
Renaldi dan mbak Hera benar benar pusing ngadepin bos yang serba gerusak gerusuk, data data yang mereka kerjakan sudah Pandi tungguin sebab dirinya ingin pulang lebih cepat hari ini.
"Sabar ya sayang Papa bentar lagi pulang", Pandi bicara sendiri dengan layar ponselnya.
Merasa gemas dengan anak nya sendiri, Sandra mengirimkan foto baby Fely banyak jadi dirinya tidak kuat untuk menahan rindu pada sang anak.
Akhhh mereka kerjanya lelet banget sih, gerutunya tidak sabaran.
Tak lama terdengar pintunya di ketuk.
Tok tok tok, "Permisi pak".
"Masuk".
"Pak ini data yang anda minta", mbak Hera memberikan data itu pada bos nya, dan langsung keluar dari ruangan Pandi dirinya sampai memijit pelipis segala saking pening kepalanya.
Ya Allah bos kalau lagi kumat gila nya suka kaya gini, dumelnya sambil mulutnya terus kumat kamit jengkel.
Sebelum masuk ke ruangannya mbak Hera melimpir ke ruangan Renaldi terlebih dahulu.
"Ren cepetan udah di tungguin bapak tuh", ucapnya, padahal tadi Pandi tidak bicara seperti itu sedikitpun.
"Gila gue pusing mbak tiba tiba dia minta data ini, mana belum gue kerjain sama sekali lagi huwhhh", bicara juga tidak mengalihkan matanya dari layar laptop.
"Sama aku juga butuh kopi ini kayanya, gilaaaaa udah sore minum kopi huwaaa pasti nanti malam gak bisa tidur".
"Sana pergi mbak jangan ganggu dulu pliss gue pusing ini", melihat jam yang ada di tangannya, sebentar lagi harus menjemput Seli juga.
__ADS_1
Renaldi mengumpat habis Pandi, benar benar hari ini dirinya tidak istirahat sedikitpun bahkan makan siang juga belum, sedangkan ini sudah jam 2 lewat.
Tadi dirinya ikut dua kali meeting di luar dan sekalinya lagi Pandi hanya meeting di kantor dengan sekertaris dan stap nya.
.
"Ren lu lama banget, kalau sudah selesai bawa ke rumah saja gue mau balik duluan", dengan entengnya Pandi tanpa mengetuk pintu lagi hanya menyembulkan kepalanya sedikit.
Hahhh Renaldi benar benar di buat melongo, "Ba*****t lu enak enakan mau pulang sedangkan gue makan juga belum", dengusnya kesal, akhhh Renaldi melempar bolpoin yang ada di tangannya tepat ke pintu tadi pas Pandi menyembulkan kepalanya, tidak kena ke kepala sedikitpun karena Pandi sudah entah kemana.
Sodara teman sahabat dan bos macam apa dia ini, sumpah kalau bisa ingin sekali dirinya melemparkan Pandi ke kandang singa sekalian agar berteman dengan sesama singa, gerutunya.
Sayang sekali Itu semua hanya keinginnan dan angan angan saja baginya.
Kepalanya sudah pening dan perutnya sudah sangat laper sekali.
.
.
Sedangkan yang sudah di dalam mobil asik senyum senyum sendiri, membayangkan jika anaknya sudah besar menunggu dan menyambut dirinya pulang kerja.
Bahkan memarkirkan mobil juga menyuruh Pak Hamdan dan sekalin minta tolong untuk di cuci.
"Assalamualaikum sayang Papa pulang", ucapnya masuk ke dalam kamar dengan riang bak bocah berumur 5 tahun menemukan mainan barunya.
"Hahh Walaikum salam, jam segini sudah pulang?", tanya Sandra merasa aneh bahkan sangat aneh ini baru setengah tiga kenapa suaminya sudah ada di rumah bahkan sudah membuka kemejanya juga.
__ADS_1
"Ehhhh nggak nggak cuci tangan dulu mandi dulu sana jangan langsung gendong Fely kamu habis dari luar", cegahnya karena Pandi sudah mau menggendong Fely dari ranjangnya.
"Bentar doang mah".
"Sana mandi dulu kalau nggak ya aku gak bakal kasih kamu gendong dia", Sandra langsung menggendong baby Fely.
Pandi baru pulang dari kantor bahkan beberapa kali ketemu klien sudah pasti ada kuman yang menempel di tubuhnya, pikir Sandra.
Dirinya tak mau ceroboh dalam mengasuh anak.
"Aishhh pelit banget sih Mama kamu sayang", menatap anaknya dengan penuh rindu.
"Aku pulang cepet juga karena udah kangen banget sama dia", gerutunya sambil masuk ke kamar mandi.
"Ya Allah nak Mama sudah tersisihkan sekarang, Papa lebih kangen ke kamu daripada Mama", adunya pada sang anak.
Fely hanya mengatup ngatupkan bibirnya saja sambil menggeleng gelengkan kepalanya, matanya terbuka dengan sempurna dengan bola mata hitam bening.
Fely sangat anteng jarang sekali menangis, bahkan di malam hari juga dia terbangun hanya pas popok basah saja.
Nyatanya yang selama ini Sandra takutkan itu tidak berlaku pada anak nya.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading🖤🖤🖤