ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
123.


__ADS_3

Tidak terasa usia Fely sudah genap 17 tahun, banyak sekali cobaan dalam rumahtangga Sandra dan Pandi syukurnya mereka bisa melaluinya bersama.


Benar kata pepatah semakin kita berada di puncak semakin kencang angin yang bertiup juga.


Fely punya dua adik laki laki Rico dan Raka, Rico berumur 12 tahun dan Raka 8 tahun.


Anak anak yang penurut semuanya, kalau soal kepintaran jangan di tanya lagi titisan otak jenius tidak perlu di ragukan lagi.


Bahkan Fely di umur 17 tahun juga sudah punya 1 bisnis kecil, Pandi membiarkan saja anak anaknya mandiri.


Bergelimang harta dari semenjak pertama melihat dunia tidak membuat Fely angkuh dan sombong sedikitpun malah dirinya terkenal dengan ramah dan kepintarannya.


Setiap hari seisi rumah selalu ramai di hiasi gelak tawa, kadang teriakan bercanda kadang ada cekcok juga, namanya anak anak tidak mungkin selalu lurus tidak ada keributan.


Seperti sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga, Rico belajar karena ada pengambilan nilai besok dan Raka sedang mengerjakan PR nya, beda dengan anak gadis yang sedang bekerja sambil mengecek PR dan juga hapalan adik adiknya.


"Papaaa, kakak jahat nih, masa PR ku salah terus dari tadi selalu di coretnya", adu Raka ke Papanya, sebab dari tadi dirinya membuat PR selalu di salah salahkan oleh Fely.


Sandra menggelengkan kepala, Fely memang kadang suka iseng sama kedua adiknya itu, menurut Fely mengisengi mereka suatu hiburan tersendiri untuknya.


"Kagak Mah, ya emang adek kurang titik kadang koma, tau sendiri kan pelajaran B.Indo kurang titik sama tanda tanya saja salah".

__ADS_1


"Iya salah sih kak, tapi gak di coret 1 buku juga kali, kakak nih suka banget isengin adeknya", ucap Sandra dengan lembut, tidak pernah membentak anaknya sebab perilaku anak bagai mana perilaku orang tuanya juga.


Sandra banyak belajar dari mertuanya yang selalu lemah lembut tanpa meninggikan suaranya mau semarah apapun.


"Adek cowok kakak cewek masa cowok kalah sama cewek, udah jangan marah ya, itu pelajaran buat adek supaya lebih teliti lagi dalam hal apapun", kini Pandi yang menimpali.


"Iya Pah, sorry adek udah marah sama kakak", Raka menunduk, merasa bersalah, walawpun satu titik kalau salah ya salah, begitulah ajaran Pandi kepada anak anaknya.


"Say sorry ke kakak sayang", Pandi menupuk bahu anak bungsunya sambil tersenyum.


"Kakak maafin adeknya ya, kakak juga minta maaf karena sudah mencoret bukunya banyak", menyuruh Fely untuk minta maaf juga.


Ya begitulah keluarga mereka begitu harmonis, namun Rico sedikit berbeda, anak itu agak susah di ajak bercanda selalu terlihat serius mukannya.


"Kakak adek, Papa sama Mama istirahat duluan ya, ingat jam 9 masuk ke kamar masing masing, jangan ada yang bermain lagi ya sudah waktunya istirahat", ucap Pandi pada anak anaknya.


Hemm hawa nya sudah sedikit berbeda, batin Sandra, namun iya tetap mengekori suaminya terus.


"Mah", ucap Pandi lalu memeluk Sandra dari belakang setelah mereka masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.


Nah kan udah ketebak pasti ada maunya, batin sandra, ini masih sore tapi sudah ngajak ke kamar, dahlah hawanya beda.

__ADS_1


"Ada apa sih Pah, haha udah kaya pengantin baru aja".


"Flash back yuk sayang", ajaknya dengan semangat meskipun umurnya sudah kepala 4.


"Masih kuat emang?".


"Sampai pagi juga kuat Mah".


Cih,,,, iya Sandra tau suaminya memang selalu semangat dalam urusan naninu dan selalu dirinya yang kalah dalam hal itu.


Umur memang tua namun hoby ya masih muda bak perajaka.


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤


Utor percepat ya takutnya udah pada bosan dengan alur ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2