Aku Dan Lelaki Lelakiku

Aku Dan Lelaki Lelakiku
61. Pertengkaran


__ADS_3

Bianca menuruni keluar dari kamar saat mendengar deru mobil memasuki pelataran rumah. Reyna melenggang masuk dengan tenang dan hendak naik ke lantai atas , lain halnya dengan Bram yang melesak masuk ke rumah dengan muka merah padam.


''Kau mau apa?'' tanya Bram menahan langkahnya


''Bawa Dewa turun''


''Malam ini biar dia tidur disini''


''Iya Mas, aku hanya bawa dia turun dari kamar Bianca''


Bianca yang hendak menuruni anak tangga tertahan melihat keduanya bertengkar ''Biar Dewa tidur bersamaku Rey''


Reyna mengangguk lalu berbalik dan duduk di sofa ruang tengah, disusul oleh Bram di sebelahnya


''Sekarang jelaskan padaku semuanya, dari awal'' Bram melempar kasar kontak mobil ke meja didepannya


''Iya, Mas Bram tenang dulu''


''Kau pikir aku bisa tenang jika selama ini ku sembunyikan hal sepenting ini dariku'' Bram masih saja berteriak


''Mas Bram,,, Reyna! Sebaiknya kalian bicara dikamar saja. Suara kalian terdengar sampai atas'' seru Bianca yang sedari tadi berdiri ditangga melihat keduanya bertengkar


Bram menarik tangan Reyna menuju kamar, dihempaskannya tubuh Reyna ke ranjang setelah menutup pintu kamar dengan kasar


''Mas,, aku tidak pernah berniat menutup-nutupi semua ini. Aku hanya perlu waktu untuk menyelesaikannya sendiri sebelum menjelaskan padamu'' Reyna bicara perlahan


''Kenapa kau pura-pura tak mengenali Pak Satria saat bertemu?Oh atau kalian sebenarnya pernah bertemu sebelumnya''

__ADS_1


Reyna menggeleng


''Kupikir karena kami sama-sama terkejut dipertemukan disituasi yang tidak diduga, aku putuskan menemuinya  karena hanya Mas Satria yang kuyakini tahu keberadaan ayah dari Dewa''


''Haruskah? Tak cukup kau terima saja aku sebagai ayah Dewa''


Reyna menatap Bram dengan penuh tanda tanya


''Mas, jika kau diposisi Kak Bimo, apakah menurutmu kau akan baik-baik saja bila kau tak mengetahui jika ternyata mempunyai anak dari wanita yang pernah kau tiduri?''


Bram hanya terdiam


Reyna membelalak ''Ahhh,, apa jangan-jangan Mas tidak hanya minum-minum saja tapi ...''


''Reyna, cukup! Jangan mengalihkan pembicaraan'' bentak Bram


''Jawab aku dulu!'' Reyna mendengus kasar


''Lalu apa rencanamu setelah pria itu tahu bahwa kalian berdua punya anak? Menikah?''


''Kenapa Mas Bram berfikir sependek itu?''


''Kenapa tidak?''


Bilik itu menjadi senyap, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing


''Kau masih mencintainya Rey?'' Bram menoleh ke arah Reyna saat tidak mendapat jawaban

__ADS_1


''Rey, jawab!''


''Dia masa lalu aku Mas'' Reyna menjawab sekedarnya


''Bukan itu jawaban yang aku harapkan''


Reyna menatap Bram bimbang ''Bukankah Mas sendiri pernah bicara, wajar jika emosi seseorang menyimpan beberapa nama special dihatinya''


Bram menggelengkan kepalanya ''Tapi itu berbeda Rey, aku tak mungkin kembali ke mantan istriku, tapi kau? dia? sekarang ini...''


''Apakah jaminan buatku Mas Bram tidak akan kembali ke mantan istrimu sekalipun ia menginginkanmu''


''Aku jamin. Buatku saat ini duniaku adalah kau dan Dewa..Kau sendiri??'' Bram menunjuk Reyna


Reyna hanya menunduk tak menjawab


''Aku kecewa denganmu Reyna'' bisik Bram pelan,dia berbalik keluar kamar


Reyna berlari keluar saat mendengar deru mobil di depan, tapi terlambat Bram sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Reyna berjalan gontai menuju ke sofa tengah, ini pertama kali mereka bertengkar hebat. Reyna sadar ia telah mengecewakan Bram tapi dia sendiri tak yakin akan perasaannya saat ini, jika bukan karena kedatangan Bram mungkin saja saat itu dia sudah berpelukan dengan Bimo melepas rindu.


.


.


.


Reyna tersentak saat  tubuhnya merasa terhimpit dan ada kepala yang mendesak ceruk lehernya, bau nikotin dan alkohol tercium oleh hidungnya.

__ADS_1


Dilihatnya Bram yang sedang beringsut memposisikan badannya supaya tubuh mereka berdua muat berbaring di sofa, lengan Bram mengunci erat tubuhnya. Jelas ia dengar racauan dari mulut Bram sambil menciumi pipinya sebelum pria itu tertidur


''Maafkan aku Rey, aku terbakar cemburu. Aku yakin kau jadi milikku, seutuhnya...nanti..''


__ADS_2