ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
021.


__ADS_3

Berbulan bulan Rafael masih belum bisa menemukan Fely, data perusahaan dan juga akses dirinya sudah kembali lagi berkat kerja kerasnya, namun itu semua terasa hambar karena belum bisa menemukan istrinya.


Rafael juga sudah berkali kali datang ke rumah Papa dan Mama mertuanya namun belum membuahkan hasil.


Benar benar berusaha untuk sabar apalagi sekarang dirinya sering mabuk di pagi hari tidak enak makan dan minum bahkan badannya juga sudah seperti orang meriang, keinginnan dan kebiasaan nya sangat aneh dan di luar dugaan.


Randa yang selalu kena setiap hari, kena oceh, kena maki dan selalu di suruh yang tidak tidak di luar pekerjaan mereka.


"Ran kamu bisa mencuri buah mangga kan?", ucap Rafael dengan enteng.


"Aduh pak kalau mencuri saya tidak berani walawpun hanya mangga, saya akan beli dan carikan kemana saja ya pak".


"Cih cemen amat hidup lo hanya mangga doang juga".


"Ya sudah kalau begitu mari saya antar bapak di mana tempat pohon mangga nya dan silahkan bapak sendiri yang mengambilnya?".


"Masalahnya saya maunya hasil curian kamu".


Ya Allah bos bos, mencuri itu haram bos walau sekecil apapun tetap saja dosa, akhhhh bos kenapa sih akhir akhir ini demen banget nyiksa gue, batin Randa.

__ADS_1


"Akan saya coba bos", dengan lesu Randa berjalan keluar dari ruangan Rafael.


"Bulan depan gaji lo naik 2x lipat kalau lo berhasil", teriak Rafael.


"Mending gue gak naik naik gaji kalau harus kaya gini caranyamah", gerutu Randa.


menjalankan mobilnya, Randa benar benar muter mencari di mana tempat aman untuk iya curi mangga mudanya, kalau di bohongi Rafael tau sudah 2x Randa curang namun tetap ketahuan walawpun bentuknya sama.


Kemarin dirinya membeli kue lapis, Rafael maunya yang ada di pasar kota namun Randa merasa sangat jauh berjalan ke sana, jadi dirinya membeli yang ada di cabangnya saja, ternyata Rafael tau itu dan ngamuk padanya.


Kapok dengan amukan bos nya kemarin dan lusa mau tidak mau Randa harus memenuhi keinginnan bosnya itu.


.


"Sov belikan saya yang ada tulisannya maklor sepertinya itu sangat enak".


Mampus dah gue juga kena, "Baik pak mohon di tunggu ya", kerasukan apa ni si bos permintaan nya selalu di luar nalar.


"Pergilah jangan terlalu lama, kamu mau saya mati kelaperan".

__ADS_1


Astaggirullohalazim bos baru juga tadi makan nasi padang yang di belikan pak Randa, batin Sovi.


"Akan saya usahakan pak, saya permisi".


"Es buah jangan lupa Sov sepertinya itu juga segar", Rafael tersenyum membayangkan makan maklor yang entah lah rasanya seperti apa dan juga terbuat dari apa, tadi pagi hanya melihat gerobak itu lewat saja rasanya itu gerobak melambai lambai memanggilnya.


Makan maklor minum es buah setelah itu makan mangga mudah, huwhhh rasanya baru membayangkan saja sudah nikmat.


Masuk lagi ke ruangannya, beberapa menit menunggu anak buah yang dirinya tugaskan untuk mencari apa yang dirinya mau terasa sangat lama mereka itu perginya.


"Ck Randa dan Sovi memang sangat lelet kerjanya", gerutu Rafael yang sudah tidak sabar untuk menikmati pesannan nya.


Sedangkan yang di tugaskan sedang muter muter ke panasan mencari apa yang bos nya mau itu.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2