Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
14. Sister Complex


__ADS_3

Deru mobil terdengar berhenti di depan pagar rumah. Reyna hanya terpaku mendengarkan dengan seksama, dia sangat yakin itu bukan mobil Satria lagipula bukankah Satria berpesan dia pulang malam. Disusul kemudian suara pagar rumah terbuka dan


Ting Tong


Bel rumahnya nyaring berbunyi. Reyna meletakkan remote TV dan segera berjalan kedepan membuka pintu lalu mundur selangkah ketika dua pria yang wajib hukumnya harus dia hindari muncul di depan hidungnya sekarang. Saat dia hendak menutup pintu kembali, Andre buru-buru menahan pintu tersebut dengan tangannya.


"Haloo Reynaaaa..." sapanya dengan seringai senyum mengerikan


"Hai Reyna" susul Bimo


"Mas Satria belum pulang" jawab Rey takut-takut


"Wah kebetulan nih Satria tidak ada, aku memang mau ketemu kamu kok" tukas Andre


"Ada perlu apa, bicara saja seperlunya" sahut Reyna sengit tangannya masih menahan pintu yang setengah terbuka.


"Galak amat sih, haus, minta minum" seloroh Andre dengan santainya dia menghentak daun pintu dan menerobos masuk dan duduk di ruang tamu disusul Bimo.


Reyna menghentakkan kakinya tanda tidak suka, setelah menyuguhkan air dingin Rey berbalik dan menuju belakang.


"Kemana Reyna" cetus Andre


"Kebelakang..." sahutnya cuek,disambarnya ponsel di meja ruang tengah dan buru-buru ke kamar mandi mengunci dirinya disana dan menghubungi Satria


.


.


.


5 menit 10 menit 15 menit

__ADS_1


"Pulang yuk Ndre, dikacangin nih kita" ujar Bimo


"Bentar lagi Bim. Siapa tahu Reyna lagi mandi ganti baju seksi pakai minyak wangi" khayal Andre "Lagian ini malam Sabtu pasti Satria sedang bersama Niken, mana mungkin dia tinggalkan wanita itu demi sepupunya, bisa perang dunia ketiga" selorohnya.


Bimo pun hanya mengiyakan, tadinya dia sudah menolak ajakan Andre untuk datang kerumah Satria mengingat reaksi Satria malam kemarin tapi dia lebih tak enak hati jika Andre nekat datang sendiri. Keduanya lalu terdiam dan sibuk dengan ponselnya masing-masing.


Andre dan Bimo adalah sahabat karib Satria, lebih tepatnya berandal kampus pada masanya. Tidak seperti Satria yang pelan-pelan meninggalkan masa lalu kelamnya mereka berdua masih sering menyambangi klub malam untuk bersenang-senang.


Andre lebih mendominasi, tidak ada kata menyerah ketika dia sudah tertarik pada sosok wanita, banyak tipu muslihat dan daya pikat dilakukannya demi mendapat lubang kenikmatan kemudian dia tinggalkan begitu saja. Hal itulah yang membuat Satria khawatir akan Reyna, tatapan Andre pada Reyna begitu dia hafal maksudnya.


Reyna terduduk di kloset dengan mulut komat-kamit berdoa semoga Satria segera datang. Sedangkan dijalan raya Satria seperti kesetanan memainkan setir bundarnya, berkali-kali dia mengumpat pada pengendara lain yang melaju seperti siput.


"Sialan tu bocah..." geram Andre setelah 25 menit lamanya menunggu "Reyna..." dia nekat hendak masuk kedalam rumah


Bimo segera beranjak menahan tangan Andre "Sudah Ndre ayo pulang, minggu depan saja kita balik"


"Ahhh..jangan ganggu ah Bim, kesempatan nggak datang dua kali"


Mereka masih berdebat tanpa menyadari langkah kaki mendekat dan


brakkkkkkk suara pintu dibanting


"Ngapain kalian disini hehh!!!" bentak sang pemilik rumah.


Bimo segera mendekati Satria yang hendak menghadang langkah Andre untuk masuk ruang tengah. Ternyata tebakan mereka salah, Satria lebih memilih perang dunia ketiga dengan Niken.


"Ini kita mau pulang kok Sat" Bimo menjawab hati-hati.


Pandangan Satria nanar mencari Reyna di sekeliling rumah.


"Kalian apakan Reyna heh, mana dia?"

__ADS_1


"Santai broo, nggak kita apa-apain. Belum sempet" Andre terkekeh


Tak disangka gurauannya bagaikan membangkitkan singa lapar didepannya. Satria maju mencengkeram kaos Andre.


"Jangan berani macem-macem kamu Ndre!"


Bimo segerai melerai dua laki-laki itu dan menyeret Andre keluar dari rumah Satria dalam hitungan detik.


"Jangan pernah kau ganggu Reyna!" ancam Satria


Andre hanya mendengus melewatinya


"Sister Complex kamu Sat. Payah!!"


Satria menghambur kedalam rumah dan memanggil Reyna, pemilik nama itu yang mendengar teriakan Satria segera membuka pintu kamar mandi. Tak disangka Satria segera memeluk tubuhnya erat.


"Kamu nggak kenapa-kenapa kan Rey, Andre ngapain kamu heh? Besok lagi jangan buka pintu sembarangan.......bla bla bla bla" cicit Satria


Reyna mendorong pelan tubuh Satria saat pelukan itu mengendur


"Aku nggak kenapa-kenapa Mas, aku sembunyi dikamar mandi"


Satria memegang lengan Reyna lalu memandangnya dari atas hingga bawah kemudian menghela napas panjang.


"Makasih ya Mas segera datang, besok-besok aku janji ga sembarangan buka pintu"


Satria masih diam seribu bahasa, hari ini bisa saja dia tepat waktu. Lain kali???????


"Mas darimana kok berantakan gitu bajunya" pertanyaan Reyna membuat Satria menatap dirinya sendiri.


Kancing kemejanya tak dia pasangkan tepat pada tempatnya, belum lagi ikat pinggang yang menjuntai hampir lepas.

__ADS_1


"Emm tadi itu aku mau mandi dikantor pas kamu telepon" jawabnya sekenanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2