ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
87.


__ADS_3

Pandi dan Sandra menginap di rumah Mama dan Papa nya, tadi sore mereka ke sana.


Pandi yang lebih duluan bangun dari istrinya tersenyum melihat wanita di sampingnya masih asik dengan tidurnya, hahaa Pandi di lawan.


Sandra mengeliat karena bantalnya di tarik oleh sang pemilik, ya bantal Sandra tangan suaminya, "Akhhh badanku rasanya mau rontok semua", ucapnya masih memejamkan mata.


Pandi terkekeh dia benar benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri jika urusan ranjang, selalu membuatnya nagih dan terus nangih, mungkin karena masih pengantin baru kali ya hahaa.


"Mau di pijit sayang", Pandi memijat bahu dan pinggang istrinya.


"Pijit aja ya jangan lebih aku juga mau masuk kantor by", masih asik memejamkan mata hanya mulutnya yang bergerak dan bersuara.


"Iya sayang iya", Pandi benar benar hanya memijit istrinya meskipun tubuhnya meminta lebih.


Mereka mandi berdua dan terjadi lagi pertarungan ke sekian kali, kali ini di kamar mandi, entah kenapa Pandi benar benar tidak bisa jauh dari tubuh istrinya yang selalu membuatnya nagih.


"Akhhh udah by lelah banget badanku tadi malam hampir semalaman kamu ini pagi pagi udah minta lagi".


"Ughh rasanya gak bisa di jelaskna dengan kata kata sayang, aku mencintaimu Terimakasih", Pandi mencium bibir istrinya lagi lumayan lama, padahal bibir Sandra rasanya sudah tebal karena perbuatan suaminya.


Badannya sangat lelah jika tidak mengingat banyak sekali pekerjaan nya juga Sandra tidak mau ke kantor dia akan tidur dan rebahan seharian.

__ADS_1


Setelah mandi dan siap siap mereka sarapan, Sandra sarapan sangat banyak tenaganya habis terkuras dari malam sampai pagi.


Berjalan dengan malas masuk ke mobil suaminya, untung saja pas tadi sarapan Mama Selina dan Papa Handra berangkat duluan karena mereka akan keluar kota, kalau tidak Sandra pasti malu karena di ledekin mamanya.


"Ke kantor aku aja yuk kita ambil kerjaan kamu dan bawa ke kantor aku sayang".


"Ini semua gara gara kamu by".


Pandi tergelak bahkan terbahak bahak melihat muka sepet istrinya, "Habisnya nikmat", ucap Pandi dengan enteng.


Entalah seolah tak pernah bosan tenaganya juga selalu full, Sandra sangat heran kemarin kemarin saja dia peluk biasa biasa saja duduk di pangkuannya juga biasa berdekatan ya hanya dekat doang, ohh tidak dengan sekarang dirinya minta ampun saja tidak di kasih ampun sama sekali.


.


.


.


"Udah dek", tanya Renaldi basa basi setelah Seli masuk ke mobilnya.


"Iya ayo jalan kak".

__ADS_1


20 menit di perjalann tak ada obrolan di antara dua manusia itu.


Sampai sekolah Seli sudah di tunggu oleh seorang pemuda yang sangat tampan juga, lelaki itu tersenyum setelah melihat mobil yang Seli tumpangi, sudah sangat hapal dengan mobil Pandi maupun Renaldi karena sudah berbulan bulan dia memperhatikan Seli.


"Terimakasih kak Ren, Seli sekolah dulu Assalamualaikum", salan Seli pada Renaldi sebelum turun.


"Iya sekolah yang benar ya jangan terlalu dekat dengan laki laki lain".


"Apasih kak hahaa", Seli tertawa sambil turun dari mobil itu.


Baru juga Renaldi bicara barusan Seli yang mau masuk gerbang sekolah langsung bicara dengan seorang laki laki, membuat Renaldi panas dingin, kebakaran jenggot, melihat lelaki itu mengelus kepala dan tersenyum pada Seli.


Siapa dia awas saja kalau sampai mengambil Seli dariku, darahnya mendidih karena cemburu melihat wanitanya di elus kepala oleh lelaki lain.


Setelah Seli dan lelaki itu masuk ke dalam gerbang sekolah, Renaldi langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, marah andai saja bukan sekolah mungkin Renaldi sudah menyeret Seli untuk masuk lagi kedalam mobilnya, dan andai saja Seli sudah resmi miliknya mungkin dia bisa menghajar lelaki itu.


Ayo Ren mangkanya gerak cepat ahh lu mah angel sih☹


.


.

__ADS_1


.


🖤🖤🖤 Happy reading 😍😍😍


__ADS_2