
Pandi mengajak Sandra ke ruangan keluarga di bawah, ngantuknya sudah menghilang entah kemana.
"Ngantuk gak?", tanya Pandi.
"Nggak, aku tadi udah tidur dari jam 8 terus di bangunnin tadi aja sama Seli", ucap Sandra sambil tersenyum.
"Ngobrol dulu yuk sebentar, kita ke bawah aja kalau ngobrol di kamar takut", langsung menggandeng Sandra menuruni tangga.
Berpapasan dengan Seli yang mau ke kamarnya "Seli tidur duluan ya bang, kak", ucap Seli.
"Iya tidur sana", Pandi tersenyum mengacak rambut adiknya.
"Iya nanti kakak nyusul ya", ucap Sandra lagi sambil tersenyum.
.
Sampai di ruangan keluarga. Pandi langsung memeluk Sandra lagi.
"Terimakasih sayang".
"Buat?", tanya Sandra, karena menurutnya itu hal biasa tidak ada perayaan yang megah atau apalah, sudah terbiasa sejak kecil selalu mengadakan acara di setiap ulang tahunnya jadi hal seperti ini tidak ada apa apanya menurut Sandra.
"Buat semuanya, Terimakasih sudah mencintai lelaki sepertiku, aku sadar banyak sekali kekuranganku, sikapku dan juga perlakuanku".
"Jadi terharu deh hehehe, kamu sudah menjadi yang ter hebat, setelah aku tau bagaimana sikap kamu terhadap Ibu adikmu bahkan Mama Papa juga, aku semakin yakin bahwa kamu lelaki yang baik juga penyayang".
"Aku akan berusaha membuat orang orang di sekitarku bahagia, jangan seperti kemarin kamu sudah membuatku kelimpungan, hampir saja proyek ku tak berjalan".
"Ehhh Maaf, Maaf ya ini ide dari Melly sama Nissa bang, marahi mereka aja ya jangan aku, walawpun memang benar awalnya aku kesal banget sama kamu".
"Ya aku hari itu hanya bercanda, mana ada Ibu menolak menantunya yang secantik ini", Pandi mengelus pipi Sandra.
"Namanya juga pertama ketemu ya takut takut lah".
__ADS_1
Pandi merebahkan kepalanya di pangkuan Sandra, sambil memandang wajah cantik yang telah mengisi penuh hatinya."Cantik banget ternyata, pantas saja hatiku gak bisa berpaling ke wanita lain".
"Dih baru sadar kalau pacarnya cantik, kemaren kemana aja pak?".
"Sibuk nyari duit, supaya bisa secepatnya ngehalalin anak Papa Handra sama Mama Selina", Pandi tersenyum .
Membuat Sandra salah tingkah pipinya sudah merah, demi apa sih kata kata manis ini keluar dari lelaki lempeng seperti Pandi.
"Manis banget sih kata katanya, belajar dari mana kamu?", mencubit gemas pipi Pandi.
"Dari hati langsung lah, gak ngantuk kamu?".
"Nggak, dapat gombalan dari lelaki lempeng jadi tambah seger ni mata".
"Hahaaa, tunggu dan sabar sebentar lagi ya setelah selesai pembangunnan yang baru 55% ini aku akan langsung memintamu pada Mama sama Papa".
"Emang yakin bakalan di kasih".
"Iya deh iya yang selalu percaya diri dan yakin".
"Iya dong, tidur yuk sudah malam, besok kerja kan, gimana rasanya kerja?".
"Melelahkan, beneran nih akan lepas tangan, tega banget sih sama calon istrinya sendiri".
"Bukan tega sayang, tapi kerjaan aku juga sudah semakin banyak, sesekali aku akan membantumu, tidur yuk udah malam gak bagus begadang".
"Tidur bareng yuk", senyum Sandra.
"Jangan suka mancing singa yang sedang laper Sandra", Pandi menggeleng, demen banget wanita ini mancing mancing dia.
"Santap aku dong bang", Sandra malah semakin menjadi mencolek dagu Pandi.
"Sayangggg", Pandi menggeram tak habis pikir semakin di larang malah semakin menjadi.
__ADS_1
"Apa sayang yuk", Sandra mengerlingkan mata lagi sambil ter kekeh geli, dia merasa senang melihat muka Pandi yang sudah merah padam.
"Habis kau nanti kalau sudah waktunya, sana tidur kalau masih mau besok bisa bangun lagi", Pandi mengusir Sandra.
"Lucu banget sih mukanya sayang", cup Sandra mencium pipi Pandi.
Pandi yang mendapatkan ciuman tak terduga semakin mendelik, menangkap Sandra yang ingin lari darinya langsung iya dekap di sopa itu.
"Mau lari kemana hah, kamu semakin di larang malah suka semakin menjadi sayang".
"Iya iya Maaf sayang Maaf ya, lepas ya aku ngantuk".
"Gak bakal aku lepaskan sebelum aku", Pandi menyeringhai.
"Jangan ayolah aku hanya bercanda tadi", panik sendiri.
"Akhhh kamu tuh, Pandi menggeram. Jangan menguji kesabaranku terus ya, aku takut tidak bisa menahan diri". Pandi menghujani kepala Sandra dengan ciumannya, masih terus memeluk erat.
"Iya Iya janji gak bakal gangguin singa lagi, yaudah aku ke kamar ya ngantuk".
"Iya sana", Pandi melepaskan pelukannya.
Pandi menggeleng mengusap wajahnya berkali kali, Astagfirullahaladzim hampir saja, cek cobaan hidup gue selama ini nyatanya hal seperti ini yang lebih berat gue jalani.
•
•
•
Happy reading🖤🖤🖤
Jangn lupa like ya, Terimakasih😘🙏🙏
__ADS_1