ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
105.


__ADS_3

Mau tak mau akhirnya Seli pasrah, mau di apa lagi tak mungkin jika iya tidak mendengarkan sang kakak.


"Yaudah iya bang, aku pulang dulu ya, Ibu Mah Pah, kakak aku pulang dulu", pamitnya pada semua orang.


"Iya hati hati", ucap mereka semua bersamaan.


Setelah Seli dan Renaldi keluar dari ruangan itu, Mama Selina langsung mendekat pada bu Mirah,.


"Mbak menurut embak gimana Seli sepertinya dia terpaksa ya", ucapnya, sebab sangat kelihatan kalau anak itu acuh tak acuh di kala dekat dengan Renaldi.


"Gak tau ya, mau gimana lagi untuk sekarang terserah mereka, Seli dan Renaldi sudah pada dewasa biarkan mengalir saja, jodoh kita tidak ada yang tau", tutur bu Mirah, beliau sebenarnya memahami anak gadisnya, Seli tipe anak yang gak mau gerusak gerusuk.


"Sebenarnya anak itu kalau semakin di kekang dan semakin di paksa, malah jatohnya dia tambah malas tidak mau terus ujungnya marah, itu sebabnya Seli tidak nyaman, Renaldi tidak bisa mengambil hatinya secara perlahan", ucapnya lagi.


"Iya Bu, kak Ren itu terlalu terobsesi sebenarnya, dia terlalu menunjukan suka dan selalu ingin di turut jadinya membuat Seli kurang suka", Sandra juga ikut menyahut pembicaraan kedua orang tua itu.

__ADS_1


"Iya nak", bu Mirah membenarkan ucapan Sandra.


"Pah kamu nih yang harus bicara 4 mata dan pelan pelan padanya, Mama jadinya takut kalau seperti ini terus Seli semakin gak suka, memang kita tidak tau jodohnya atau bukan tapi setidaknya kita ingatkan Renaldi dengan pelan pelan, kalau di lihat Renaldi sangat menyukai Seli tapi caranya dengan terburu buru", ucap Mama Selina dan menunjuk suaminya yang di suruh untuk bicara pada Renaldi, takut anak itu tersinggung kalau dirinya yang bicara.


"Sepertinya susah juga sih mah, sebenarnya Seli menyukai kakak kelas nya, bahkan mereka sempat punya hubungan sebentar tapi Seli merasa kasihan sama kak Ren, mangkanya dia memutuskan hubungannya dengan pemuda itu, berada di posisi Seli pasti sulit", ucap Sandra lagi.


Hahhh Mama Selina dan Bu Mirah membelalakan matanya, baru tau kalau anak gadis mereka sudah punya kekasih sebelumnya, pantas saja anak gadisnya tak mau lepas dari ponsel hahaa ternyata, bu Mirah terkekeh sendiri mengingat bagaimana Seli tak mau jauh dari ponsel, namun semenjak iya mengetahui kalau Renaldi suka pada anak nya, Seli terlihat masabodolah lagi dengan benda pipih itu.


"Ya sudah nanti Papa akan coba bicara pelan pelan padanya, ingat kita juga jangan memaksa Seli ya biarkan dia dengan keputusannya sendiri, walawpun kita kasihan sama Renaldi", harus ada di pertengahan, bingung juga jadinya di paksa ada salah satu di antaranya yang tak suka, jika tidak di paksa ada salah satu di antara mereka juga yang terluka.


.


.


Sedangkan di mobil juga Seli tak mau bicara dengan Renaldi, entah lah hari ini dia benar benar sebal dengan manusia satu ini, mungkin karena lagi pms juga kali, pikirny.

__ADS_1


"Dek", panggil Renaldi, masa iya pulang pergi tak ada pembicaraan terus di antaranya, iya merasa sia sia berdua juga jika seperti ini terus.


Namun Seli masih tak bergeming, masih asik dengan menatap jendela mobil itu.


"Dek, sekarang kakak ikut kamu deh, terserah mau kaya gimana juga, dan rasanya semua ini percuma kalau yang satunya terus berjuang namun yang satunya masih tetap menutup hati terus", kali ini Renaldi benar benar pasrah sudah berbulan bulan menunggu dengan sabar namun tak ada hasilnya sama sekali.


Akhhh dirinya yang sudah mulai lelah dirinya juga yang sakit hati, kalau saja tidak merasa punya hutang budi dengan semua orang yang berada di dekat Seli apalagi Pandi, mungkin dirinya sudah menjauh dari keluarga ini, buka tak sayang sama semua orang, namun ingin berusaha melupakan, bulan bulan lalu juga pernah menjauh namun kadang kadang masih bertemu itulah yang tidak bisa membuat iya lupa dengan Seli..


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2