Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
130. Save by the bell


__ADS_3

Sebulan berlalu Reyna mulai menikmati perannya sebagai ibu pekerja, sejauh ini tidak ada keluhan dari Bimo meskipun kelelahan terkadang membuatnya 2 atau 3 hari sekali membuat bayi besarnya itu menuntaskan nafsunya.


Pagi ini Bimo merajuk meminta jatahnya lagi saat Reyna membangunkannya.


"Tadi malam kan sudah Kak, inget jangan keseringan katanya pengen punya adik cantik" Reyna merengut saat kemeja kerjanya mulai kusut karena tangan Bimo tak berhenti meremas-remas dua asetnya.


"Sekali-sekali Rey, salah sendiri tadi malam bikin aku keenakan jadinya ketagihan"


"Ah alasan saja, kalau kurang enak minta lagi. Dibikin enak eh tetap saja minta tambah" Reyna mundur selangkah menghindari tangan Bimo yang mulai nakal meremas bokongnya


Tak menyerah Bimo menarik pinggang istrinya mendekat melucuti celana kerjanya


"Aku dah mandi Kak, sudah rapi begini"


"Aku janji nggak lama, ya.. " Cup cup cup mulai bermain di leher dan sepanjang pundaknya


"Auchh... Kak.. Nanti ada bekasnya!" tangan Reyna reflek mencubit perut Bimo


"Ahhh, yang bawah saja Rey yang dicubit" Bimo mengaduh manja


Percuma saja Rey percuma, dalam hitungan detik saja bajunya sudah terlepas dan berserakan dibawah


Berdua menikmati kegilaan yang tercipta pagi itu, kata sebentar bergulir menjadi lumayan lama. Ehmmm... cukup lama sampai mereka melewatkan sarapan.


Reyna berlari menuruni tangga, menyambar bekal makan yang seharusnya untuk makan siang.


"Mbak Rey.... makan dulu... " teriak Mbok Nah


"Sudah telat Mbok... ini bekalnya buat sarapan saja" teriak Rey berlari menuju mobilnya dan melajukan kencang


Sedangkan Bimo menuruni tangga dengan santai sambil bersiul


"Mas Bimo... makan... " teriak Mbok Nah lagi melihat pria itu berlalu menuju depan


"Sudah kenyang minum susu Mbok... " teriaknya kencang


😙😙😙


.


.


.


Bruk bruk bruk setengah berlari Reyna menaiki tangga menuju lantai dua dan menghempaskan badannya ke kursi


Tangannya siap terulur menggapai hair dryer untuk mengeringkan rambutnya saat rekan kerjanya bagian penerimaan order mendekat ke meja takut-takut.


"Ada apa Sil?"


"Mbak Rey, bantu Sisil bicara sama Pak Pras" bicaranya takut-takut


"Kenapa, ada masalah?"


Sisil mengangguk angguk "Sisil terima orderan obat"


Reyna mendelik "Bagaimana bisa?"


"Iya, kemarin sore buru-buru pulang jadi kelewat checklist. Ternyata jenis obat, sudah terlanjur Sisil confirm"

__ADS_1


"Siapa kliennya?"


"Mr Horst"


"Apa...!!!! " Reyna memekik jengkel


"Mbakk... " gadis didepannya merengek hampir menangis "Bisa habis aku dimarahi Pak Pras"


"Kenapa kau tak bilang sendiri harus lewat aku"


"Pak Pras nggak pernah galak kalau sama Mbak Rey" Sisil mematut matutkan jarinya


"Jangan kau bilang karena aku menantu Om Alex jadi Pras tidak marah padaku"


"Bukan... Pak Pras kayaknya ada rasa sama Mbak Rey" Sisil cengar cengir


"Hish.. ngawur kamu" Reyna berdiri "Aku bantu bicara, siap-siap saja kalau Pras masih marah padamu. Dia berhak marah" lalu melenggang masuk ke ruang kaca


"Hai Rey.. tumben agak siang" Pras menatap wanita didepannya dengan rambut setengah basah dan make up ala kadarnya


"Ehm.. iya kesiangan"


"Ada perlu?"


Reyna mendekati meja Pras "Sisil bikin kesalahan" menatap gadis yang masih berdiri di depan mejanya "Dia confirm obat untuk Mr Horst"


"Shitt!!" Pras berdiri berkacak pinggang menatap tajam gadis yang berdiri kaku diluar sana. Kakinya mengambil langkah lebar hendak keluar.


Reyna buru-buru menahan lengan Pras "Jangan kau marahi dia"


Pras masih mencoba maju hingga tubuh Reyna ikut tersentak kebelakang


Memutar wajahnya menatap Reyna "Kenapa kau bantu dia bicara?"


"Karena aku tahu kamu pasti marah besar. Denganku mana kau berani" Reyna menyunggingkan senyum lebar


"Hah, karena kau menantu Pak Alex?" Pras mencibir


Reyna melihat pergelangan tangannya


"Bukan, karena aku akan lebih galak dari kamu pastinya dalam 10menit lagi. Sudahlah, aku tak mau buang energi, belum sarapan"


"Ya sudah makan dulu sana, aku tak mau lihat singa betina mengaum kelaparan disini" Pras tertawa lalu mendorong bahu Reyna menjauh


"Soal Mr Horst biar aku yang urus. Kamu tenang saja"


"Okay" Pras kembali duduk dikursinya


"By the way, sudah dapat kandidat penggantiku?"


"Kamu tidak nyaman bekerja denganku?"


"Waktuku tinggal 2 bulan lagi Pras"


"Hemm.. jujur belum"


Reyna berdecak sebal "Tolonglah jangan buat aku tak enak menolak permintaan Om Alex lagi. Seperti apa sih yang kandidat yang kamu cari"


"Yang jelas yang sempurna seperti dirimu" lagi Pras menatapnya dengan pandangan yang mampu menghujam jantungnya

__ADS_1


"Eh.. aku minta ijin makan diatas ya" Reyna buru-buru pergi setelah mendapat anggukan dari Pras


.


.


.


Bising suara hair dryer membuat Reyna tak mendengar derap kaki berat menaiki tangga


"Maaf Rey" Pras berbalik setelah sekian lama mematung melihat tubuh atas Reyna yang hanya berbalut sleeveless.


Bukan hanya kemulusan dan kemontokan tubuhnya yang menggoda tapi bekas kemerahan disepanjang pundak hingga perpotongan leher juga ikut menarik perhatian Pras


"Eh ini aku sudah selesai kok" Reyna menyambar blazernya dan buru-buru mengenakannya


"Maaf aku lepas soalnya tambah panas kena hair dryer" ih gara-gara ulah Bimo jadi dia terpaksa memakai blazer hari ini


"Aku mau ambil file saja dimeja, semalam belum selesai kukerjakan" dengan canggung melewati tubuh perempuan yang harum semerbak


.


.


.


"Hello, this is Reyna speaking from C&O logistic. Can I have your time for a moment Sir?" sapa Reyna ramah saat Mr Horst merespon panggilannya


"Who's speaking. Sorry it's too noisy here"


"This is Reyna sir"


"Ah ya Nena" menjawab dengan aksen aneh


"Can I meet you to explain one thing regarding your order to our company?"


"It's okay just come to my office in one hour, ensure you will not disappointed me"


Reyna menghela napas panjang bagaikan hidup dan mati, dia harus berhasil membujuk klien pertama perusahaan Alex


---


Usahanya tak sia-sia, Mr Horst tersenyum cukup puas dengan alternatif yang ia tawarkan


"Are you the new worker at C&O Miss Nena?"


"No Sir, I'm just helping for a while. Honestly I'm daughter in law of Mr Alex"


"Are you??? Oh My Goodness. He must be proud of you. Why you're not take a part as permanent worker there? I'm so happy if you are willing me to find any materials"


"Ehm...off course I'm willing too but I have little boy"


"Ah.. I see. That's difficult choice"


"Okay Sir, nice to talk with you. So many thanks for your kind understanding. Ah ya, my name is Reyna instead of Nena"


"Oh.. so sorry. How too spell it?"


"Ar I Double yu En and Ei" mulut Reyna komat kamit

__ADS_1


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2