
Pandi masih menertawakan Sandra, bahkan bantal sopa sudah pindah ke badannya semua, Pandi membiarkan saja bantal sopa itu mengenai badan nya.
"Abang aku marah ya", Sandra membuang muka nya bahkan duduk juga di Sopa paling ujung, kesal rasanya dia bisa bisanya di kerjain.
"Jangan marah dong, adik abang jelek kalau lagi ngambek", masih di iringi tawa Pandi.
"Abang jahat, aku marah sama abang kita musuhan".
"Heii mana ada adik abang musuhan, jangan ngarang deh, hahaha".
"Tau ah abang ngeselin banget".
"Nanti kita keluar nonton yuk, beli ice cream lagi", ajak Pandi. Nahh jurus seperti itu membuat Sandra mendekat lagi padanya.
"Beneran ya bang, awas kalau boong, kita musuhan beneran gak mau tau", ketus Sandra.
"Kenapa teriak teriak sayang", ucap Mama Selina dengan panik, dia tadi baru saja habis mandi dan sedang pakai baju mendengar anak nya teriak sangat panik.
"Abang jail Maa", Sandra lari ke arah Mama Selina dan langsung memeluknya.
"Hahhhh enggak Ma abang gak ngapa ngapain Sandra, cuman bilang dia bau asem doang ko, ayolah kan udah baikan kita mau nonton nanti malam", sebenarnya Pandi juga sedikit panik takut sama Mama Selina.
Mendengar ucapan Pandi Mama Selnina menggelengkan kepala, pakai baju saja dia tadi terburu buru karena panik, nyatanya hanya masalah seperti itu hadeuhhhh pening kepalanya.
Rasa pening kepala karena panik hanya sekejap terganti dengan kebahagiaan yang Mama Selina rasakan, rumah jadi tidak sepi keluarganya tambah berwarna karena adanya Pandi.
"Mama kira apa, lagian demen banget si sayang teriak teriak hanya karena itu juga, mending mandi sana siap siap".
"Pandi masuk kamar aja dulu tiduran di sana sebelum kita berangkat", titahnya lagi.
__ADS_1
"Iya Ma, Maaf ya udah buat Mama panik", Pandi merasa bersalah.
"Gak apa apa nak, udah istirahat dulu sana, Sandra juga mandi sana belum mandi kan, pantas saja abang bilang bau asem".
"Mama ngeselin juga sama kaya abang", Sandra menghentak hentakan kakinya karena kesal.
Sedangkan Mama Selina dan Pandi malah tertawa melihat kelakuan Sandra.
Ternyata punya anak dua sangat menyenangkan ada yang berantem cekcok tidak jelas, pikir Mama Selina gemas sendiri dia.
.
.
Setelah magrib mereka berangkat keluar untuk makan malam. Kedua orang tua itu menggunakan mobil sedangkan Sandra sama Pandi menggunakan motor, karena merekan pulangnya niat mau nonton dulu, dan sangat sangat di ijinkan oleh kedua orang tua itu.
Pandi mengikuti mobil yang ada di depannya sambil membonceng Sandra yang sudah memeluknya erat dari belakangnya, apa pacaran itu seperti ini ya haha Pandi tertawa sendiri dalam hatinya merasa lucu, tapi ini adiknya pikir Pandi.
Pandi membuka kan helm yang Sandra pakai.
"Pakai motor jadi berantakan ya rambutnya", Pandi merapihkan rambut Sandra, mendapat perlakuan seperti itu berasa dunia milik berdua yang lain ngontrak.
"Gak apa apa malah happy ko", Sandra tersenyum manis, membuat Pandi tambah gemes.
Masuk ke lestoran bergandengan tangan, seperti sepasang kekasih pas banget cantik dan ganteng, ucap mereka yang melihat Pandi dan Sandra gandengan tangan melewatinya.
"Cocok jadi mantu juga kan Pa", hahaha tawa Mama Selina girang sendiri. mereka tidak mau memaksa Pandi dan Sandra biarkan saja, kalau gak jodoh biarkan mereka menjadi adik kakak yang saling menyayangi kalau jodoh Alhamdulillah banget.
"Iya Ma, pilihan Papa hebat kan", Papa Handra membanggakan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kali ini Mama setuju dengan pilihan Papa".
Setelah duduk bersama mereka memesan makannan, makan bersama dengan tidak bersuara selama makan.
Sandra sesekali melirik Pandi, pesona pemudah itu tidak luntur ngapa ngapain juga, malah terlihat tambah tampan, batin Sandra.
"Ma nonton dulu yuk, inikan malam mingu, hitung hitung Mama sama Papa pacaran lagi", ajak Sandra.
"Nggak sayang Mama sama Papa cukup di kamar pacarannya, iya kan Ma", tanya Papa, sedangkan Mama mendelik mendengar ucapan suaminya di lengkapi dengan tampolan manjah.
"Yaudah Ma, Pa, Pandi sama Sandra nonton dulu sebentar ya", pamit Pandi.
"Iya nak, jangan terlalu malam pulangnya ya", ucap Mama.
Akhirnya mereka berpisah dari lestoran itu, Pandi dan Sandra menuju Mall, Mama sama Papa memilih untuk pulang membiarkan mereka berdua.
"Semoga saja ada tumbuh cinta di antara mereka ya Pa, ahhh Mama gak sabar mau punya mantu punya cucu", ucap Mama.
"Yang benar saja Ma anaknya lulus sekolah juga belum".
"Ya gak apa apa Pa, lulus sekolah langsung nikah biar Sandra gak jadi melanjutkan pendidikannya ke luar negri".
"Iya terserah Mama saja deh", mengalah daripada ribut, bisa bisa tidak dapat jatah haha.
•
•
•
__ADS_1
🖤🖤🖤
Happy reading, jangan lupa like😊 Terimakasih🙏🙏🙏