuki pelataran rumah Satria, Reyna melangkah gontai kedalam rumah lantas menghempaskan badannya ke sofa.
"Mobil Bimo kamu bawa?"
"Heem"
"Kenapa pakai baju Bimo?" tanya Bimo penuh selidik
"Bajuku basah"
Satria berkacak pinggang bersiap menghujani Reyna dengan omelannya, ia merogoh kantong celananya saat ponselnya berdering nyaring
''Ya?''
suara wanita berteriak dari ujung sana sampai terdengar ditelinga Reyna
''Aku kesana sekarang!'' Satria menyambar kunci mobilnya di atas meja dan bergegas
''Kemana Mas?'' tanya Reyna
''Rumah Niken'' jawab Satria pendek dan berlalu pergi
Reyna merogoh tasnya mengeluarkan ponselnya,memasang kembali baterai yang lepas karena terjatuh. Reyna bernapas lega ketika ponselnya masih bisa dihidupkan.
.
.
.
Reyna bangun dan meninggalkan rumah lebih pagi dari biasanya. Dia membawa soup ayam untuk Bimo yang tadi sengaja dia masak agak banyak tak lupa ia tinggalkan pesan untuk Satria agar tidak mencarinya.
Reyna ragu saat hendak memasuki kamar, Bimo masih tidur tertelungkup dengan selimut menjadi alas tidurnya bagian bawah tubuhnya yang hanya terbalut boxer abu-abu, celana kerjanya terhempas lantai. Punggung tangan Rey menyentuh dahi pria itu, senyumnya tersungging saat suhu tubuh Bimo tidak setinggi kemarin. Tubuh itu menggeliat, mata yang terpejam pelan-pelan terbuka lalu mengerjab-ngerjab.
"Sudah enakan Kak?"
Reyna membelalakkan mata saat Bimo membalikkan badan telentang diatas ranjang.
"Emmm aku ke dapur dulu naruh ini" buru-buru Reyna keluar dengan menenteng bungkusan ditangannya
__ADS_1
Bimo menjejakkan kakinya ke lantai, dia memandang kebawah saat kakinya menginjak celana kerja yang semalam ia hempaskan dan tersenyum geli. Tentu saja Reyna pergi terbirit-birit melihat gundukan bawahnya yang terbangun dipagi hari dan terekspose cukup jelas dibalik celana boxer.
Satu Sama Rey batinnya
.
.
.
Bimo hanya membasuh wajahnya, badannya sudah terasa lebih bugar tapi kepalanya masih agak pening. Dikenakan celana harian dan melangkah keluar.
"Kontak mobil mana Rey?" tanya Bimo saat melihat Rey berada didapur.
"Mau kemana!"
"Ambil laptop"
Reyna mendengus ketika melihat Bimo sudah duduk selonjor di sofa tengah mematut laptopnya dan memegang propopsal final yang kemarin sore Reyna serahkan.
"Makan dulu" Reyna menyodorkan mangkuk berisi soup ayam
"Ntar"
Reyna menyuapkan soup ke mulut Bimo dengan paksa hingga mulut itu menyerah membuka menerima suapannya
"Nggak usah ngantor dulu"
"hemm"
"Istirahat"
"mmm"
"Kalau sakit lagi aku repot"
diam
"Kak..."
Bimo menutup laptopnya, Reyna ada benarnya dia perlu mengistirahatkan raganya barang sehari. Ia mengambil alih mangkuk ditangan Rey dan melanjutkan makannya.
Reyna mengangguk senang ''Siap Kak!''
''Jika mereka bertanya hal-hal yang tak kau ketahui, cukup jawab saja nanti akan kita usahakan secepatnya. Oke!'' Bimo menyandarkan punggungnya kembali ke sofa, diliriknya Reyna yang sibuk membuka-buka lagi proposal sambil menyuapkan sarapan ke bibirnya.
Hari ini Reyna terlihat seksi dengan baju rajut abu bergaya modern berlengan sebatas siku, jeans biru dongker membalut tubuhnya yang montok, bibirnya yang sibuk mengunyah makanan dipoles dengan lipstik warna peach. Rasanya kepala Bimo makin pening dengan hanya membayangkan rasa ******* bibir sensual itu dan serangkaian aktivitas dewasa berikutnya.
''Ehmm.. Rey, nanti cukup kamu temui saja asisten Mr. Kim atau kepala divisinya''
''Kenapa Kak?''
''Ehm..bajumu kurang formal hari ini untuk menemui orang sepenting Mr. Kim''
Reyna memandang penampilannya ''Apa aku perlu pulang dan ganti baju?'' tanyanya polos
''Tidak perlu Rey'' tak usah pakai baju saja, ehhhh ... Bimo memejamkan mata mengusir pikiran kotornya
.
.
.
Tak terasa sore hari menjelang, Reyna bersiap untuk pulang. Dia mengambil ponsel hendak menghubungi Bimo, baru saja hendak memencet tombol panggilan, nama Bimo sudah nampak dilayar ponselnya.
"Halo"
"Cepet pulang Rey"
"Iya, ini juga mau pulang. Kak Bimo mau makan apa sekalian aku bawain"
"Makan kamu" jawab pria diseberang pelan
senyap..Reyna perlu sedikit waktu untuk memahami jawaban Bimo
"Kak?"
"Udah ah cepet pulang, jangan mampir-mampir"
__ADS_1
tut
.
.
.
Reyna baru memasuki pelataran rumah Bimo, saat hendak membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Bimo disana dengan senyum manis tersungging disana. Reyna memandang Bimo dengan heran mengingat-ingat kapan terakhir ia lihat Bimo tersenyum semanis itu padanya. ahh yaa kira-kira lebih dari sebulan yang lalu
"Lama" sungut pria didepannya
"Maaf, aku kan sopir amatiran"
Reyna memberikan kontak mobil pada Bimo
"Aku langsung balik ya Kak"
"Masuk dulu Rey"
"Enggak aku nunggu taksi online diluar aja"
"Sebentar aja"
Bimo menggandeng tangan Reyna masuk menuju ruang tengah dan menyuruhnya duduk di sofa
Reyna menatap heran lelaki itu, apa sakitnya semalam membuat dia bertingkah manis seperti sekarang ini
Bimo juga mengambil duduk disebelahnya dan merentangkan tangannya menyentuh pundak Reyna
"Tadi pagi Satria nyusul kesini, tapi kamu sudah keburu pergi"
"Mas Satria? Kesini? Ngapain?"
"Memastikan apa benar-benar sakit semalam"selorohnya
"Ihhhhh..." Reyna merengut
Bimo menarik pundak Rey kedalam tubuhnya
"Reyna.." panggilnya perlahan
Tiba-tiba wajah Bimo melandai di leher milik Reyna, menghirup bau tubuh Reyna yang sangat dia rindukan, parfum yang bercampur dengan keringat tubuhnya.
Reyna mendorong tubuh Bimo menjauh, setelah apa yang terjadi sebulan ini dia masih tak habis pikir dengan perubahan sikap Bimo yang tiba-tiba. Bimo menangkup wajah Reyna dan mendekatkan ke wajahnya ditatapnya mata berbinar itu, diusapnya lembut bibir Reyna lalu tanpa permisi dengan sang pemilik dikecupnya perlahan. Merasa tak ada perlawanan, Bimo meneruskan aksinya..dihisapnya bibir itu lembut, memaksa bibir itu untuk membuka.
"Kak..." Reyna menjauhkan wajahnya untuk menghentikan aksi Bimo "Aku istri orang" katanya lirih
"Aku tahu" Bimo merengkuh tengkuk Reyna
"Please Rey, jangan siksa aku dengan rasa ini" bisiknya ditelinga Reyna dikecupnya lagi bibir itu dengan perlahan
"Aku dan Mas Satria..." potong Rey lagi menghentikan Bimo
"Ya aku tahu" tatapan Bimo tak beralih dari bibir Reyna dan mendekatkan lagi
"Kakkkk....." Reyna mendorongnya dan berdiri
Apa-apaan ini batin Reyna
"Apa sih Rey" Bimo berdiri dan mengacak wajahnya gusar
"Dengarkan aku dulu..." Reyna membentak
"Aku tidak mau siaran ulang" Bimo seakan tahu apa yang ada dipikiran Reyna saat ini "Satria sudah menjelaskan semuanya tadi, dasar Satria egois cowok posesif" lanjutnya
Reyna terbelalak,mimpi apa dia Satria datang menemui Bimo dan argghhh jadi Bimo sudah tahu
Bimo menarik pinggang Reyna
"Aku rindu..."
Dipagutnya bibir itu kembali pelan dan pasti, kali ini Reyna membalasnya. Bimo rasakan kedua tangan Reyna merengkuh punggungnya. Lama sekali bibir mereka berpagutan seakan tak rela melepaskan satu sama lain.
Gairah Bimo memuncak tangannya berpindah dari pinggang Rey menuju kancing baju Rey
"Kaaak.. jangan nakal ah!" Reyna menepis tangan Bimo
"Mau lihat lagiiiii" rajuk Bimo seperti anak kecil minta susu
__ADS_1