ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
56.


__ADS_3

Hampir 2 jam di jalan akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan.


"Turun yuk kita makan siang dulu", ajak Pandi.


"Males".


"Sayang ayo turun dulu kita makan abang udah laper tadi pagi sarapan sedikit".


Akhirnya Sandra mau turun setelah mendengar Pandi laper.


"Mau pesan makan apa, ini ada es cream juga lo".


"Samain aja makannan nya, es nya 2 rasa yang kaya biasa".


Pandi memesan makannan untuk mereka, restoran juga sudah lumayan sepi karena ini sudah lewat waktunya makan siang.


"Kenapa hem siapa yang membuat kamu seperti ini?, tas apa yang kamu mau?", tanya Pandi dengan lembut sambil mengelus kepala Sandra dengan sayang.


Ngadepin Sandra harus dengan lembut jika di kasarin dia akan semakin berontak.


"Tadi ada Melisa dia ngambil tas yang aku mau, dia juga mengancam bakalan merebut kamu dariku".


"Terus kamu biarkan tas yang kamu mau itu di ambil sama dia, kamu juga percaya sama omongannya, harus berapakali aku bicara sama kamu agar kamu percaya padaku", ucapannya masih lembut.


"Siapa yang gak marah, kamu juga belum pernah mengungkapkan perasaan kamu sendiri".


"Hahaaa lucu banget sih sayang hanya karena hal seperti itu omongannya sudah ngelantur kemana mana".


"Ketawa lagi".


"Love you Sandra Seliana Winata adikku tapi akan menjadi ibu dari anak anakku", Pandi terkekeh merasa lucu.


"Ehhh ngomong apa tadi?", Sandra tidak bisa menyembunyikan pipi merahnya.


"Aku mencintaimu sayang, jadi plis sekarang stop ya bicara yang tidak tidak percayalah padaku", ucap Pandi sangat tegas.


"Aaaa ko bisa sih baru ngungkapin perasaan yang hubungannya sudah hampir 3 tahun", Sandra juga terkekeh bahagia hatinya ucapan seperti inilah yang iya tunggu tunggu.


"Makan dulu yuk abang laper, ungkapan cinta gak bisa bikin kita kenyang".


"Ahhh tuh kan pasti seperti ini, tapi yaudah lah gak apa apa yang penting udah bilang cinta", selalu saja ambyar gak ada kata kata manis lagi.

__ADS_1


"Makan yang benar sayang", ucap Pandi.


Sedang makan dengan tenang dan hampir habis makannan yang mereka makan, datanglah tamu yang tak di undang.


"Wah kalian sedang di sini juga ternyata", ucap Marcel.


Huwhhh pengganggu datang lagi, batin Sandra, kapan sih gue sama bang Pandi aman tentram damai bahagia tanpa ada pengganggu dalam hidup kami.


"Ya seperti yang kamu lihat", ucap Pandi dwngan datar.


"Woy santai bro, ngomong ngomong gue pinjem Sandra dulu ya bro lu kan kakak nya".


"Cel gue bukan barang ya, yang bisa kau pinjam pinjam".


"Nah orangnya saja sudah bilang seperti itu, apa yang anda harapkan lagi", sinis Pandi.


"Sayang ayolah main dulu sama aku yuk kita jalan sebentar saja", ucap Marcel pada Sandra.


"Gak mau Cell, gue paling males kalau di paksa".


"Besok minggu kan, kita jalan kemana aja yuk", ajak Marcel lagi masih berusaha mengajak Sandra.


"Gak usah maksa kalau orangnya tidak mau", ucap Pandi.


Mimpi kali si acel mah hahaaa, kapan juga Papa Handra setuju dengan keinginnan Daddy nya, halawww sebelum menyetujuinya bahkan menolaknya terlebih dahulu.


"Gak mungkin", ucap Sandra.


"Lu lihat saja nanti bahkan dengan cara apapun gue bakalan dapetin elu", bisik Marcel pada Sandra.


Pandi menyengit melihat kelalukan Marcel yang di luar batas pada wanitanya, ingin sekali dia menendang lelaki itu.


Setelah berbisik Marcel langsung pergi dari sana dengan seringhai jahat nya.


"Huwhhhh knapa sih Ya Allah di dunia ini harus ada manusia yang menyebalkan seperti mereka", Sandra mengerutu.


"Ngomong apa dia", tanya Pandi.


"Tau ah gak jelas".


"Kamu harus hati hati sama dia, Marcel orang yang sangat licik cara apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau".

__ADS_1


"Iya bang".


Setelah habis makannan yang mereka pesan Pandi membayarnya, dia langsung mengajak Sandra jalan ke pinggir pantai.


Pandi mencari tempat yang lumayan pas untuk mereka berdua. Sesekali Sandra minta di gendong olehnya dengan senang hati Pandi menuruti keinginnan wanitanya.


Sandra sangat menikmati suasana pantai di sore hari, dia sangat asik dengan pasir pasir yang iya ukir dan langsung terkena ombak, terus terusan seperti itu.


Pandi berdiri tidak jauh dari Sandra dia memperhatikan Sandra yang sesekali tertawa kencang. Bahagianya sesederhana itu ni anak batin Pandi.


Sampai matahari mau terbenam Sandra masih asik dengan ombak dan pasir, Pandi dari tadi menunggunya dengan sabar dia sesekali mengabadikan momen itu memakai ponselnya.


Cek cantik banget meakipun dengan rambut berantakannya, pantas gue se cinta ini sama ni anak, Pandi tersenyum.


Memeluk Sandra dari belakang menikmati sore hari di pinggir pantai.


"Sayang Terimakasih untuk hari ini", ucap Sandra mengelus lengan Pandi yang melingkar di pinggangnya.


"Bahagia?", tanya Pandi.


"Sangat bahagia, Sandra tersenyum membalikan badannya, Terimakasih lelaki hebat, Terimakasih yang selalu bertahan dengan sikapku, love you Pandi Nasution lelaki milikku dan akan menjadi milikku selamanya", Sandra memeluk Pandi.


"Sama sama wanita manjaku", Pandi membalas pelukan Sandra.


"Bang poto yuk, kita gak pernah poto berdua yah", Sandra terkekeh.


"Boleh", Pandi tersenyum.


Mereka mengabadikan momen bersama sangat banyak. Setelah merasa cukup banyak foto dan vidio yang mereka ambil dan abadikan.


"Pulang yuk, gak baik magrib di sini", ucap Pandi.


"Masih nyaman, tapi yaudah gak apa apa ayo", Sandra tersenyum mengglendot manja.


Mereka memutuskan untuk pulang, dan di jalan mencari mesjid untuk mereka beribadah.


.


.


.

__ADS_1


🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😊


__ADS_2