ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
013.


__ADS_3

Setelah melihat kejadian kemarin Fely langsung pulang ke apartemen, awalnya Fely mau bicara secara baik baik walawpun dirinya sedang marah mungkin lebih tepatnya ke cemburu, ada rasa marah benci tapi rasa tidak ikhlas juga melihat Rafael dengan wanita lain.


Menunggu dari semenjak dirinya pulang tapi sampai bagi Rafael tidak kunjung datang juga.


Kali ini Fely berniat minta bantuan Papanya tekatnya sudah bulat untuk meninggalkan Rafael.


Harus terlihat fresh dan biasa biasa saja oleh Mama dan Papanya Fely sampai pergi ke salon dulu, selesai memperbaiki tampilannya yang lumayan acak acakan karena hampir semalaman menangis.


Tidak membutuhkan waktu lama hanya 45 menit Fely sampai ke rumah orang tuanya, kebetulan hari ini sabtu jadi Papa Pandi juga pastinya ada di rumah.


"Assalamualaikum semuanya", seperti biasa menunjukan ke ceriaan di depan semua orang yang ada di rumah itu.


"Walaikum salam, sendiri sayang El mana?", tanya Mama Sandra.


"Iya Mah kak El lagi ada yang harus di kerjakan katanya nanti sore dia jemput ke sini", pandai berbohong pada Mamanya.


Tapi tidak dengan mata elang yang dari tadi menatap tajam gerak gerik anak perempuannya.


"Papaku my super hero", Fely memeluk papa Pandi.


"Ada yang mau di bicarakan sama Papa hemmm?", paling pandai menebak.


"Tuh kan tau aja, Papa kayanya punya indra ke 15 deh".


"Jelek kalau bohong".


"Ahhh Papaaaa, biar bagus bohongnya gimana caranya dong ajarin aku?", tanya Fely dirinya tetap berusaha mencairkan suasana menyembunyikan hatinya yang begitu kalut.


"Ayo ikut Papa".

__ADS_1


"Yesss mau di kasih black card nih ya, dahhh Mama kali ini Papa berpihak sama aku hehehee".


"Heii minta sama suami sendiri kaya orang miskin aja suaminya".


"Kalau bisa dapat dari dua duanya kenapa nggak hahahaa", Fely berlari menaiki tangga menyusul Papanya yang lebih dulu masuk ke ruangan kerja.


Ya Allah gue takut sebenarnya, batin Fely. Ayo Fell lo harus tenang dan terlihat biasa saja di hadapan Papa, tapi Papa susah di bohongin, kini dirinya malah merana antara mau minta bantuan atau tidak.


"Duduk sayang", ucapnya lembut namun sedikit menusuk.


Mana bisa dirinya bohong pada laki laki satu ini yang hanya baru di tatap saja dirinya sudah merasa mati kutu karena sulit untuk berbohong, grepp Fely langsung memeluk Papanya dengan erat.


Pandi membiarkan anak nya menangis terlebih dahulu, cih hatinya ikut hancur mendengar tangisan pilu anak emas nya.


"Bilang ke Papa apa yang kamu mau sayang, berhenti menangis tidak sudi Papa melihat air mata kesedihan darimu".


"Sudah Papa siapkan, sore ini juga berangkat dengan Om Hendry".


"Papa tau semuanya?".


"Sedikit tau, Rafael bukan orang bodoh juga".


"Sekolahku gimana?".


"Sudah Papa siapkan semuanya, nikmati masa mudamu, tapi ingat harus bisa jaga diri bagaimana kodratnya seorang perempuan".


"Terimakasih Pah, Fely sayang Papa", airmatanya dari tadi masih terus mengalir.


Ternyata Papanya lebih tau dari dirinya bahkan sudah mempersiapkan semuanya.

__ADS_1


"Papa lebih lebih sayangnya ke kamu".


Kurang ajar kau Raf, Papa sudah peringatkan berkali kali tapi jiwa bajingan keturunnan dari Ayahmu memang susah kau buang dan kubur.


"Gimana Mama nanti?", pikiran Fely hanya Mamanya sekarang.


"Mama bisa berkunjung ke kamu sesuka hatinya, soal Mama serahkan ke Papa jangan khawatir".


Fely mengusap air matanya, "Jelek ya Pah kalau nangis".


"Jelek banget malah, makan yuk Papa juga belum sarapan tadi habis olah raga".


"Dih kaya yang iya aja olahraga ingat umur pah".


Anak gue memang hebat bisa dia menyembunyikan kesedihannya, Papa tau kalau kamu sudah jatuh cinta padanya sayang itu yang membuat Papa bingung juga.


Papa akan memberikan pelajaran sama kamu Raf, kamu gak sesuai janji.


Pandi di antara bingung dirinya juga menyayangi Rafael sudah seperti ke anak kandungnya sendiri sebab sejak kecil Rafael dekat padanya, di sisi lain Pandi juga marah karena Rafael tidak menepati janjinya, andai saja kak Lily tidak memintanya untuk membantu merubah sikap Rafael yang menurun dari Ayahnya.


Awalnya Pandi setuju dan tidak setuju, Pandi tau anaknya punya pendirian kuat dan dia pikir Fely tidak akan jatuh cinta pada Rafael, ini kesalahan terbesar yang Pandi perbuat di semasa hidupnya, salah menempatkan anaknya sendiri.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2