Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
34. Suka Sama Suka


__ADS_3

Bimo masih tak percaya dengan apa yang dia dengar..ahh Reyna memang gadisnya *emm ralat s*udah bukan gadis dia wanita yang sukar ditebak.


Bahkan disaat semua wanita seharusnya menangis bombay kehilangan mahkotanya dia justru masih bisa bergurau. Bimo akui Reyna adalah wanita yang pandai menyimpan kepedihan.


Lidah Bimo kelu tak dapat berkata-kata, Reyna berbalik menuju kekamar mandi melanjutkan sesi mandinya yang tertunda.


.


.


.


Reyna tak melihat Bimo dikamar ketika dia keluar dari kamar mandi. Setelah dicari ke penjuru ruang pria itu masih bertelanjang dada bersandar dibalkon memandang lurus kosong kedepan, celana bahan hanya dia pakai sekenanya melorot sedikit ke pinggang. Hembusan asap rokok menandakan bahwa hatinya sedang gusar.


"Kak.." panggil Reyna


Bimo masuk dan duduk di sofa, diseruputnya kopi di meja. Menyuruh Reyna mendekat dan menepuk pahanya agar Reyna duduk dipangkuannya.


"Breakfast? Kok dua?" tanya Reyna ketika melihat 2 porsi roti bakar dengan kopi dan susu.


"Tadi ada mas mas yang antar ketok-ketok kamar seberang aku jawab saja orangnya tidur disini"


Reyna mendelik dan mencubit pipi Bimo


"Malu ahhh Kakkk!"


Bimo diam saja dan mengunyah rotinya, senyum nakal tersungging di sudut bibirnya


"Tubuhmu rapat ketutup gini malu, tadi malam waktu tubuhmu polos kamu tidak malu"


Reyna menggigit bibirnya, dia selalu kalah telak jika Bimo mulai bicara mesum


Reyna mengambil potongan terakhir roti Bimo dan memakannya, merebut cangkir Bimo dan menyeruputnya habis kopinya


"ahhhh...." Bimo merengut


Reyna tersenyum menang, dia hapal kebiasaan Bimo yang tak suka jika ada orang mengganggu kopinya. Dia sengaja melakukannya untuk mencairkan suasana yang tegang.


"Susu kamu tuh" Bimo menunjuk cangkir jatah Reyna

__ADS_1


"Rapat ketutup" jawab Rey cuek sambil pura-pura merapikan jubah mandinya


"Jangan mancing kamu Rey, aku terkam lagi nanti" bisik Bimo ditelinga Reyna


Reyna terdiam tiba-tiba air mukanya berubah, ahh sial salah ngomong


"Maaf Rey.." buru-buru Bimo menyadari


"Belum lebaran kok maaf-maafan" Reyna mengambil napas panjang dan menghembuskan perlahan


"Kak Bimo jangan gitu ahh, bikin nggak nyaman. Kak Bimo nggak salah, aku nggak merasa terpaksa. Kita kan suka sama suka" jawab Rey lepas


"Rey.. jujur semalam aku tidak benar-benar mabuk. Aku masih sadar akan apa yang aku lakukan dan memang benar-benar menginginkannya, hanya saja..." Bimo ragu melanjutkan kata-katanya "aku tak yakin kau juga sadar melakukannya, semalam kau kan juga minum semalam"


"Kak.. aku sadar kok!" Reyna berdiri berkacak dan berdiri "Aku nggak mabuk, hanya saja aku juga nggak ngerti kenapa aku bisa selepas itu. Aku cuma menikmati saja yang aku rasakan, tubuh aku juga nggak bisa nolak" upppss dua telapak tangannya menutup bibirnya


shittt kelepasannn


Bimo berdiri menjulang dihadapan Reyna


"Bener Rey kamu menikmatinya" tanyanya dengan mata berbinar


"Sana ahh Kak Bimo buruan mandi, kita kan musti ngantor" dorong Reyna


"Mandiinnn" Bimo menggoda


"Nggak!" jawab Reyna ketus


"Kenapa, masih sakit ya Rey??" Bimo menunjuk ke arah bagian vital Reyna


pllaaakkkkk


Handuk basah yang tadinya melilit di rambut Reyna dihempaskannya kuat-kuat kemuka Bimo yang kemudian ambil kaki seribu masuk kamae mandi.


.


.


.

__ADS_1


Reyna masih duduk dengan muka terlipat dan menyeruput susunya ketika Bimo selesai mandi.


"Belum ganti baju?" tanyanya heran


"Nggak bisa"


"Mau dibantuin?"


"Kak Bimo ih.."


Reyna berdiri menunjuk koper didekat ranjang


"Itu koper siapa?"


Bimo menatap koper itu


"Aku" sahutnya pendek


"Well.. Who's should belongs this room?"


Bimo menunjuk dirinya


"Makanya aku nggak bisa ganti baju,koper aku kamar aku di seberang"


Bimo tertawa terbahak, dia baru tersadar bahwa Reyna salah memasuki kamar sejak semalam.


Reyna yang menyadari sejak dia hendak berganti baju, pantas semalam dia merasakan disorientasi saat masuk kamar.


Dia baru teringat Bimo menitipkan cardlock padanya dengan alasan takut hilang. Sudah pasti ia salah mengambil salah satunya dan memasuki kamar yang ia kira miliknya.


Reyna makin dibuat kesal dengan tingkah Bimo yang tidak segera berganti baju malah mondar mandir sengaja dengan hanya memakai boxer.


Cihh memang begini ya tingkah makhluk pria,entah apa rasa malu mereka yang terlalu sedikit porsinya. Dirumahpun Reyna sering dipertontonkan tingkah serupa oleh Satria yang leluasa berkeliaran dirumah hanya memakai boxer


"Kak buruan dehhhh aku lapar. Dari malam aku cuma makan secuil" Reyna menghentakkan-hentakkan kakinya


Bimo bergidik ngeri, Reyna memang buas jika perutnya kelaparan


"Siap Tuan Putri, jangankan cuma ambil koper ambil bulan juga mau kalau bisa"

__ADS_1


__ADS_2