
Para pelayat datang silih berganti tapi Reyna masih duduk terdiam disudut ruang ditemani Mbak May yang memeluknya erat sejak tadi.
"Aku mau lihat Adam sebentar" pamitnya
"Aku ikut Mbak" meskipun Reyna yakin saat ini Dewa baik-baik saja dengan Bimo
"Maamaa... " sambut anak kecil itu saat ditemuinya dikolam ikan belakang rumah
Reyna memaksakan untuk tersenyum.
"Kak Bimo kok bisa sampai sini" tanyanya pada pria dan menyusul duduk disampingnya dibangku taman.
"Ada seseorang mengangkat panggilanku, dia bilang kamu pingsan karena... " Bimo melengos melempar pandangan "Emm aku minta alamat rumah ini"
"Makasih Kak,, kalau mau pulang tak apa"
"Dewa aku bawa pulang sekarang?"
Reyna menggeleng
"Pasti tidak mau.. ada Adam soalnya" tunjuk Reyna pada pria kecil yang sedang asik bermain pasir disudut taman "Dia keponakan aku, putra dari Mbak May yang pernah aku ceritakan dulu"
Bimo mengangguk
"Mungkin aku baru pulang besok Kak"
"Mau kujemput?"
"Nggak usah"
---
"Reyna... " panggilan Gandhi membuat dua orang itu menoleh kearahnya "Teman kantormu datang" sambungnya
"Ya sudah aku sekalian pamit" Bimo beranjak dari duduknya
Berdua mereka berjalan mendekat ke arah Gandhi
"Dia Mas Gandhi" bisik Reyna pelan
"Kakakmu yang galak itu" balas Bimo ta kalah pelan
Gandhi melirik penuh selidik kepada Bimo, reaksi yang selalu ia lakukan sejak Reyna beranjak remaja disaat ia berbincang dekat dengan pria.
"Saya pamit Mas" sapa Bimo sopan
"Ehmmm ya.. terimakasih telah membantu menjaga Dewa. Siapa anda?"
__ADS_1
"Tetangga sebelah rumah Mas" sahut Reyna cepat seakan tahu isi kepala pria kekar didepannya
Gandhi hanya mengangguk dan mempersilahkan Bimo berlalu
.
.
.
Ketiganya memutuskan bermalam di kediaman Linda malam ini. Mas Gandhi tidur di ruang tengah bersama dengan para kerabat pria lainnya. Kamar milik Bianca dihuni oleh para kerabat wanita.
Reyna sendiri memilih kamarnya dahulu, tidur berdesakan berbagi ranjang dengan Mbak May dan kedua anak kecil.
.
.
.
"Aku pulang ya Rey, maaf aku tak bisa menemanimu lebih lama" kata Mbak May sambil menutup tas travelnya
"Nggak apa-apa Mbak, makasih.. " Reyna memeluk erat Mbak May
"Aku tahu ini berat buatmu, tapi kamu harus kuat untuk Dewa" bisik May yang membuat mata Reyna berkaca-kaca
- - -
"Yayah Imooo..." teriak Dewa dari balik jendela membuat jantung Reyna seakan melompat dari tempatnya. Sudut matanya menangkap lirikan tajam Gandhi menghujamnya.
Anak kecil itu berlari ke arah Bimo dan mengambil alih selang air untuk ia mainkan, Bimo buru-buru mematikan kran air agar anak kecil itu tidak basah kuyup.
"Mas Gandhi dan Mbak May mau mampir dulu?"tawar Reyna
"Boleh.. " May turun dari mobil dan masuk ke rumah Reyna
Sedangkan Gandhi memilih menyusul Dewa kerumah Bimo.
"Masuk Mas" tawar Bimo sopan
Gandhi melangkah ke teras dan duduk salah satu dikursi
"Sudah lama jadi tetangga Reyna?"
"Yah lumayan"
Adam dan Dewa tengah bebas berlarian di ruang tamu setelah Dewa mengambil beberapa mainannya dari dalam rumah Bimo
__ADS_1
"Dewa akrab denganmu" ucap Gandhi dengan nada datar
"Eh iya Mas.. begitulah"
Selebihnya Bimo menjawab seperlunya semua pertanyaan Gandhi dengan penuh hati-hati. Laki-laki didepannya saat ini bukan tidak bisa disebut sembarangan.
- - -
"Mas.. ayok berangkat" pinta May sambil melongokkan wajahnya dari tembok samping
Gandhi ******* puntung rokok ke asbak dan beranjak dari duduknya.
"Aku minta tolong,titip jaga Reyna dan Dewa" ucap Gandhi sambil menepuk pundak Bimo
"Iya Mas.. " Bimo berjalan mengantarkan Gandhi hingga samping mobilnya.
- - -
"Bicara apa kalian?" tanya Reyna cemas
Bimo tersenyum simpul "Rahasia"
Reyna mendengus "Nanti malam aku titip Dewa ya Kak, keluarga memutuskan menggelar peringatan 3 hari saja"
"Besok malam juga kan?"
Reyna mengangguk
.
.
.
Reyna melangkahkan kaki kerumah Bimo setelah pulang dari kediaman Linda, malam telah larut seharusnya Dewa sudah tidur saat ini.
"Kak... Dewaaa... " panggilnya saat memasuki rumah
Bayangan Bimo tertangkap berlari berjinjit sambil meletakkan telunjuk di bibirnya
"Biar Dewa tidur disini malam ini" tunjuknya ke kamar utama
"Arghhh padahal aku kangen Dewa" keluh Reyna, seharian tadi Dewa sudah menjadi milik Bimo karena sibuk membersihkan rumah untuk pelampiasan rasa sedihnya. Tak terbayang malam ini ia harus tidur sendiri.
"Kalau begitu tidur disini saja" tawar Bimo
Kening Reyna terlipat
__ADS_1
"Kau tidur dengan Dewa dikamarku, biar aku tidur di kamar satunya" Bimo cepat-cepat menjelaskan
"Ehmm.. okay. Makasih Kak, aku tidur dulu ya" Reyna melangkah ke arah kamar berukuran cukup besar itu.