ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
46. Seolah Tak Kenal


__ADS_3

1 minggu sudah dari semenjak Sandra pulang dari rumah Pandi sampai sekarang di cuekin.


Pandi yang sudah beberapa hari kemarin mencoba bicara dengan Sandra namun tak di respon , di tlpon bukan tidak mengirim pesan juga mungkin sudah ratusan pesan tetap tak ada jawaban.


3 hari yang lalu Pandi datang ke rumah juga, niatnya mau memperbaiki hubungan dan apa yang dia dapat malah pelototan sengit dari wanita itu, sedang ngobrol di ruang keluarga juga Sandra malah asik dengan ponselnya.


Sandra kuliahnya juga sudah pindah dan dia mulai kerja di perusahaan Papa Handra.


Pandi yang mulai lelah juga ngadepin Sandra dia merasa yasudah lah, dia tidak tau juga salahnya dimana, mau gimana lagi bukan dia tak berusaha namun usahanya tak pernah di anggap.


Proyek yang Pandi pegang sekarang sedang benar benar membutuhkan pikiran dan ide ide jernihnya, tak mau usahanya yang selama ini dia impikan dan idam idamkan gagal, 2 hari berturut turut Pandi pokus dengan proyek pembangunnan nya, bahkan selama 2 hari dua malam dia tidak pulang dari kantor, hanya kominikasi dengan sang Ibu yang tidak pernah Pandi lewatkan.


Renaldi juga sama mereka berdua benar benar sahabat, Renaldi yang tidak pernah meninggalkan Pandi selain dia ke kampus, Pandi kemana saja dia selalu ikut menemani sekaligus kerja.


"Bos, hari ini kita ada meeting di kantornya Pak Handra jam 1 siang".


"Siapkan berkasnya Ren, gue belum liat laporan yang mereka kirim juga, gue lagi sibuk nyiapin pembangunnan ini dulu", Pandi menekan memencet dahinya, mumet itulah yang di rasakannya.


"Siap Bos", Renaldi kembali ke ruangannya untuk mengambil berkas.


Pandi membaca dan meneliti laporan yang di kirimkan padanya. Jam 11 Pandi dan Renaldi keluar dari kantor, mereka akan makan siang di luar terlebih dahulu sebelum meeting.


.

__ADS_1


.


Jam setengah 1 siang, dua pemuda itu sudah sampai ke kantor Papa Handra, Pandi langsung masuk ke ruangan Papa nya dulu hanya untuk sekedar menyapa.


"Assalamua'laikum Pa", Pandi mengetuk pintu itu sambil mengucapkan salam.


"Walaikum salam, masuk", ucap Papa Handra dari dalam.


"Siang Pa".


"Ehhh sudah sampe Pan, iya siang juga nak".


Ternyata di ruangan itu tidak hanya Papa Handra di sana ada Sandra juga yang sedang duduk di sopa, namun Pandi tidak menganggapnya ada dia melewatinya begitu saja, tidak menyapanya juga.


"Pa Pandi nunggu di ruang meeting ya".


"Di sini dulu aja Pan masih setengah jam lagi kan".


"Pandi belum melihat materinya Pa", bohongnya demi bisa menghindari wanita yang sedang duduk di sopa.


"Oh yaudah kalau begitu, Papa juga sebentar lagi ke sana".


Pandi langsung ke luar dia langsung ke tempat meeting.

__ADS_1


"Ada masalah apa sayang", tanya Papa Handra pada Sandra, dia bingung melihat anaknya diam diaman seperti itu.


"Papa tanya aja sama dia", jawab Sandra.


"Gak boleh gitu sayang mau bagaimanapun dia abang kamu", nasehatnya.


"Iya Pa", gak bisa melawan Papanya.


Papa Handra beriringan dengan Sandra untuk masuk ke ruang meeting.


Sampe sana hanya baru ada mereka dan Sandra paling teracuhkan hanya diam mendengarkan 3 lelaki yang sedang mengobrol.


Pas jam 1 siang semuanya sudah di dalam ruang meeting bagi yang mengikuti meeting, Papa Handra hanya memperkenalkan Sandra karena sekarang sudah bergabung di kantor nya, sedangkan meeting di pimpin oleh Pandi.


Penyampaian Pandi sangat tegas dalam segala hal, bicara dengan penuh wibawa dan cepat di mengerti juga oleh karyawan lainnya, itulah yang mereka suka dari sosok Pandi, namun sangat di sayangkan karena kemungkinnan besar Pandi akan lepas tangan dengan perusahaan ini, karena iya sudah mempunyai perusahaan sendiri.





🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2