
Kini ketidak tahuannya Johan akan membawanya ke jalan yang buntu.
Mengapa bisa mempunyai kekasih yang bisa kuliah di kampus ternama di Jakarta, karena gadis itu sudah hamil duluan sebelum menikah.
Bahkan Johan dengan maunya bertanggung jawab meskipun tidak tau itu anak siapa yang terpenting dirinya mendapat suntikan dana yang lumayan besar dari Ayah perempuan itu.
Dan yang paling parahnya, anak aslinya dari wanita lain tidak iya akui, lebih memilih perempuan itu demi mendapat imbalan dari ayah perempuan kekasihnya yang sekarang.
"Ya gue masih Pandi Nasution anak desa yang berusaha sukses di kota", ucap Pandi, berusaha lugu.
"Hahahaa dan nyatanya itu tidak akan terjadi, berhentilah bermimpi akan menjadi pengusaha sukses", ucap Johan lagi.
Dirinya hanya tau kalau Pandi mempunyai beberapa restoran dan kafe kecil saja.
"Mimpi bagi gue motivasi".
Ck gak ada gunanya juga gue menghabiskan waktu meladeni manusia serakah ini, batin Pandi.
Mengambil ponsel dari sakunya, bukti sudah Pandi kantongi semua, bahkan dari a sampai z bukti dari semua kepicikan Johan dengan mudah Pandi dapatkan, Johan orang biasa jadi sangat mudah Pandi korek sampai akar akarnya.
"Sebutkan apa yang kau mau dari gue dan gue akan pertimbangkan itu".
Seutas seringhai jahat Johan tampakan, "Sayangnya gue butuh nyawa lu juga", ucapnya sambil mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
Cek mainnya kaya gini banget ya, Pandi terkekeh sendiri dalam batinnya.
"Dan sebelum elu bunuh gue sudah gue pastikan lu yang mati di tangan gue".
Johan langsung mencekal kerah baju Pandi, "Serahkan ke gue semua harta yang lu punya, bahkan istri lu juga sekarang kalau lu mau hidup tenang dengan Ibu dan adik lu", menodong Pandi denga pisau belati kecil.
"Gue gak sebodoh itu bangsat", menendang kaki Johan dengan kuat.
Dan sedetik itu pula Johan melemparkan pisau yang di pegangnya, pas ke pinggang Pandi.
Akhhhh, Pandi merintih kesakitan, untung dirinya memakai jas lumayan tebal namun tetap saja kena.
Meskipun sedikit menahan sakit dengan sigap Pandi menghajar Johan.
Bug bug bug, meninju wajahnya berkali kali, "Lo pikir gue sebodoh dulu, lo pikir gue akan tetap diam seperti dulu hahh".
"Hidup lo selalau lebih beruntung dari gue, gue benci lo Pan gue benci, ayo siapa yang lebih kuat gue atau elu hahahaa", mencekik Pandi dengan kuat.
Bug Pandi menendang Johan sekuat tenaga sampai terpental tembok.
Perut Pandi sudah mengeluarkan banyak darah, akhhh sakit juga ternyata batinnya.
Johan yang terpental ke temok menyeringhai jahat setelah melihat banyak darah di lantai.
__ADS_1
Brak brak brak, Renaldi dan ke empat polisi mendobrak pintu ruangan yang di tempati Pandi dan Johan.
"Pan", teriak Renaldi melihat Pandi yang sedang bersandar di tembok memegang perutnya.
"Bangsat lu Pan pecundang", teriak Johan dengan marah, setelah melihat ada tiga polisi dan Renaldi.
Perjanjian mereka bertemu hanya berdua saja tidak ada orang lain, ternyata Pandi membawa orang bahkan dengan polisi juga.
Berusaha bangkit dan berjalan ke arah Johan, "Asal lo tau gue Pandi Nasution pemilik perusahaan PS Group, gue rasa lu sedikit tau tentang bagaimana PS Group di dunia bisnis akhir akhir ini bukan", tersenyum devil.
"Gue sengaja tidak pernah menampakan muka yang sesungguhnya ke layar kaca dan tidak pernah mau di ekspos di media, bahkan walawpun lu mencari tentang gue lu gak akan pernah menemukannya".
"Kurang ajar lu saudara macam apa bangsat", menendang kaki Pandi, dan dengan sigap Pandi menghindar dari tendangan Johan.
"Nikmati lah dari semua yang telah lu perbuat selama ini", ucap Pandi terkekeh sambil keluar dari ruangan itu.
Johan terus berteriak mengabsen semua binatang melampiaskan kemarahannya, tidak terpikir sedikitpun dirinya akan seperti ini.
Dan iya dia baru ingat ucapan lelaki tua itu, bahwa ada pemuda sukses yang sekarang mulai merajai dunia bisnis namanya Pandi dia berasal dari kampung juga, tapi sangat susah untuk mengulik dan mencari tau jati diri dan kisah pemuda itu.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading🖤🖤🖤