
Fely pulang dari kafe nya jam 5 sore dirinya menggunakan taxi seperti biasa, jika menggunakan taxi selalu memakai masker dan topi, takut ada yang tau sebab manusia tidak semua baik meskipun kita tidak berbuat jahat padanya.
Bahkan Fely sering memberi uang lebih pada sopir taxi yang dirinya tumpangi, keturunan dari orang baik dan didikan baik membuat Fely tidak adigung tidak merasa besar kepala meski anak orang kaya.
Sebelum naik ke tempat hunian nya Fely mampir dulu ke supermarket yang ada di lantai dasar mengingat setok sayur dan lauk yang di kulkasnya menipis.
Menengteng 2 kantong pelastik besar membuat Fely lumayan kesusahan berjalan, baru saja keluar dari lift bertapa kagetnya Fely melihat perempuan berpenampilan yang lumayan mencolok keluar dari kamar yang dirinya dan Rafael tempati.
Astagfirullohalazim siapa dia, batin Fely.
Membuka pintu juga sedikit susah, setelah masuk mendapat tatapan sinis dari orang yang ada seharian ini mungkin tidak keluar dari rumah.
"Darimana saja kau jam segini baru pulang, memang anak SMA sekarang pulangnya sore banget ya", tanya Rafael sinis.
"Habis dari kafe", jawab Fely santai, memang benar adanya dirinya habis dari kafe kan, tapi bukan nongkrong seperti anak pada umumnya.
"Hebat kau ya di kasih uang buat poya poya, untung gue yang jadi suami lo".
"Ya di kasih suami kan, lumayan di pergunakan sedikit tidak jadi masalah bukan", saut Fely.
__ADS_1
Padahal dalam hatinya sudah gedeg, cape pulang sekolah, kerja sampe rumah dapat siraman air garam dari suami, bukan siraman rohani yang menyejukan hati, Ya Allah Fely ingin menjerit sekenceng mungkin agar lepas rasa sesak beban dalam hatinya.
Rafael berjalan santai keluar dari dapur dan masuk ke kamarnya.
Ya Allah ini bekas apa coba acak acakan kaya gini, ini juga noda apa sih padahal tadi pagi rasanya sudah bersih kinclong sebelum aku berangkat sekolah.
Di sopa ruang tengah ada sisa minuman kaleng dan kotak pizza yang sudah kosong.
Huwhh Fely hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar, kak Rafa sama cewek tadi habis ngapain sih ini rumah sampe berantakan kaya gini.
Selesai mandi Felly membersihkan rumah dan masak lagi untuk makan malam nya, dirinya sedang memotong sayur dan menggoreng ayam.
"Kak mau kemana?", tanya Fely sebab Rafael sudah memakai jaket kulitnya.
"Lama gak di luarnya, kak Rafa mau makan di mana?".
"Cerewet sekali kau ini", sorot mata Rafael sudah seperti singa yang siap menyantap mangsanya.
"Iya maaf", tanpa banyak tanya lagi Fely membungkam mulutnya rapat rapat.
__ADS_1
Memperhatikan yang sedang mondar mandir dan keluar dari apartemen itu tanpa pamitan lagi.
"Huwhh baru juga tadi malam pulangnya sekarang sudah pergi lagi, ck gue sudah seperti anak yang sedang ngekost tinggal sendiri kalau kaya gini".
Selesai masak Fely membawa makan nya ke dalam kamar, rumah yang hening seperti kemarin kemarin, ini apartemen elit jadi suara tetangga tidak terdengar walawpun ada.
Makan sambil belajar karena merasa waktu ini sudah semakin malam.
Masak sendiri makan sendiri membereskan rumah juga sendiri, kadang Fely menertawakan dirinya sendiri karena mempunyai nasib yang sangat manis seperti ini.
"Ingat Fely nasib semuanya gak ada yang buruk kan haha, anggap ini nasib manismu, ini teguran juga buatmu, tuhan tau kamu kuat".
Kangen Mama sama kangen Upin Ipin juga besok kesana ahh pulang sekolahnya sebentar, Mama anakmu besok pulang, girangnya.
Hanya baru membayangkannya saja Fely sudah merasa sangat senang.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤