ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
01. Awal mula


__ADS_3

"Bapak Ibu, di sekolah Pandi senin depan ada acara pelulusan, nanti datang ya".


"Bukannya acara itu harus menggunakan uang Pan?, Bapak kemarin mendengar dari salah satu gurumu mendaftar untuk acara pelulusan itu harus ada uang 500 ribu nak".


"Bapak tenang saja, aku kemarin ikut perlombaan dan Alhamdulillah juara 1, maka dari itu khusus untuku acara pelulusan ini geratis".


"Masya Allah nak, ibu bangga padamu, semoga kelak kamu jadi orang sukses ya", ucap ibu sambil mengusap kepala anak pertamanya.


"Abang memang keren", kalau abang sudah sukses nanti kita jalan jalan ke London ya bang. Ucap Sheli adik kesayangan Pandi.


"Ashiappp adik kesayangan abang". Pokoknya kamu harus do'ain abang terus ya, supaya abang nanti jadi seorang pengusaha sukses, bisa beliin Rumah. Mobil. Sawah. Tanah. Pesawat juga Aamiin. Pandi meng Aamiin kan do'a nya itu.


Bapak Ibu juga Sheli meng Aamiin kan dengan serempak.


setelah itu mereka tertawa.


"Iya gak apa apa namanya juga berdo'a kalau do'a baik baik mah harus di Aamiin kan ya", ucap pak Medi.


"Yaudah Pandi mau berangkat kerja dulu ya", Pandi pamit untuk bekerja.


Pandi bekerja setelah pulang sekolah, dari kelas 1 SMA sampai sekarang kelas 3 SMA bahkan satu minggu lagi akan lulus, dia sudah bekerja keras untuk membantu Bapak nya mencari napkah.


Kerja sebagai penjaga toko dari jam 2 siang sampai jam 9 malam. Jika Pandi punya PR dia selalu membawa ke tempat kerja nya itu, kalau ada waktu dan sedang senggang dia akan mengerjakan PR nya.

__ADS_1


Setiap pulang sekolah biasanya tidak pulang kerumah lagi dia langsung ke tempat kerjanya, yang tidak begitu jauh dari sekolahan Pandi.


Yang punya toko begitu senang dengan Pandi karena anaknya baik, cekatan, pinter tidak malas malasan apa saja mau mengerjakan.


Biasanya sebelum pulang Pandi selalu membersihkan toko itu agar besok datang ke toko sudah rapih tidak gerrudak geruduk beres beres.


"Ya berangkatlah nak hati hati", ucap Ibu.


"Iya bu, Assalamua'laikum".


"Walaikum Salam, ucap Ibu Bapak dan Sheli".


Setelah berjalan kaki sekitar 2 km Pandi sampai ke tempat kerja nya.


"Walaikum salam, ehh Pandi sudah sampai", kamu gak sekolah ya ini baru jam 11 udah sampai", bu Nani bertanya seperti itu karena biasanya Pandi datang jam 2 setelah pulang sekolahnya.


"Sekolah bu tadi sebentar doang, hanya merundingkan acara pelulusan", ucap Pandi dengan sopan.


"Takutnya kamu bolos", kata pak Ahmad.


"Tidak lah pak, tidak berani aku kalau bolos, Pandi bicara sambil tertawa.


"Tidak terasa ya Pan kamu sekolah sudah mau lulus saja, nanti ninggalin kita dong, ucap pak Ahmad dengan sendu".

__ADS_1


Pak Ahmad dan bu Nani sudah menganggap Pandi itu anaknya sendiri karena mereka tidak punya anak.


Ya bu Nani mandul, namun pak Ahmad tetap setia pada istrinya itu.


Mempunyai karyawan seperti Pandi anak nya sangat ramah dan baik, maka dari itu mereka sudah menganggap Pandi anak sendiri. Pandi juga nurut kalau di kasih nasehat di kasih tau tentang apapun.


"Ayolah pak jangan sedih seperti itu, aku jadi ikutan sedih loh, hahahaaa Pandi tertawa untuk menetralkan rasa sedihnya.


Pak Ahmad dan bu Nani juga tertawa. Kamu ini ucap bu Nani.


"Sudah jangan sedih sedih ya, kita harus bahagia, Pandi semoga cita citamu selama ini tercapai ya, do'a ibu menyertaimu Pan", ucap bu Nani.


"Terimakasih Bu, ibu sudah ku anggap ibu sendiri, tetap do'akan aku ya ingatkan aku jika aku ada di jalan yang salah".


"Setelah lulus apa kamu akan langsung ke kota?" tanya bu Nani.


"Iya bu, rencana mau mencari kerja dan tempat tinggal dulu sebelum kuliah".


"Iya Pan, di kota mah apa apa harus di beli, mau kencing aja harus bayar, gak kaya di kita tinggal lompat ke aja walungan hahahaaa", tawa mereka bertiga pecah.


"Do'a kami akan selalu menyertaimu Pan, semoga secepatnya mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal", ucap Pak Ahmad.


❤❤❤

__ADS_1


Haiik Ini karya kedua Utor, Mohon dukungannya ya Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2