ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
05. Berangkat ke Kota


__ADS_3

Tepat jam 10. Pandi berangkat menuju stasiun, Bu Mirah dan pak Medi ikut ke stasiun untuk mengantar anak sulungnya.


"Bu Pandi berangkat ya, Do'akan Pandi terus bu".


"Pasti nak pasti Ibu akan selalu mendo'akan kamu", tangis bu Mirah pecah, berat buat melepas anak sulungnya untuk pergi, apalagi ini pertama kalinya Pandi jauh darinya.


Semua ibu pasti akan merasakan sedih jika pertamakalinya berjauhan dengan sang anak, namun mau bagaimana lagi itu yang harus mereka jalani sekarang.


"Ibu sehat sehat ya, jaga diri ibu baik baik, jangan terlalu capek ngurusin kebun".


Pandi memeluk Ibunya dengan erat, walawpun lelaki namun tetap saja jika akan berjauhan dengan ibu akan merasa sedih, berusaha sekuat tenaga dia tahan untuk tidak meneteskan airmatanya.


Tujuan dia sekarang adalah melanjutkan pendidikan dan bekerja keras untuk membahagiakan Ibu, Bapak dan adiknya.


Setelah memeluk Ibu yang lumayan lama, Pandi bergilir memeluk pak Medi, pak Medi pun tak kuasa menahan tangisnya.


Bukan apa apa dia sangat merasa gagal menjadi seorang ayah, dia merasa gagal karena tidak bisa memberi yang terbaik untuk istri dan anak anaknya, dia gagal membahagiakan keluarganya.

__ADS_1


"Bapak, Pandi pamit ya, Bapak harus sehat ya jangan sakit sakit lagi, jaga diri Bapak baik baik, jangan memaksakan diri kalau bapak tidak kuat ya yang paling penting kesehatan bapak", ucapan Pandi panjang kali lebar.


"Pasti nak, Bapak akan selalu jaga diri Bapak, kamu juga sehat sehat di sana, jangan tinggalkan lima waktumu, jangan salah bergaul", nasehat pak Medi.


"Iya pak aku akan selalu ingat pesan Bapak".


Pandi menyalami kedua orang tuanya, setelah itu langsung memasuki kereta, karena akan segera berangkat.


Memejamkan mata di dalam kereta itu sambil berdo'a agar selamat di dalam perjalannan.


Jangan ada yang bilang cengeng ya, mau bagaimanapun Pandi adalah anak remaja yang seharusnya masih menikmati masa masa remajanya, menikmati main atau sekedar nongkrong dengan teman temannya, namun berbeda dengan Pandi yang sudah harus bekerja keras sudah harus menanggung keluarganya.


2 jam lebih perjalannan kereta, namun tak sampai situ dia harus menggunakan kendaraan umum lainnya lagi untuk menuju tempat yang dia tuju.


Turun dari kereta, Masya Allah, Bismillah Ya Allah, ucapnya. Pandi terpesona dengan keramayan kota, ternyata Kota seperti ini ya ucap Pandi sambil tertawa,


Pasti Seli bakalan heboh kalau dia ikut, ucapnya lagi, baru juga setengah hari sudah rindu dengan adik cerewetnya itu.

__ADS_1


Menggunakan angkot untuk menuju ke tempat yang dia tuju, sambil sesekali bertanya, untung saja Pandi kemarin membeli ponsel temannya yang sudah setengah pakai, karena di kota apa apa harus menggunakan aplikasi.


Setelah menemukan tempat yang akan dia tempati. Ngontrak di tempat kontrakan sederhana, lumayan dekat dengan kampusnya dia nanti. Pandi Sangat bersyukur, yang punya kontrakan juga sangat ramah kepadanya, sekarang dia tinggal memikirkan besok untuk mencari kerja.


Selesai membersihkan tempat yang akan dia tempati itu, Pandi menghubungi keluarganya yang ada di kampung.


Merebahkan tubuhnya sambil membaca baca lowongan kerja di internet, dia harus mencari pekerjaan juga yang lumayan dekat dari kontrakan, agar tidak terlalu menguras tabungannya yang sudah menipis.


Setelah kurang lebih 2 jam mengotak ngatik ponselnya, akhirnya dia menemukan yang lumayan dekat, besok dia akan langsung ke sana.


Untuk hari ini Pandi cukup mendaftarkan diri, besok harus membawa surat lamaran kerjanya.


dia harus bisa membagi waktu juga untuk kuliahnya nantinya.


Saking lelahnya Pandi tertidur.


🖤🖤🖤jangan lupa like nya, Terimkasih🙏

__ADS_1


__ADS_2