Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
149. Effort


__ADS_3

"Mbooookkk... " panggil Reyna saat tak melihat perempuan paruh baya itu didapur


"Simbok dibelakang mbak" sahutan dari belakang rumah


Nampak perempuan itu sedang menemani Alex di taman belakang


"Sini bentar.. " Reyna melambai-lambaikan tangan ke arah Mbok Nah


"Ada apa Rey, kemarilah" pinta Alex


"Iya, nanti Rey nyusul"


"Ada apa mbak?" tanya Mbok Nah setelah mendekat


"Bisa bantu Rey cari telur ayam kampung dara?"


Perempuan itu melipatkan dahi menatapnya heran "Ooohhhhh... " matanya membelalak lebar "Mbak Rey kepengen cepat dapet momongan lagi ya??" pekiknya


"Ihh... Mbok Nah jangan keras-keras. Saya malu" Reyna meletakkan telunjuk di depan bibir


"Iya nanti Mbok Nah cariin"


"Makasih ya Mbok" Reyna berlalu menemui Alex di taman belakang


"Pagi Om.. " sapanya


"Bimo mana?"


"Tidur lagi dikamar Dewa" Reyna berjongkok membantu mencabut rumput yang nampak bermunculan di pot pot tanaman


"Rey.. " panggil Alex pelan


"Ya Om?"


"Om harap kamu bisa sabar menghadapi Bimo"


"Eh, iya Om.. "


"Suamimu itu memang ceroboh dan lebih kekanak-kanakan, beda dengan pria seusianya" Alex mendesah


"Biar Om turun tangan sendiri kalau dia berani macam-macam. Kamu tenang saja" lanjutnya


Reyna hanya terdiam menatap Alex, bulu kuduknya meremang mendengar ucapan Alex yang terdengar sangat serius


.


.


.


Bimo melirik Reyna yang lahab mencemili telur rebus

__ADS_1


"Smell fishy, isn't it?" hidungnya mengernyit


Reyna menggeleng lalu menyodorkan potongan telur rebus ke mulut Bimo, pria itu menggeleng cepat-cepat


"Mbak Rey.. ini dimakan" mbok Nah menghampiri Reyna yang hendak naik ke kamar sambil membawa segelas berwarna hijau ******* buah alpukat


"Eh" Reyna memandang ragu


"Bisa ditambah susu kalau mau"


"Nggak usah" Reyna menggeleng cepat "Nanti Rey makan. Makasih ya Mbok" menerima gelas itu dan naik ke kamarnya


"Dewa mana Kak?"


"Ke kamar Om Alex" sahut Bimo tak lepas menatap layar laptop


"Weekend masih kerja Kak" Reyna meletakkan gelas di nakas lalu menghampiri suaminya di sofa


"Cuma review kontrak sebentar. Nggak apa-apa kan?"


Reyna mengangguk, tangannya terulur memijit pundak suaminya membuat badan itu menggeliat liat keenakan


"You work so hard" telunjuk Rey menekan-nekan pundak suaminya


"Bentar lagi kan anakku dua" Bimo menggenggam tangan istrinya


Reyna melanjutkan pijitannya sambil menatap layar televisi, pikirannya kosong menerawang


---


Bimo meletakkan laptopnya dan bergegas berlari menuju kamar mandi. Dilihatnya istrinya sedang berjongkok didepan closet memuntahkan isi perutnya


"Kamu kenapa??" tanyanya cemas sambil memegang pundak Reyna


Reyna mengelap ujung bibirnya, berdiri dan mencuci mulut diwastafel


"Nggak apa-apa" Reyna menggeleng "Eneg makan alpukat"


"Sudah tahu nggak suka alpukat kenapa dimakan??" Bimo mengelus-elus punggung istrinya


"Nggak enak sama Mbok Nah" Reyna berjalan keluar kamar menatap gelas yang masih berisi separo


"Kak Bimo bilangin Mbok Nah ya, biar besok-besok nggak bikinin aku lagi" Reyna menatap Bimo sambil menyodorkan gelas


Bimo mengangguk lalu memakan alpukat itu sampai tandas


"Lain kali bilang saja kalau nggak suka"


"Aku nggak enak Kak, kan maksud Mbok Nah biar aku cepet isi"


"Hamil??" Bimo menerangkan

__ADS_1


"Hu um.. Mbok Nah bela-belain cari telur ayam kampung dara, susah itu Kak"


"Oh.. "


"Tadi juga bikinin teh madu, sama kasih alpukat. Orang lain aja berusaha, kenapa aku enggak. Aku paksa makan alpukatnya tapi malah muntah" Reyna tertawa kecil


Bimo mengelus rambut istrinya "Dibuat santai saja"


Menarik tubuh Reyna dalam pelukannya "Did I put enough effort for this Rey?"


"Yes you did" Reyna mengecup pipi suaminya


"I want to show you more" tangan Bimo meremas bokong Reyna


"Oh No No No! Nanti Dewa masuk bagaimana"


"Enggak enggak, masih lama main di kamar Om Alex. Sebentar saja aku janji, semalam kamu sudah tidur" merajuk seperti anak kecil sambil berusaha mengobok-obok benda kenyal favoritnya


Tak lama kemudian Bimo nampak bersemangat menghentak-hentak diatas tubuhnya, setelah menggambari tubuh istrinya dan puas melihat bekas bekas kemerahan itu


"Mama...... " teriakan Dewa di depan pintu kamar


Aktivitas itupun dipercepat Bimo, Reyna makin kuat mencengkeram punggung suaminya


"I'm coming" Bimo memekik tertahan


"Not yet! Please hold on!" Reyna memohon saat syaraf tubuhnya mulai menegang


"Sorry aku egois" Bimo mengecup pipi istrinya yang masih memejam dibawahnya menggigit bibir bawahnya


Wanita itu diambang rasa nyeri tapi nikmat meski pasangannya sudah menuntaskan hasratnya


"Ayahhhh..... " teriakan Dewa makin nyaring sambil mengetuk pintu


Bimo beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, kembali lagi dengan handuk yang melilit pinggangnya, satu handuk lagi ia tenteng


"Pakai, aku buka pintu" perintah pada istrinya yang masih terlentang diranjang dengan tubuh polos, menatapnya dan tersenyum geli


"Ayah Mama lagi apa sih... " bocah kecil itu merengut


"Lagi mandi Dewa... " Bimo menggendong dan mengecupnya


Iya mandi, mandi keringat hihihihi -Bimo-


Nampak Reyna sedang membereskan baju yang berserakan dilantai


"Itu Mama kenapa merah" tunjuknya ke perbatasan leher dan pundaknya


"Eh ini... gatal" Reyna buru-buru masuk ke kamar mandi


Hasil kegatalan usaha ayahmu bikin adik cantik -Reyna-

__ADS_1


 


Like, Vote, Comment readers adalah mood booster author!


__ADS_2