
1 minggu ini Pandi sangat sibuk sekali dengan jadwal kuliah dan pekerjaan nya.
Hanya bisa memberi kabar lewat chat doang ke Mama Selina dan Ibu yang ada di kampung juga. Sehari hari Pandi menghabiskan waktu untuk kerja kuliah kerja lagi, penat karena benar benar 1 minggu full tidak ada istirahatnya bahkan ini hari sabtu juga Pandi di sibukan dengan tugas kuliah nya.
Sore nanti dia niat mau berkunjung ke rumah Papa Handra karena Mama Selina sudah menlpon nya terus dari kemarin lebih dari 100 panggilan.
Dari pagi sampai jam 1 siang Pandi menyelesaikan semua tugas tugasnya, huwhh membuang napas dengan kasar, punggung pegal mata nya juga lelah, secepat kilat membersihkan badan dan melaksanakan kewajibannya.
Setelah itu dia memejamkan mata untuk istirahat sebentar.
...****************...
"Sayang jangan pergi sama teman teman kamu dulu ya, nanti sore abang mau ke sini katanya, kita makan bareng di luar", ucap Mama Selina.
"Iya Ma". Sandra juga merindukan Pandi sebenarnya sudah 1 minggu dia tidak melihat lelaki itu, mau menghubunginya tidak punya kontak Pandi, mau minta nomer tlponnya, dia malu sama Mama Papanya.
"Iya nanti malam kita makan di luar saja Ma, kasian anak itu 1 minggu ini benar benar sibuk dia hanya bolak balik kantor kampus doang", ucap Papa Handra.
"Papa sendiri yang ngasih kerjaan berat ke dia", mulai sengit ucapan Mama Selina.
"Papa melatihnya Ma, Papa udah tua mau siapa yang akan meneruskan usaha Papa nantinya kalau bukan dia, tau sendiri anak perawan nya tidak mau meneruskan bisnis kita".
"Paaaaa, aku kan punya cita cita sendiri ayolah", rengek Sandra.
"Iya sayang iya, udah ada abang juga sekarang mah".
"Abang memang terbaik", Sandra senyum senyum sendiri membayangkan Pandi.
__ADS_1
"Ya emang abang baik", ucap lelaki yang baru saja masuk ke ruangan keluarga itu.
Tadi Pandi setelah tidur sebentar dia langsung siap siap untuk bertemu keluarga angkat namun rasa keluarga kandung, anehnya adik adik ibu dan bapaknya saja tidak ada yang sebaik keluarga pak Handra terhadapnya, rasanya sangat kebalik, bahkan yang tidak ada aliran darah setetes pun bisa sebaik ini terhadapnya, kenapa dengan keluarga yang dari ibu dan bapak nya bisa sebegitu benci terhadap keluarganya.
Masuk ke rumah itu Pandi sekarang sudah leluasa tanpa ada yang menghalangi lagi, karena para ART dan Satpam yang kerja di situ sudah pada tau kalau Pandi sudah menjadi bagian dari keluarga bos nya.
"Assalamualaimum Bi, Mama sama Papa pada kemana?", tanya Pandi, sambil menyalami bibi ART di sana.
"Ehhh anak ganteng den Pandi, walaikum salam den, ibu sama bapak sama non Sandra ada di ruang keluarga den, masuk saja sana, kata ibu juga lagi nunggu den Pandi".
"Oke bi Terimakasih".
Duhhh udah ganteng sopan lagi Masya Allah, bibi tersenyum melihat punggung Pandi yang mulai menghilang memasuki ruang keluarga.
"Anak Mamaaa", Mama Selina langsung bangkit dari duduknya memeluk Pandi.
"Assalamua'laikum, Ma, Pa, Sandra", Pandi menyalami mereka setelah Mama Selina melepaskan pelukannya.
Beda dengan Sandra yang malah mesem mesem sendiri, akhhh akhirnya rindunya itu terobati setelah melihat lelaki yang iya rindukan seminggu ini.
Mereka mengobrol menghabiskan waktu bersama, sebelum pergi untuk makan malam, hari sudah sore Mama dan Papa kembali ke kamarnya dulu untuk mandi sore. Di situ hanya ada Sandra dan Pandi.
"Heii apa kabar?", Sandra mulai pembicaraan tadi dia hanya mendengarkan obrolan mereka saja.
Pandi di buat bengong, apasih ni orang kan dari tadi udah duduk di dekatnya udah banyak ngobrol juga dia di sana. Heran Pandi.
"Baik, kan abang udah dari tadi duduk di sini dekat kamu juga, kenapa baru tanya sekarang", Pandi terkekeh geli melihat tingkah Sandra yang malu malu.
__ADS_1
"Tadi mau nanya malu ada Mama sama Papa", heheee.
Gerppp Pandi memeluk Sandra menciumi kepala Sandra bertubi tubi, entahlah dia juga rindu dengan anak ini.
Di peluk seperti itu Sandra rasanya ingin pingsan, ahh jantungnya seperti mau lompat dari tempatnya, hatinya juga berbunga bunga.
"Abang kangen banget sama adik abang yang cerewet ini", Pandi menjawel hidung mancung Sandra dengan gemes.
"Sakit bang", rengek Sandra dengan manja masih dalam dekapan Pandi.
"Maaf ya, habisnya abang gemes sama kamu, cantik banget sih adik abang".
Di bilang cantik juga gemes membuat Sandra semakin mengeratkan pelukannya beberapa saat, hatinya bahagia bukan main.
"Tapi sayangnya bau asem, belum mandi ya?", Pandi menjaili Sndra.
Sontak membuat Sandra melepaskan pelukannya, mengendus ngendus bajunya arah ketiak, tidak bau ko pikir Sandra malah terkesan wangi. Setelah itu dia mendelik melihat Pandi yang sudah tertawa.
"Abanggggg, jaillll", Teriak Sandra sampai menggelegar satu rumah teriakan anak itu.
Pandi sampai terpingkal pingkal menertawakan Sandra yang berhasil dia jailin.
•
•
•
__ADS_1
🖤🖤🖤
Happy reading, semoga suka sama ceritanya ya hehe, jangan lupa like😊 Terimakasih🙏🙏🙏