
Jam 1 siang Fely keluar dari apartemen, kali ini karena tidak pakai seragam sekolah dirinya membawa mobil sendiri yang memang hanya di bawanya kalau tidak pakai seragam sekolah saja.
"Kangen juga gue sama si biru ini", cekikikan sendiri sambil mengeluarkan mobilnya.
Sampai kafe dirinya langsung masuk ke ruangan yang biasa dia pakai, tapi bukannya kerja Fely malah tidur menumpukan tangan di atas meja kerjanya.
Urusan sekolah sekali kali bolos lah pikirnya, tapi ada rasa takut juga takut Papanya tau.
Hamipr 1 jam Fely masih asik dengan mimpinya sehingga Nina masuk juga dirinya tetap pulas tidur.
"Felyyyy lo kenapa bolos sekolah?".
Kaget Fely langsung terbangun dari tidurnya, "Plis deh Nin gak usah teriak teriak segala pusing gue dengernya", haihhh sedang asik mimpi kenapa ni anak muncul sih, batin Fely gedeg sendiri
"Ehh sorry deh, maaf gue kan aneh kenapa lo gak masuk skolah di tlpon gak di angkat WhatsApp gue juga gak di balas, siang gue tlpon lagi kaga aktif, lo tau gak gue khawatir tau".
"Iya iya gue yang maaf gak kasih kabar ke lo, ngemall yuk Nin".
"Lo kesambet apa sih tumben amat dapet jatah dari suami?, hahahaaa".
"Berisik lo", Fely bangkit langsung mengambil tasnya dan menarik Nina, "Lo ganti baju nanti pakai baju gue ada di mobil".
"Ehhh buset emang ada ya bos di jam kerja malah ngajak jalan karyawannya".
Tanpa bicara banya Fely terus saja menarik tangan Nina, "Mbak titip ya aku mau keluar sebentar sore balik lagi ke sini", pamit Fely pada salahsatu karyawan kepercayaannya juga.
__ADS_1
"Iya hati hati Fell".
Fely mengacungkan jempol dan tersenyum.
Sampai parkiran mereka berdua langsung bergegas pergi ke salahsatu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kota ini.
"Lo tumben bawa mobil gue kira belum boleh".
"Papa gue bolehin bawa mobil kalau gak lagi pakai seragam Nin".
"Om Pandi emang thebest sih".
"Ya lo betul sekali".
Setelah sampai Nina langsung ganti baju yang sudah Fely siapkan memang untuk Nina, baju dan rok semuanya baru sepatunya juga baru.
"Tenang aja Mama gue udah oke ko apalagi di kasih ke elo katanya gak apa apa".
"Tante Sandra emang selalu baik ke gue, gue gak tau harus gimana balas semua kebaikan kalian ke gue dan keluarga".
"Lo cukup jadi sahabat yang baik buat gue itu aja ko".
"Makasih ya Fell, gue salahsatu manusia paling beruntung bisa dekat dengan lo dan keluarga lo, Gue jadi kangen Nenek sama Oma Opa gaul deh hahahaa".
"Mereka masih tetap ketceh kan walawpun sudah ada umur, lo tau gak mereka minum ramuan yang nenek gue buat sendiri dari rempah rempah loh".
__ADS_1
"Oya serius lo Fell".
"Yahh lo mah gak percayaan, makan yuk gue laper padahal jam 11 tadi gue baru aja makan".
"Berangkat beb".
Kedua anak gadis remaja itu sedang muter untuk mencari tempat makan yang menurutnya sama sama enak.
Ehh salah Fely sudah bukan gadis lagi ya haha.
Setelah makan mereka masih terus ngobrol, belum sempat belanja mereka hanya muter muter dan ngobrol terus menerus.
Fely mendekat pada sosok dua manusia yang baru saja masuk ke toko baju yang sama.
Sayup sayup Fely mendengar kalau wanita itu minta di belikan tas dengan manja, deg jantung Fely berpacu cepat rasanya mendidih matanya panas.
Hahaa gue habis di gaulin langsung di tinggalin begitu saja, ck nyatanya dia sama wanita lain, bangsat sekali ternyata padahal tadi malam dia dengan lantang juga berkali kali mengucapkan sayang sama gue.
Gue benci lo kak, gue udah gak kuat lo gak mau berubah walawpun sudah hampir 5 bulan kita menikah.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤