
Sebulan setelah Marcel menemui Sandra di kantor nya, entah kemana kini Marcel bak di telan bumi tidak pernah muncul lagi di hadapan Sandra, biasanya jam istirahat atau jam pulang kerja Marcel selalu saja datang ke kantor HW group meskipun Sandra sudah menolaknya berkali kali.
Bukannya kehilangan atau apalah, hanya saja Sandra merasa sedikit tidak enak hati, mau bagaimanapun Marcel juga manusia, dulu Marcel tida sepeti sekarang menyebalkan dan sesuka hatinya, meskipun dulu juga sering mendekati Sandra dan sering membuat sebal Sandra namun masih dalam hal wajar.
Bukan Sandra sombong atau apa namun ya begitulah hati tidak bisa di paksa.
Pandi juga biasanya mendapat teror tlpon atau kiriman paket yang tidak jelas, tapi sudah 3 hari ini dia aman dari itu semua.
.
Sedangkan di rumah sakit seorang pemuda meraung menangis juga marah marah.
Gak mungkin gue seperti ini tidak tidakkkk, semua barang yang ada di dekatnya iya lempar.
Iya Marcel kecelakaan setelah iya pulang dari bar, membawa mobil dalam keadaan mabok dia menabrak truk yang sedang bernti karena lampu merah, menyebabkan mobil yang iya bawa terpental juga menggelinting jauh.
Kecelakaan itu membuat kaki Marcel lumpuh bahkan 3 hari dia koma, baru juga siuman dan sadar dari koma nya, Marcel harus menelan kepahitan lagi dalam hidupnya.
"Cel sudah sayang udah".
"Tapi aku gak mau begini Ma, aku gak mau lumpuh".
"Sabar nak sabar semua penyakit pasti ada obatnya".
"Aku mau sembuh Ma, aku gak mau lumpuh", teriak Marcel lagi.
"Iya sayang iya Mama ngerti, sabar ya kita berdo'a dan berusaha supaya kamu bisa jalan lagi".
Marcel masih terus saja menangis.
__ADS_1
.
Pak Nathan yang sedang meeting bersama Pandi, Pak Handra juga Sandra dan yang lainnya juga, beliau menerima tlpon bahwa anaknya sudah sadar.
Setelah selesai meeting beliau buru buru untuk ke rumah sakit.
"Pak Nathan kita makan siang dulu", ucap Papa Handra.
"Maaf Pak Handra untuk kali ini saya tidak bisa ikut makan siang bareng, istri saya sudah menlpon saya bahwa Marcel telah sadar dari koma nya".
"Koma, bingung Papa Handra. Memangnya kenapa dengan Marcel Pak?".
"Dia kecelakaan Pak sudah 3 hari koma", sedihnya.
"Ya Allah Pak, yaudah kalau gitu gak apa apa Pak Nathan, sore nanti kami akan kesana menjenguk nak Marcel, di rumah sakit mana dia di rawatnya?".
"Di rumah sakit HD Pak, Terimakasih atas kepedulian kalian, saya permisi".
Sedangkan Pandi yang mencerna pembicaraan Papa Handra dan Pak Nathan dia sekarang bisa tau siapa yang sebulan ini telah main main dengan nya, memang Pandi membiarkan saja selama ini ada orang yang meneror nya karena teror itu masih dalam hal wajar baginya.
"Nanti sore kita ke rumah sakit HD ya menjenguk Marcel kasian sekali anak itu", ajak Papa Handra.
"Iya Pa", ucap Sandra sebenarnya dia merasa kaget juga, pantas saja manusia itu tidak mengangguku lagi, batinnya. Sedangkan Pandi hanya manggut manggut doang.
.
Jam 5 sore mereka berangkat ke rumah sakit HD Mama Selina juga ikut mereka semobil berempat, Pandi yang mengemudikan mobilnya.
Sampe sana yang bisa langsung masuk hanya 1 atau 2 orang doang karena kondisi Marcel sedang tidak setabil, apalagi dia masih sering ngamuk karena tidak terima dengan keadaan nya sekarang.
__ADS_1
Melihat keadaan Marcel yang sekarang Mama Selina merasa sedih, apalagi melihat Mama nya Marcel yang tidak berhnti menangis anak satu satunya mereka harus bernasib seperti itu.
Memeluk dan menguatkan "Ya sabar ya mbak, semoga Marcel cepat sembuh bisa cepat berjalan lagi, mbak jangan seperti ini harus lebih kuat, Marcel sangat membutuhkan dukungan mbak sekarang".
"Iya Terimakasih ya Selina".
Sedangkan di dalam Sandra dan Pandi mendekat ke tempat berbaring Marcel. "Ada apa kalian kesini, mau menertawakanku hahaa, selamat kau menang", tunjuk Marcel ke Pandi.
"Lu knapa sih jadi orang sensitif mulu, gue datang baik baik lo kesini bukan ngajak lu baku hantam, ya meskipun lu udah bikin gue marah juga selama 1 bulan ini, gue tau elu yang neror gue mangkanya ini teguran buat elu karena sudah usil sama orang".
"Hahahaa jadi lu tau siapa yang selama ini neror lu, ya gue mengaku itu ulah gue mangkanya lu sekarang mau menertawakan gue juga gak apa apa biar lu puas".
"Gue gak sejahat itu sama orang, ngapain gue menertawakan orang yang sedang terkena musibah, yang penting lu harus sadar sekarang selama ini perbuatan elu telah merugikan banyak orang, jadilah orang baik meski tak memberi setidak nya tidak mengusik".
Marcel hanya mendengarkan penuturan Pandi dia membuang muka nya ke samping tidak mau menatap Pandi dan Sandra.
"Cel cepet sembuh ya, kalau udah sembuh jangan ngeselin lagi", ucap Sandra.
"Kita pergi, lu harus sembuh harus semangat buat sembuh", Pandi menepuk pelan bahu Marcel.
"Ya pergilah kalian", tanpa menoleh.
"Ya ingat lu jangan macam macam lagi, kasian orang tua elu, elu harus semangat buat berusaha sembuh".
.
.
.
__ADS_1
π€π€π€ Happy reading πππ
Selamat menjalankan Ibadah puasa semuanyaπ